Belaz 75710, Diesel Dump Truck Terbesar di Dunia

Dalam industri yang padat modal dan tenaga kerja seperti pertambangan, efisiensi menjadi kata kunci. Semua pihak yang bergelut di industri ini harus memutar otak bagaimana mengefesienkan biaya operasionalnya dan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga masih memperoleh profit, syukur-syukur profit bisa meningkat. Dalam sebuah laporannya, PricewaterhouseCoopers menyatakan industri pertambangan dunia menghadapi tantangan yang sangat berat, biaya produksi terus meningkat, revenue yang cenderung datar dan keuntungan makin tergerus. Disinilah para pelaku bisnis pertambangan harus mencari jalan untuk bertahan pada situasi yang tidak menguntungkan ini. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas alat berat yang digunakan.

Pada industri pertambangan, 2 jenis alat berat yang memainkan peranan utama adalah excavator dan dump truck. Untuk meningkatkan kapasitas excavator tidaklah sulit karena karakteristik dari excavator yang bekerja dengan cycle time yang singkat tidak mengalami kesulitan untuk melayani dump truck untuk dimuat material. Apalagi saat ini berbagai merek alat berat terkemuka dunia memiliki berbagai pilihan ukuran excavator raksasa. Namun berbeda dengan dump truck, karena ada faktor jarak dari loading point sampai dumping area, membuat dump truck membutuhkan waktu lebih lama pada tiap cycle time-nya. Memang pada saat ini dump truck berukuran raksasa bukanlah hal yang aneh. Berbagai merek dump truck seperti Caterpillar, Liebherr dan Terex dikenal memproduksi dump truck dengan kapasitas hampir mencapai 400 ton payload. Namun inipun masih belum cukup.

Melihat kecenderungan pada industri pertambangan yang membutuhkan alat produksi yang semakin besar ukurannya untuk mengejar produktivitas, Belaz, sebuah produsen alat berat asal Belarusia memproduksi Belaz 75710, sebuah dump truck yang merupakan dump truck bermesin diesel terbesar di dunia. Sebagai informasi, record dump truck terbesar di dunia secara keseluruhan masih dipegang oleh ETF yang merupakan dump truck elektrik.

Baca juga :
ETF Mining Truck, Mining Truck Inovatif yang Berawal dari Indonesia

belaz_75710_equipina

Untuk menggambarkan besarnya dump truck ini bisa kita lihat dari data-data berikut. Memiliki panjang x lebar x tinggi, 20,6 x 9,9 x 8,2, besarnya ukuran panjang dump truck ini hampir menyamai 2 buah bus yang disusun berbaris, lebarnya hampir menyamai 4 buah truk Hino yang disusun berjajar. Dengan muatan maksimum Belaz 75710 memiliki bobot 45% lebih berat dari Airbus A380 yang berbobot total 560 ton, yang pada saat ini merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia. Berbeda dengan off-highway truck yang lain yang memiliki 6 ban, bobot seberat ini ditanggung oleh 8 buah ban pada 2 axle, yang masing-masing ban bisa menanggung bobot 102 ton.

Memiliki payload mencapai 450 ton, kapasitas ini masih lebih besar dari payload Caterpillar 797F dan Liebherr T292 yang sama-sama memiliki payload 400 ton. Dengan 2 buah engine MTU DD16V4000 V16 yang masing-masing bisa mengeluarkan output maksimum 2300 Hp. yang menggerakkan 4 buah electric motor yang disalurkan pada transmisi AC drive MMT500 yang diproduksi Siemens. Engine ini bisa menghasilkan torsi maksimum 18,626 Nm, atau sekitar 24 kali lebih besar dari torsi maksimum kendaraan Formula 1.

Hebatnya, bila terjadi masalah pada salah satu engine, Belaz 75710 ini masih bisa beroperasi secara minimum, seperti untuk berpindah tanpa muatan menuju workshop, termasuk juga bila ingin melakukan penghematan bahan bakar pada saat hauling tanpa muatan. Pada saat bermuatan penuh, diestimasikan unit ini mengkonsumsi bahan bakar 1300 liter untuk jarak 100 km.

Belaz 75710 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 64 km per jam, pada kecuraman jalan 10% dump truck ini mampu melaju dengan kecepatan 40 km per jam. Kecuraman jalan yang bisa diatasi dengan muatan maksimum adalah 18%.

belaz_75710_equipina_1

Walaupun memiliki dimensi yang sangat besar, namun dump truck ini bisa bermanuver dengan turning radius yang cukup kecil, 19,8 meter. Bandingkan dengan turning radius Caterpillar 797F yang mencapai 21 meter. Turning radius ini hanya berbeda sedikit dari ‘adiknya’ Belaz 360 dengan turning radius 17,2 meter.

Selain menyuplai transmisi untuk Belaz 75710, Siemens juga mengembangkan software untuk memonitor unit ini saat beroperasi. Dengan berbasis satelit, para engineer Siemens bisa memonitor dari markasnya di Georgia, AS.

Walaupun baru diluncurkan pada tahun 2014 yang lalu, unit alat berat yang diperkirakan harganya mencapai USD 6 juta ini tercatat sudah ada beberapa unit yang beroperasi di sebuah tambang batu bara skala besar di Siberia.

 

(BW)