Articulated Dump Truck Dari Masa ke Masa

Articulated Dump Truck (ADT) merupakan salah satu alat berat yang populer pada saat ini. Berbagai proyek pertambangan di Indonesia menggunakan truk-truk ‘patah-patah’ (istilah awam untuk ADT) untuk memindahkan jutaan ton material OB (Over Burden) setiap tahunnya. Namun popularitas ADT pada zaman sekarang ini berbeda dengan masa-masa awal adanya ADT. Dibutuhkan waktu belasan tahun sehingga akhirnya ADT bisa diterima dan digunakan untuk berbagai proyek-proyek pertambangan dan konstruksi besar di berbagai penjuru dunia.

Cikal bakal ADT berawal dari tahun 1940-an. Saat itu beberapa pabrikan seperti Allis-Chalmers, Caterpillar, dan IH mendesain prime mover untuk menarik unit scrapper. Walaupun belakangan alat berat ini dilengkapi dengan mekanisme dumping, namun karena fungsi utamanya untuk melakukan scrapping material, alat berat ini masih dianggap sebagai scrapper.

Upaya untuk membuat sebuah articulated hauler terjadi pada tahun 1950-an. Saat itu tercatat beberapa eksperimen untuk membuat sebuah unit alat berat yang memiliki kemampuan untuk beroperasi pada medan-medan sulit seperti area dengan tanah yang berlumpur. Salah satunya adalah Ernest Doe, seorang petani di Essex, Inggris, yang membeli dua traktor Fordson dan melepas axle depan dari kedua traktor dan menyambung ujung depan dari salah satu traktor ke bagian belakang traktor lainnya dengan mekanisme hidraulik untuk berbelok. Jadilah sebuah traktor dengan dual power yang disebut Doe Triple D (Doe Dual Drive) tractor.

Pada tahun 1950, sebuah perusahaan Swedia, Lihnell (yang kelak dibeli oleh Volvo AB, cikal bakal Volvo CE) mengembangkan sebuah unit tractor-trailer,  yang menggabungkan traktor pertanian Bolinder-Munktell yang menarik sebuah trailer dengan sistem mekanikal. Lihnell tidak sendirian, pada kurun waktu yang kurang lebih sama, beberapa perusahaan Inggris: Shawnee Poole, Horley dan Hudson mengembangkan unit tractor-trailer yang menyerupai traktor-trailer Lihnell. Namun unit-unit tractor-trailer pada hakekatnya masih berupa 2 unit alat berat yang digabungkan menjadi satu unit.

Barulah pada tahun 1957, sebuah perusahaan Inggris, Northfield, mengembangkan sebuah prototipe truk pengangkut (hauler) yang menggunakan 2 axle yang bisa berbelok 1800 pada persambungan kabin dan bak dengan menggunakan hydraulic cylinder. Hauler ini diperkenalkan kepada publik pada tahun 1960 sebagai Northfield F7 yang mampu mengangkut 10,8 ton material. Sayangnya saat ini perusahaan ini hanya tinggal nama.

Satu tonggak penting pada perkembangan ADT terjadi pada tahun 1965, Lihnell menjalin kerjasama dengan Volvo AB memproduksi ADT DR630, sebuah dump truck berkonfigurasi 4×4 yang merupakan trailer single axle.

articulated_dump_truck_equipina

DR630 juga merupakan ADT pertama yang diproduksi masal. Perlahan-lahan setelah itu, popularitas ADT sebagai hauler makin meningkat. Konsistensi Volvo dalam mengembangkan ADT membuat Volvo menjadi market leader articulated dump truck sampai saat ini.

Setelah itu pabrikan-pabrikan lain mulai ikut memproduksi ADT, sebut saja Moxy, sebuah perusahaan Swedia yang mulai memproduksi ADT pada tahun 1972. ADT pertama Moxy ini sekaligus ADT pertama di dunia yang berkonfigurasi 6×6. DJB Engineering, sebuah perusahaan asal Inggris mulai memproduksi ADT yang disebut DR250 pada tahun 1974.

DR250 yang menggunakan engine Caterpillar kelak diakuisisi oleh Caterpillar pada tahun 1986 dan membuat Caterpillar mulai memasuki bisnis ADT ini. Berturut-turut Bell Equipment asal Afrika Selatan memproduksi ADT pada tahun 1985. Komatsu sebagai pabrikan alat berat terbesar kedua di dunia memasuki bisnis ADT secara tidak langsung. Pada tahun 1986-2000 Moxy memproduksi ADT untuk Komatsu dengan menggunakan brand Komatsu. Setelah itu Komatsu mulai memproduksi ADT sendiri.

Menyimak perkembangan teknologi ADT, terlihat ukuran dari ADT semakin meningkat. Bila ADT pertama memiliki kapasitas angkut (payload) 10 ton, saat ini ADT terbesar memiliki kapasitas 60 ton dengan Volvo CE dengan produknya A60H merupakan pelopornya yang segera akan diikuti oleh Bell. Melihat semakin masifnya industri pertambangan, tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang, kapasitas ADT semakin besar.

articulated_dump_truck_equipina_1

ADT yang awalnya didominasi oleh negara-negara eropa, yang diikuti Amerika dan Jepang, sekarang mulai diproduksi oleh berbagai negara seperti Korea dengan Doosan-nya dan Tiongkok dengan XCMG, Sany, BXK, Taian, dll.

 

(TP)