Berbagai Pilihan Kendaraan Operasional Untuk Pekerjaan Lapangan

Pada pekerjaan-pekerjaan lapangan yang membutuhkan akses ke daerah-daerah yang memiliki medan yang buruk, seperti di area pertambangan atau konstruksi, seperti pembangunan jalan, dibutuhkan kendaraan operasional yang mampu mendukung segala aktivitas dengan baik. Kendaraan operasional dituntut memiliki ketangguhan untuk mengatasi kondisi jalan yang berdebu, berlumpur bahkan terkadang banjir. Tidak hanya tangguh, kendaraan operasional juga dituntut memiliki fungsionalitas dan membutuhkan perawatan yang mudah.

Kendaraan operasional di area-area seperti ini, selain berfungsi untuk mengangkut barang juga digunakan untuk mengangkut crew lapangan. Di masa lalu, jenis kendaraan yang umum digunakan adalah jenis jeep karena memiliki penggerak 4×4. Namun kendaraan jenis jeep memiliki kekurangan karena hanya didesain untuk mengangkut penumpang, mengakibatkan dibutuhkan kendaraan lain yang dapat mengangkut barang. Pertimbangan efisiensilah yang menyebabkan munculnya satu jenis kendaraan yang dapat mengangkut penumpang dan barang, yaitu double cabin. Jenis kendaraan double cabin yang juga berpenggerak 4×4 mulai populer di Indonesia awal tahun 2000-an dengan dipelopori oleh Ford Ranger. Lama kelamaan kepopuleran kendaraan jenis jeep yang didominasi oleh Daihatsu Taft maupun Toyota Land Cruiser pun mulai meredup. Pada saat ini berbagai merek kendaraan double cabin menjadi kendaraan yang sangat umum digunakan.

Berikut berbagai merek kendaraan operasional double cabin yang digunakan di sektor mining maupun konstruksi:

1. Ford

Merek kendaraan asal negeri Paman Sam ini menjadi pelopor penggunaan kendaraan double cabin di Indonesia. Pada awalnya, Ford Ranger double cabin ini dianggap sesuatu yang aneh karena kendaraan jenis jeep masih mendominasi sebagai kendaraan operasional di pertambangan. Namun dengan performa yang baik dan strategi pemasaran yang jitu, dengan memberikan opsi rental dibarengi dukungan after sales yang baik, lama kelamaan Ford Ranger double cabin ini dapat diterima konsumen pertambangan. Tidak hanya itu, saudaranya yakni Ford Escape yang berkategori SUV (Sport Utility Vehicle) pun menjadi populer sebagai kendaraan penumpang di area pertambangan.

Sayangnya, pada awal 2016 Ford menghentikan beroperasinya Ford Motor Indonesia sebagai perwakilan Ford di Indonesia. Namun bukan berarti merek Ford sudah tidak beredar lagi di Indonesia. Penjualan dan after salesnya yang sekarang ditangani oleh authorized dealer dapat menjawab kerinduan para penggemarnya. Terbukti dengan dikeluarkannya varian terbaru New Ford Ranger D-Cab dengan disain yang lebih futuristik. Varian terbaru ini menggunakan mesin berteknologi TDCi Turbo Diesel yang sangat power full namun tetap irit bahan bakar berkat digunakannya sistem bahan bakar Electric Full Injection yang membuat kinerja mesin lebih sempurna serta mampu mengefisiensi bahan bakar.

ford_ranger_equipina

2. Mitsubishi

Masuknya Ford pada jenis kendaraan operasional double cabin kemudian diikuti oleh Mitsubishi, dengan mengeluarkan varian Mitsubishi Strada. Didukung promosi yang gencar, dengan cepat Mitsubishi menjadi kendaraan operasional yang paling populer. Kehandalan dari produk yang didukung strategi after sales yang mendekatkan diri kepada pelanggan dengan menempatkan kantor-kantor support-nya di area pertambangan agaknya menjadi alasan konsumen menyukai merek ini. Saat ini, varian Mitsubishi All New Triton dengan disainnya yang futuristik dan aerodinamis menjadi kendaraan operasional yang paling banyak digunakan di area pertambangan.

Yang membuat kendaraan ini menjadi pilihan banyak konsumen, tidak lain karena kenyamanannya dan ketangguhannya. Berukuran sedikit lebih besar dari rata-rata pesaingnya membuat Mitsubishi All New Triton ini cukup nyaman dikemudikan di berbagai medan. Mobil ini menggunakan mesin tipe 4D56 DOHC 16 Valve, in-line 4 silinder dengan kapasitas silinder 2.477 cc dengan di bekali sistem suplay bahan bakar Direct Diesel Injection dan Turbocharger dan di lengkapi sistem penggerak Easy Select 4WD. Ada 2 varian yang dikeluarkan oleh Mitsubishi, yaitu GLS dan Exceed.

mitsubishi_triton_equipina

3. Mazda

Pabrikan mobil asal Jepang ini dikenal sebagai produsen mobil-mobil yang nyaman untuk wilayah perkotaan dengan fitur-fitur yang memanjakan konsumennya. Namun bukan berarti Mazda tidak mampu memproduksi kendaraan yang ‘garang’ untuk medan-medan yang keras. Hal ini terbukti dengan kehadiran varian double cabinnya Mazda Bt50. Walaupun kehadirannya bisa dikatakan belakangan, namun ternyata Mazda telah menyiapkan serangkaian keunggulan yang cocok dengan situasi medan pertambangan, perkebunan dan konstruksi di Indonesia.

Dilengkapi dengan  mesin MZ-DE 2.5 liter yang dilengkapi dengan indirect turbo incooler. Mesin ini memang sedikit tertinggal dari pesaingnya yang sudah menggunakan teknologi commonrail. Namun, keuntungan mesin ini membuat BT-50 bisa melahap semua jenis bahan bakar solar.

Walaupun disainnya terkesan sederhana, namun kemampuannya tidak sesederhana penampilannya. Berbagai medan buruk mampu diatasi dengan mudah. Tidak heran, kita dapat melihat Mazda double cabin cukup banyak berseliweran di area-area pertambangan.

mazda_bt50_equipina

4. Toyota

Merek ini merupakan merek legendaris di area pertambangan di Indonesia. Di masa lalu varian Toyota Land Cruiser sangat merajai di berbagai area pertambangan di Indonesia dikarenakan ketangguhannya. Untuk meneruskan kesuksesan Toyota Land Cruiser sebagai kendaraan operasional di area pertambangan, perkebunan dan konstruksi, Toyota meluncurkan Toyota Hi-Lux. Sebetulnya Toyota HiLux bukanlah baru bagi masyarakat Indonesia. Di akhir 70-an sampai dengan awal 80-an, kendaraan pickup Toyota Hi-Lux merupakan kendaraan favorit untuk operasional bersama saudaranya Toyota Kijang dan Toyota Hi-Ace.

Walaupun kemunculannya termasuk paling belakangan, namun Toyota All New Hi-Lux double cabin mendapat respon yang cukup positif dari pasar. Hal ini nampaknya tidak terlepas dari nama besar Toyota sendiri. Namun, tentu saja bukan semata-mata nama besar yang membuat Toyota Hi-Lux semakin populer, yang tidak kalah penting adalah performance dan layanan purna jualnya.

Toyota All New Hilux memiliki 2 varian mesin, yaitu diesel 2.5 L dan bensin 2.0 L. Untuk versi dieselnya, dibekali dengan mesin DOHC 4-silinder segaris dengan kapasitas 2.494 cc. Sementara Hi-Lux bermesin bensin, mengusung mesin DOHC Dual VVT-i dengan kapasitas sebesar 1.998 cc. Menggunakan transmisi 6 percepatan manual untuk varian diesel dan 5 percepatan manual untuk varian bensin, Toyota All New Hi-Lux memiliki fitur kemananan dan kenyamanan yang cukup lengkap.

new_hilux_equipina

5. Nissan

Nissan memang belum begitu populer sebagai kendaraan operasional di pertambangan dan perkebunan. Varian Nissan double cabin, Nissan Navara, lebih banyak terlihat di perkotaan dan sektor konstruksi. Namun bukan berarti Nissan Navara memiliki kemampuan yang kalah dibanding pesaing-pesaingnya. bermesin tipe In-line 4-cylinder DOHC 16 Valves VGS Turbo Intercooler yang berkapasitas 2.488 cc. Dengan mesin tersebut, Nissan Navara mampu menghasilkan tenaga maxsimum yang mencapai 120 PS pada putaran mesin 3.600 rpm, cukup untuk mengatasi berbagai rintangan sulit pada area-area pertambangan dan perkebunan. Disainnya yang anggun dan berkelas, membuat Nissan Navara terlihat berbeda. Satu lagi, harganya yang lebih murah dibandingkan kompetitor-kompetitornya membuat Nissan Navara layak diperhitungkan.

nissan_navara_equipina

6. Isuzu

Seperti juga saudara sepupunya, Toyota Hi-Lux, Isuzu terhitung pendatang baru untuk kendaraan operasional berjenis double cabin. Isuzu masuk ke pasaran kendaraan double cabin dengan varian Isuzu D-Max Rodeo.

Dibekali mesin diesel yang berkapasitas 2499 cc yang telah menggunakan teknologi common rail dengan electric controled fuel yang dilengkapi sistem suplai bahan bakar injection dengan turbo charger. Performa yang di hasilkan pada Isuzu D-Max Rodeo mampu mencapai tenaga maksimalnya 110 PS pada putaran mesin 3400 rpm.

Nama Isuzu yang cukup legendaris sebagai mobil yang irit bahan bakar, agaknya membuat Isuzu D-Max Rodeo ini lebih banyak terlihat sebagai kendaraan operasional di perkotaan, terutama untuk keperluan perjalanan jarak jauh.

isuzu_equipina

7. Tata

Satu lagi pendatang baru untuk kendaraan operasional berjenis double cabin adalah Tata. Pabrikan asal Mumbai, India telah beberapa tahun terakhir ini memasuki pasar kendaraan niaga dengan meluncurkan varian double cabin melalui Tata Xenon. Harga yang murah, dibandingkan semua kompetitornya, struktur yang kuat dan irit bahan bakar merupakan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Tata Xenon. Memang di dunia internasional, produk-produk Tata dikenal sebagai produk yang kuat dan irit.

Untuk body-nya, memang dapat dikatakan kuat. Pelat bodynya lebih tebal dari semua kendaraan double cabin. Seperti kita ketahui, di medan-medan yang buruk, kendaraan sangat rentan menabrak sesuatu yang menyebabkan body mobil penyok.

Walaupun Tata Xenon masih sedikit terlihat di jalan-jalan maupun di lokasi-lokasi pertambangan, perkebunan dan konstruksi di Indonesia, bukan mustahil suatu saat nanti Tata Xenon akan semakin ‘berbicara’.

tata_xenon_xt_04_equipina

 

(ES)

Leave a Comment