Dari Pekalongan Menjadi Galangan Kapal Berskala Nasional : PT. Barokah Marine

Berangkat dari keinginan mengangkat daerah asalnya, Pekalongan, membuat Agus Triharsito bersama adiknya, Joko Munfiarno, meninggalkan pekerjaannya yang sudah cukup nyaman di sebuah perusahaan galangan kapal di Jakarta pada tahun 2005, ia mencoba mengadu peruntungan dengan kembali ke daerah asalnya untuk merintis bisnis pembuatan kapal. Perjalanan sulit harus mereka lewati, sepinya order di tahun-tahun awal perintisan bisnis membuat teman-teman yang membantu mereka, satu demi satu meninggalkan mereka. Namun Agus dan Joko tidak menyerah, mereka tetap yakin bahwa bisnis ini akan berkembang.

Pada tahun 2010 berdirilah PT. Barokah Marine. Sejak itu titik terang mulai terbuka, perusahaan yang baru berdiri ini menerima pesanan untuk pembuatan sebuah kapal kargo. Dengan pesanan awal ini, pelan-pelan Agus dan Joko mulai menemukan jalan untuk mengembangkan bisnis yang dijalaninya. Tak lama kemudian, PT. Barokah Marine mendapat pesanan 10 kapal tongkang dari PT Berdikari Pondasi Perkasa. Sejak itu bisnis PT. Barokah Marine makin berkibar sampai dengan sekarang.

Kakak beradik lulusan D4 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro ini yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya bisnis perusahaannya. “Alhamdulillah, kami tidak berutang saat mendirikan PT Barokah Marine,” kata Joko Munfiarno di kawasan Industri Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Jalan Sekuning 2, Krapyak Lor, Kota Pekalongan, beberapa waktu yang lalu.

Pada saat ini PT. Barokah Marine telah membuat berbagai jenis kapal dari berbagai ukuran. Dari kapal tunda/tug boat, tongkang, cargo, keruk (hopper barge) mampu mereka bangun. Pekerjaan yang dapat dilakukan pun bukan saja pembangunan kapal, melainkan juga perbaikan kapal, desain dan kalkulasi biaya dan jasa konsultan dan supervisi. Dalam pembuatan kapal, PT. Barokah Marine menyerahkan kepada pemesan untuk menyediakan material yang dibutuhkan, sementara PT. Barokah Marine lebih terfokus dalam pekerjaannya sendiri. “Istilahnya, kami ini pemborong. Untuk baja, disediakan oleh pemesan, mengingat harganya cukup mahal.” Joko menjelaskan.

Dengan karyawan sekitar 120-an orang, PT. Barokah Marine dapat mengerjakan pembuatan kapal dengan cepat. Untuk membuat kapal tongkang berukuran 55 meter x 17 meter atau kapal kargo berukuran 42 meter x 8 meter, waktu yang diperlukan untuk pembuatannya sekitar 3 bulan.

2053364IMG-20150904-01016780x390

Kapal keruk Teguh III berkapasitas 500 meter kubik buatan PT. Barokah Marine, saat diresmikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang bisa digunakan untuk mempercepat normalisasi sungai maupun waduk.

Berbagai terobosan inovatif pun dilakukan PT. Barokah Marine, misalnya pembuatan kapal berbahan pralon yang merupakan kerjasama antara PT. Barokah Marine dengan Jurusan Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, Semarang. Kapal pralon ini menjadi yang pertama di Indonesia, rencananya akan diluncurkan pada bulan April 2016, bertepatan dengan ulang tahun ke-110 Kota Pekalongan. Agus menjelaskan saat dilakukan peninjauan oleh Walikota Pekalongan, “Kapal paralon lebih hemat sekitar 40 persen dibandingkan kapal kayu dengan spesifikasi kurang lebih sama.”

Dengan berbagai pengalaman yang sudah dimiliki, PT. Barokah Marine siap menjadi galangan kapal berskala nasional dengan sumber daya lokal yang dimiliki.

 

(ES)


PT. Barokah Marine
Jl. Untung Suropati No. 10 A
Tegal Rejo, Pekalongan
Jawa Tengah

Telp. : 0285 – 412617
Hp : 081343211640
Email : agustriharsito@yahoo.com
Website : http://www.barokahmarine.com

Leave a Comment