Debut Volvo dan Hino di Pasar Truk Kelas 8

Pasar truk angkutan jarak jauh berkategori heavy duty di Amerika Utara bagi produsen-produsen truk sangat menggiurkan. Hal ini ditunjukkan dengan peluncuran produk truk-truk berkategori ini oleh dua pabrikan truk terkemuka di dunia: Volvo dan Hino, baru-baru ini. Kehadiran kedua truk-truk dari kedua pabrikan ini makin memperketat persaingan pada market truk-truk heavy duty di wilayah ini yang selama ini dikuasai merek-merek lawas seperti Mack Trucks, Kenworth, Freightliner, Peterbilt dan Western Star.

Truk angkutan jarak jauh berkategori heavy duty adalah truk-truk yang didesain sebagai truk angkutan dengan Kapasitas angkut yang besar. Di Amerika Serikat truk-truk kategori ini dikenal dengan truk-truk kelas 7-8 yang umum digunakan pada pengangkutan material-material konstruksi seperti besi baja, girder, balok-balok kayu berukuran besar, sampai dengan alat-alat berat berukuran raksasa. Di Indonesia walaupun kita tidak menggunakan klasifikasi seperti di Amerika, truk-truk ini umum dikenal sebagai truk-truk kategori 5 yang dipergunakan untuk pengangkutan balok-balok kayu, seperti di Riau dan beberapa wilayah di Kalimantan, maupun untuk angkutan pertambangan di Kalimantan.

Ciri khas dari truk-truk ini adalah kabin dengan moncong (bonnet) dimana engine terpasang pada bagian depan kabin, disamping konfigurasi axle belakang yang terdiri dari 2 atau 3 axle. Fungsi dari konfigurasi seperti ini adalah untuk memberikan ruang kabin yang lapang sehingga pengemudi dapat mengemudi menempuh jarak yang cukup jauh dengan nyaman.

Volvo VNX

Sebetulnya ini bukanlah kali pertama pabrikan otomotif asal Swedia ini masuk ke segmen truk angkutan jarak jauh heavy duty. Volvo telah memasuki segmen ini sejak tahun 1996. Hingga kini berbagai varian model telah berseliweran di jalan, dari mulai VN, VNL, VNR, VHD dan VAH. Namun masuknya VNX series ke pasar semakin makin mengukuhkan eksistensi Volvo di pasar truk di wilayah yang sangat kompetitif ini, dimana Kenworth adalah market leader-nya.

Hal ini merupakan bagian dari strategi Volvo, seperti yang diungkapkan Magnus Koeck, vice president of marketing Volvo Trucks Amerika Utara, “Volvo memiliki positioning yang sangat kuat di pasar truk angkutan jarak jauh secara global. Peluncuran truk VNX series merupakan langkah awal untuk mencapai posisi yang sama di Amerika Utara.”

Berbeda dengan varian Volvo sebelumnya, VNX series tidak mengutamakan besarnya horsepower truk, namun pada efisiensi terutama konsumsi bahan bakar dan kenyamanan. Menggunakan engine Volvo D13, truk ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 500 Hp dan torsi 2500 Nm. Bila customer membutuhkan horsepower dan torsi yang lebih besar, opsi dengan menggunakan engine Cummins X15 bisa dipilih. Dengan opsi ini truk Volvo VNX mampumenghasilkan tenaga mencapai 605 Hp dan torsi 2780 Nm.

Volvo VNX dilengkapi transimisi otomatis yang memberikan kenyamanan bagi pengemudi saat mengemudi di wilayah perkotaan. Umumnya truk-truk angkutan jarak jauh berkategori heavy duty menggunakan transmisi manual.

Hino XL Series

Selama ini truk-truk Hino lebih dikenal sebagai truk-truk yang handal pada jarak pendek dan menengah di kelas kecil sampai dengan medium (kelas 1 – 6 pada pengklasifikasian truk di Amerika Serikat), namun seperti juga Volvo, Hino memandang pasar Amerika Utara sebagai pasar yang sangat menjanjikan. Masuknya Hino di segmen truk kelas 7 dan 8 merupakan kali pertama.

Peluncuran truk-truk Hino dikelas ini dilakukan pada ajang Work Truck Show di Indianapolis, Indiana, awal Maret 2018 lalu. Hino sekaligus meluncurkan 2 model truk terbarunya, yaitu XL7 yaitu truk kelas 7 dan XL8, truk kelas 8.

Ditawarkan dengan 2 varian: rigid dan tractor head, XL7 dan XL8 menggunakan engine diesel Hino A09 8.9L inline 6 silinder. Dengan engine ini, baik XL7 maupun XL8 memiliki tenaga maksimum 360 Hp dan torsi 1560 N.m. Hino memang mendesain truk-truk ini bukan menekankan pada besarnya horsepower dan torsi namun kepada keamanan dan kenyamanannya.

Fitur active safety dengan pengontrolan kestabilan secara elektronik merupakan fitur standar dari kedua model pada varian tractor head. Dengan fitur ini pengemudi tidak perlu kuatir truk terguling saat melaju pada jalan menikung. Fitur lainnya yang tidak kalah ciamik adalah fitur mitigasi tabrakan. Dengan fitur ini, pengemudi dapat mendeteksi adanya obyek-obyek yang mendekat pada truk, sehingga tabrakan bisa diantisipasi sebelumnya. Selain itu, tersedia juga fitur-fitur opsional seperti payload management suspension dan body builder optimized design.

Pengemudi juga sangat dimanjakan dengan fitur-fitur di dalam kabin yang ergonomis, good styling, dan multi fungsi, seperti kabin dan kursi pengemudi yang dilengkapi suspensi udara, hands-free Bluetooth audio/calling, steering wheel controls, LED headlights dan cruise control.

(TP)

Leave a Comment