Aplikasi AC Drive Pada Berbagai Giant Rigid Dump Truck

Perkembangan teknologi alat berat akan membuat berbagai pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien. Pada giant rigid dump truck terjadi kecenderungan penggunaan AC drive menggantikan sistem hidraulic-mechanic yang selama puluhan tahun digunakan pada sistem powertrain. Berbagai brand alat berat terkemuka mulai menggantikan system hydraulic mechanic-nya pada rigid dump truck-nya menjadi sistem AC drive, terutama pada dump truck berukuran besar, di atas 100 ton.

AC Drive merupakan sistem powertrain yang menggunakan tenaga listrik untuk menggerakkan roda-roda belakang dump truck. Bila pada sistem yang lama, daya output keluaran dari engine digunakan untuk menggerakkan roda-roda belakang dengan sistem hidraulik-mekanikal, pada sistem powertrain yang menggunakan AC Drive, daya output dari engine disalurkan ke roda-roda belakang melalui sistem electrical drive.

Pada sistem konvensional, daya keluaran mesin digunakan untuk memutar torque converter, dimana energi mekanik dari engine diubah menjadi energi kinetik melalui torque converter. Selanjutnya torque converter (energi kinetik) akan meneruskan putaran engine melalui drive shaft (energi mekanik) untuk kemudian diteruskan pada transmisi sebelum diteruskan lagi pada differential. Putaran diffrential ini kemudian dibagi ke final drive untuk menggerakkan roda-roda belakang. Dengan proses seperti ini maka kehilangan energi menjadi sangat besar.

Berbeda dengan AC Drive, energi dari putaran engine diteruskan ke alternator yang akan membangkitkan energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan kemudian didistribusikan ke power converter, sebelum akhirnya diteruskan lagi ke electric motor independen pada roda belakang kiri dan kanan. ElectricMotor inilah yang memiliki tugas untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang menggerakkan roda.

Selain lebih efisien, AC drive ini juga mampu meningkatkan kemampuan pengereman. Bila pada sistem konvensional, sistem pengereman merupakan hasil kerjasama antara sistem hidraulik dan mekanikal, pada dump truck yang menggunakan AC Drive, pengereman bisa dilakukan secara langsung dengan memutus arus listrik sehingga pengereman bisa dilakukan segera tanpa adanya kemungkinan terjadi kegagalan (seperti rem blong).

Berbagai brand alat berat terkemuka yang memproduksi giant rigid dump truck secara bertahap mulai mengimplementasikan penggunaan AC Drive pada sistem powertrainnya. Karena sistem AC Drive ini harganya tidak murah, penggunaan sistem AC Drive ini baru dilakukan pada unit-unit berkuran besar. Untuk dump truck yang berukuran lebih kecil masih menerapkan sistem konvensional dengan sistem hidraulik-mekanikal.

dump_truck_electric_drive_system_equipina

Komatsu merupakan brand alat berat yang pertama mengimplementasikan AC Drive untuk giant dump truck-nya. Bekerjasama dengan Siemens yang melakukan pengembangan AC Drive bagi alat berat. Uji coba dilakukan pada Komatsu 860E-1K, 254 ton dump truck pada awal 2009, setelah selama 3 tahun melakukan riset bersama. Setelah kesuksesan ini, selanjutnya AC Drive system diterapkan pada Komatsu 730E-8, Komatsu 930E-4 dan Komatsu 980E-4.  Komatsu 980E-4, dump truck dengan payload 363 ton tercatat sebagai rigid dump truck terbesar yang mengaplikasikan AC Drive, bersama Liebherr T 284, dengan payload yang sama.

Walaupun sedikit terlambat, Caterpillar mulai mengembangkan rigid dump truck yang mengaplikasikan AC Drive pada akhir 2009 dengan meluncurkan model baru Cat 795F, dump truck dengan payload 313 ton. Untuk menerapkan electric drive system pada rigid dump truck yang diproduksinya, Caterpillar mengembangkan sendiri alternatornya. Dengan pengalamannya yang cukup panjang dalam mengembangkan genset, Caterpillar memiliki kepercayaan diri menggunakan alternator yang dikembangkannya. Hanya untuk power inverter Caterpillar menggunakan produk dari Mitsubishi Electric yang merupakan pembuat inverter terbesar di dunia.

Setelah Cat 795F, electric drive juga diterapkan pada Cat 793, Cat 794 dan seri Bucyrus, yaitu MT4400D dan MT5300D.

Raksasa alat berat asal Jerman, Liebherr terhitung terlambat dalam penggunaan electrical drive bagi dump truck-dump truck yang diproduksinya. Penerapan electric drive dilakukan pertama kalinya bagi Liebherr T236, 100 ton rigid dump truck pada tahun 2016. Selain itu, electronic drive juga diterapkan pada Liebherr T264, T282 dan T284. Begitupun dengan Hitachi yang menggunakan AC Drive pada EH3500AC, EH4000AC, EH4500AC dan EH5000AC.

Produsen alat berat asal Belarus, juga menerapkan electronic drive bagi rigid dump truck yang diproduksinya. Namun baru model Belaz 7517 yang sudah secara penuh menggunakan AC drive, untuk model-model lainnya, masih menggunakan sistem electro-mechanic drive, termasuk Belaz 7571 yang dianggap sebagai dump truck terbesar di dunia.

dump_truck_electric_drive_equipina_1

 

(HP)

Leave a Comment