Maintenance

Analisa Oli : Perlukah Dilakukan?

oil-analysis

Saat mesin bekerja, terjadi pergesekan dari bagian-bagian mesin yang bergerak satu dengan yang lain. Pelumas berfungsi melindungi bagian-bagian yang saling bergerak ini supaya tidak langsung bersentuhan. Namun jika ada permasalahan dalam pelumasan seperti tidak lancarnya suplai oli atau oli yang ada sudah tidak memiliki kemampuan pelumasan, dapat menyebabkan terjadi gesekan antara material logam. Jika masalah ini terus dibiarkan, lama kelamaan dapat menimbulkan masalah yang sangat fatal bagi mesin tersebut.

Kualitas oli yang bersirkulasi pada mesin dapat menjadi indikator kondisi mesin. Untuk itu analisa oli digunakan dalam memonitor kondisi mesin dan dapat menjadi tanda akan terjadi kerusakan yang parah. Untuk itu, pada program maintenance yang baik, analisa oli digunakan sebagai ‘tools’ pada preventive maintenance. Analisa oli menjadi tidak begitu berguna jika digunakan saat problem yang fatal sudah terjadi.

Analisa oli dilakukan dengan mengambil sampel-sampel oli pada periode waktu tertentu, biasanya pengambilan sampel dilakukan pada saat service berkala, misalnya setiap 250 jam. Ada 2 hal utama yang diperiksa pada analisa oli, yaitu jumlah partikel pengotor (kontaminan) yang tercampur pada oli, dan jumlah partikel yang aus yang disebabkan terjadinya gesekan antar logam pada mesin.

Analisa oli tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dilakukan secara berkala, namun hal ini dapat menghindarkan terjadinya kerusakan yang lebih parah yang pada akhirnya mebutuhkan biaya yang lebih besar untuk perbaikannya. Penulis pernah menggunakan analisa oli ini untuk mengambil tindakan penggantian mesin, karena dari kronologi hasil analisa oli yang dilakukan, ditemukan indikasi terjadinya keausan pada piston yang semakin lama semakin parah. Setelah dilakukan penggantian mesin dan mesin yang terindikasi masalah dicek, ditemukan keadaan salah satu piston mulai terjadi kerusakan (scratch). Bukan mustahil jika keadaan ini terus dibiarkan, suatu saat piston ini akan macet (jammed), yang pada beberapa kasus bisa menimbulkan dinding cylinder block menjadi berlubang yang akan menyebabkan biaya yang dibutuhkan untuk mengganti cylinder block menjadi sangat mahal, dan bahkan mungkin menyebabkan mesin tersebut tidak dapat digunakan lagi.

blam3

Analisa oli bisa tidak dilakukan apabila anda melakukan maintenance secara berkala sesuai standar pabrik, namun tetap harus diingat terjadinya human error, seperti service berkala yang pelaksanaannya dimundurkan dengan pertimbangan unit alat berat diperlukan untuk tetap beroperasi, atau, penggunaan oli yang tidak sesuai dengan standar pabrik, maupun faktor teknis seperti terjadinya masalah dalam sistem engine. (ES)

Leave a Reply