Snapshots

Bertenaga Uap, Inilah Cikal Bakal Hydraulic Excavator Modern

Tahukah Anda, excavator pertama di dunia ditemukan oleh seorang yang masih berusia 22 tahun? Ya, exacavator pertama di dunia diciptakan oleh William Otis, yang kala itu masih berusia 22 tahun. Selama 182 tahun, excavator berkembang dengan pesat seperti yang kita lihat pada hari ini.

Sebelum penemuan excavator, untuk mengerjakan berbagai pekerjaan penggalian dan pemindahan material seperti tanah, batu, dll masih menggunakan tenaga manusia. Seiring terjadinya Revolusi Industri, modernisasi kehidupan manusia berkembang dengan pesat yang berimbas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia, disinilah muncul permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan keterbatasan tenaga manusia.

William Smith Otis, lahir pada tanggal 20 September 1813 di Massachusetts, Amerika Serikat. Semenjak masa kanak-kanaknya, ia telah menunjukkan minat yang luar biasa terhadap berbagai pekerjaan pemindahan material tanah dan mekanikal. William Otis adalah sepupu dari Elisha Graves Otis, penemu lift pertama yang menjadi cikal bakal Otis, sebuah perusahaan elevator terkemuka di dunia.

Pada usia 22 tahun, ia menunjukkan kejeniusannya dengan keberhasilannya merancang sebuah shovel (mekanikal excavator) bertenaga uap. Shovel hasil karyanya didesain bekerja di atas rel. Pada dasarnya excavator pertama ini merupakan sebuah crane yang digabungkan dengan kendaraan yang berjalan di atas rel. Material tanah digali dengan bucket kemudian diangkat ke atas, crane kemudian berputar dan bucket membuang material ke atas sebuah kendaraan angkut yang juga berada di rel.

first_generation_shovel_equipina
Protype Steam Shovel Pertama, Hasil Karya William Otis

Prototipe excavator pertama ini segera digunakan pada proyek pembuatan rel kereta api Western Railroad di Massachusetts, yang menghubungkan Norwich dan Worcester. Dengan bucket bervolume 1,1 m3, steam shovel ini mampu memindahkan material tanah sebanyak 300 m3 per harinya.

Bersama Joseph Harrison, pemilik dari perusahaan Garrett and Eastwick, William Otis membangun produksi masal pertama di fasilitas fabrikasi yang dimiliki Harrison. William Otis mendapatkan paten untuk penemuannya ini pada tahun 1836. Sayangnya, 3 tahun kemudian pada usia 26 tahun, William Otis meninggal akibat penyakit tipus.

Excavator pertama ini menggunakan prinsip kerja yang sangat sederhana. Sebuah mesin uap sebagai sumber tenaganya menghasilkan output untuk menggerakkan arm (lengan). Untuk pengontrolan gerakan dari arm dan bucket digunakan kontrol mekanikal menggunakan tenaga manusia yang kemudian yang ditransmisikan melalui sistem pulley menggunakan rantai. Arm-nya terbuat dari kayu dan mampu berputar sejauh 1800.

Namun produksi masal pertama steam shovel bukanlah dilakukan oleh Garret and Eastwick, produksi besar-besaran steam shovel justru dilakukan oleh Marion Power Shovel Company, sebuah perusahaan yang berasal dari Ohio. Di tangan Marion Power Shovel Company, yang didirikan oleh tiga serangkai, Henry Barnhart, Edward Huber dan George W. King pada tahun 1884, Marion Power Shovel Company mengkhususkan diri memproduksi dan memasarkan steam shovel, power shovel, blast hole drills, dan dragline excavator untuk konstruksi dan pertambangan.

first_generation_shovel_equipina_1
Bucyrus 120-B Mining Shovel, Sebuah Steam Shovel Legendaris yang Terlibat Pada Pembangunan Terusan Panama

Kelak Marion diakuisisi oleh Dresser Industries pada tahun 1977, yang kemudian dilepas dan dijual kembali kepada Bucyrus International. Bucyrus sendiri sejak awalnya merupakan pesaing dari Marion. Kedua perusahaan ini merupakan penyuplai steam shovel pada mega proyek pembangunan Terusan Panama.

Selama 60-an tahun setelah steam shovel pertama dari William Otis, teknologi shovel masih tidak banyak berubah. Hanya ada sedikit perubahan pada era itu, dimana penggunaan rantai digantikan kabel (sling) seperti crane pada zaman sekarang. Barulah pada tahun 1897 perubahan besar terjadi pada desain shovel dengan digunakannya sistem hidraulik pada shovel-shovel yang diproduksi dan dipatenkan oleh The Kilgore Machine Co.  asal Minneapolis, Minnesota.

Penggunaan mesin diesel menggantikan tenaga uap mulai terjadi pada tahun 1920-an, sementara penggunaan undercarriage seperti pada excavator modern dimulai pada tahun 1930-an bersamaan dengan meningkatnya kemampuan berputar (swing) shovel menjadi 3600. Setelah itu, shovel/excavator semakin berkembang dan mencapai bentuknya seperti sekarang.

 

(BW)