Body Harness, Alat Pelindung Diri Untuk Bekerja di Ketinggian

Bekerja di ketinggian selalu memiliki resiko, namun resiko dapat dikurangi dengan penggunaan alat pelindung diri. Sayangnya seringkali para pekerja yang bekerja di ketinggian tidak menggunakan alat pelindung diri. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari mulai tidak tersedianya alat pelindung diri atau mengabaikan karena menganggap penggunaan alat pelindung diri akan membuat tidak nyaman saat bekerja.

Bagi mekanik-mekanik yang bekerja pada perbaikan alat berat, keengganan menggunakan alat berat saat bekerja pada ketinggian, misalnya di bagian atas alat berat banyak disebabkan faktor menganggap sepele. Memang ketinggian alat berat hanya berkisar beberapa meter berbeda dengan misalnya para pekerja yang bekerja di proyek pembangunan gedung tinggi. Walaupun begitu, resiko terjatuh dari alat berat tetap ada dan menimbulkan cedera. Untuk itu, para mekanik yang bekerja pada alat berat perlu memperlengkapi diri dengan alat pelindung diri yang dapat menghindarkan dari resiko terjatuh.

Selain safety shoes, helm dan kacamata safety yang sudah menjadi alat pelindung diri standar, alat pelindung diri yang mutlak diperlukan oleh mekanik-mekanik yang bekerja pada ketinggian adalah body harness. Body harness adalah belt pengaman yang dipasang pada tubuh sehingga saat mekanik terjatuh, ia akan tergantung pada body harness yang terikat pada bagian alat berat.

Ada 2 jenis body harness, fixed body harness dan retractable body harness. Untuk jenis pertama, body harness tidak dapat menyesuaikan panjang belt berdasarkan jarak dari orang yang menggunakan dan titik mencantolkan alat berat. Sedang jenis kedua cara bekerjanya sama seperti safety belt pada mobil. body harness dapat menyesuaikan dengan posisi pemakainya, namun saat ada suatu kejutan body harness tersebut akan terkunci dan menahan pemakainya dari resiko terjatuh.

safety_belt_equipina_1

Hal penting yang harus diperhatikan mekanik saat menggunakan body harness adalah tempat mencantolkan body harness, biasanya body harness menggunakan carabiner alias hook dengan pengunci. Carabiner ini dicantolkan pada bagian atas alat berat yang memungkinkan. Namun, tidak semua lokasi dapat dipasang carabiner. Yang harus diperhatikan, tempat pemasangan carabiner ini harus mampu menahan bobot tubuh mekanik saat terjatuh.

Mungkin pada saat awal penggunaan body harness ini membuat mekanik merasa tidak nyaman. Jika tidak diawasi, sering kali mekanik tidak menggunakan body harness saat bekerja di ketinggian. Di sinilah peran leader, foreman atau supervisor untuk memberikan pemahaman pentingnya menggunakan body harness saat morning talk atau melalui teguran langsung kepada mekanik. Bagaimanapun keselamatan mekanik merupakan tanggung jawab atasannya.

 

(BW)

Leave a Comment