Dressta TD40E, Dozer Tangguh Untuk Pertambangan

Pertambangan dianggap sebagai industri yang paling ekstrim, dimana ratusan bahkan mungkin ribuan peralatan berat bekerja selama 24 jam sehari dan hampir 365 hari dalam setahun dengan tujuan memproduksi bahan tambang yang berguna dalam kehidupan manusia. Pada industri pertambangan, alat berat yang handal menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pertambangan itu yang terlihat dari pencapaian target produksi.

Untuk itu, pertambangan sering dianggap ‘kawah candradimuka’ bagi sebuah alat berat. Jika alat berat itu mampu bekerja dengan baik tanpa mengalami banyak masalah yang berarti, maka alat berat itu dianggap ‘lulus tes’ dan mampu beroperasi di industri-industri lain lebih baik lagi. Namun kehandalan sebuah produk alat berat tidak hanya tergantung dari kualitas alat berat tersebut, kualitas maintenance yang dilakukan berperan penting dalam membuat alat berat bisa beroperasi dengan baik selama usia ekonomisnya.

Salah satu alat berat yang dikenal handal pada pertambangan adalah dozer Dressta TD40E. Alat berat ini terbukti mampu beroperasi dengan baik di berbagai medan pertambangan yang ekstrim di berbagai belahan dunia.

Dilengkapi engine diesel Cummins QSK19 19L 6 silinder turbocharged yang mampu menghasilkan output 520 Hp, Dressta TD40E dilengkapi berbagai fitur yang mempermudah pengoperasian dan maintenance-nya, diantaranya sistem electrohydraulic untuk pengaturan berbagai gerakan attachment, pengaturan komponen dengan sistem modular , sistem steering dua kecepatan, final drive double reduction, kapasitas blade besar dengan beberapa pilihan blade, kabin yang nyaman dan jauh dari kebisingan, kursi operator dengan suspensi udara, serta joystick dan panel-panel yang didesain secara ergonomis.

Salah satu fitur penting yang dibutuhkan sebuah bulldozer untuk bekerja di area pertambangan adalah kemampuan mendorong material secara halus namun bertenaga. Tanpa memiliki kemampuan ini, sebuah bulldozer akan bekerja secara tidak efisien karena akan membuat pekerjaan dozing menjadi lambat karena diperlukan pemindahan posisi unit karena tidak mampu mendorong material besar dan keras yang ditemukan.

Dengan drawbar pull maksimum 1162 kN yang terbesar di kelasnya, TD40E memiliki perbandingan drawbar pull vs speed yang terbesar. Sebagai informasi, drawbar pull merupakan tenaga maksimum yang dihasilkan sebuah bulldozer untuk mendorong material. Semakin besar angka ini menunjukkan bulldozer ini mempunya kekuatan lebih besar. namun drawbar pull yang besar belum menjadi ukuran kekuatan sebuah bulldozer, angka ini perlu dibandingkan dengan kecepatan bulldozer saat mengerahkan kekuatan maksimum saat mendorong material. Dengan kekuatan yang besar ini TD40E mampu mengatasi material-material yang keras dan basah dengan produktivitas lebih tinggi dibanding pesaing-pesaingnya.

TD40E menggunakan sistem transmisi automatic powershift 6 percepatan maju dan 6 percepatan mundur. Penggunaan sistem transmisi ini akan membuat pergantian gigi berlangsung dengan halus. Saat mendorong material yang keras dan berat, seperti tanah liat basah yang berbatu, sistem transmisi TD40E akan secara otomatis menurunkan gear untuk meningkatkan drawbar pull. Operator hampir tidak merasakan perubahan gear ini. Seperti kita tahu, faktor kenyamanan operator berperan besar terhadap produktivitas sebuah alat berat. Operator hanya perlu fokus terhadap area-area yang akan didozing, tanpa harus berulang kali mengubah gear.

Dengan sistem transmisi ini, TD40E juga mampu bermanuver dengan mudah, dengan steering dua tingkat percepatan. Pada umumnya bulldozer menggunakan satu tingkat percepatan saat berbelok atau berputar. Fitur ini sangat penting bila bulldozer harus sering berpindah lokasi saat mendorong material. Operator bisa menambah kecepatan bahkan saat berputar 1800 (U-Turn).

Output dari engine kemudian disalurkan pada final drive bersistem double reduction. Sebetulnya final drive tipe ini sudah umum digunakan pada bulldozer. Namun perlu juga dicatat, masih ada sebagian bulldozer yang menggunakan transmisi tipe single reduction. Keuntungan dari tipe double reduction adalah output dari engine bisa lebih dioptimalkan untuk menggerakkan final drive. Alhasil, torsi yang dihasilkan final drive pun menjadi lebih besar. Keuntungan lainnya dari final drive bertipe double reduction adalah ruang yang dibutuhkan bagi final drive lebih sedikit, sehingga mampu mengurangi bobot (walaupun tidak terlalu signifikan) dan ground clearance yang lebih tinggi.

Fitur lainnya yang menjadi fitur unggulan unit adalah sistem modular yang diterapkan pada berbagai komponen penting sistem hidraulik dan sistem pendingin. Dengan arsitektur modular ini, jika terjadi masalah pada satu bagian komponen efeknya tidak begitu berpengaruh terhadap fungsi kerja unit secara keseluruhan. Keuntungan lainnya dengan sistem modular ini, saat dilakukan proses perbaikan atau maintenance menjadi lebih mudah karena tidak perlu membongkar seluruh sistem yang bermasalah.

Untuk blade, TD40E memiliki 3 opsi blade, yaitu Semi-U untuk material umum, seperti soil, tanah liat atau batuan yang lengket, Full-U untuk material-material lebih ringan yang tidak lengket, seperti pasir, batubara, dll, dan coal blade yang cocok digunkan khusus di stockpile karena memiliki volume yang besar.

Di Indonesia, penjualan dan layanan purna jual dari bulldozer Dressta dipegang oleh PT. Kobexindo Tractors, Tbk. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Dressta TD40E, silakan hubungi:

PT. Kobexindo Tractors, Tbk.
Kobexindo Tower
Jl. Pasir Putih Raya Blok E-5-D,
Ancol, Pademangan, Jakarta Utara 14430
Telp. : +6221 6470 0800, 6470 0808 (hunting)
Fax : +6221 6470 0900, 6470 0909
Email : info@kobexindo.com
Website : http://www.kobexindo.com

(HP)

Leave a Comment