End Dump atau Side Dump Dalam Pro dan Kontra

Pada ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), PT. Chakra Jawara, distributor heavy-duty truck Iveco menampilkan salah satu truk Iveco bertipe side dump di boothnya. Kehadiran dump truck berwarna putih ini cukup menyedot perhatian pengunjung event ini. Memang, kita jarang sekali atau mungkin sebagian dari kita tidak pernah melihat truk-truk yang bertipe side dump. Dump truck yang sering kita lihat sehari-hari merupakan dump truck bertipe end dump, yaitu dump truck yang membuang material dengan cara bertumpu pada bagian belakang (end) dari truk.

Di Indonesia truk-truk bertipe side dump banyak terlihat di pertambangan batu bara, truk-truk ini digunakan sebagai hauling truck untuk mengangkut batu bara dalam jarak yang cukup jauh, mencapai puluhan kilometer. Penggunaan side dump pada hauling truck ini sangat sesuai dengan kebutuhan di pertambangan mengingat panjang dari masing-masing boggy yang mencapai belasan meter tidak memungkinkan menggunakan truk-truk bertipe end dump.

Namun apakah side dump hanya cocok digunakan di area-area pertambangan? Atau, apakah end dump merupakan tipe dump truck yang paling sesuai untuk proyekproyek konstruksi dll diluar pertambangan?

Umumnya end dump memiliki ketinggian sisi bak yang lebih tinggi dari side dump, karenanya end dump bisa membawa material dalam volume yang lebih besar dari side dump. Namun end dump dikenal kurang stabil, terutama saat melakukan dumping pada area yang memiliki kontur medan buruk. Kesalahan dalam melakukan dumping pada area-area seperti ini dapat mengakibatkan truk-truk bertipe side dump terguling. Situasi ini sering terjadi saat dump truck menaikkan dump body sampai ketinggian maksimum. Bila material yang ada di dump body tidak terdistribusi dengan baik dan posisi ban truk tidak rata, maka sangat mungkin dump truck akan terguling.

Namun disamping kekurangan dari end dump, end dump memiliki kelebih-kelebihan dibanding end dump. Disamping volume material yang diangkut lebih besar dari end dump, end dump sangat cocok digunakan pada area-area yang sempit yang membutuhkan manuver dari truk sebelum dan sesudah membuang material. Sebaliknya side dump cocok digunakan pada area yang cukup luas dalam lintasan yang bisa dikatakan lurus karena tidak dibutuhkan manuver dari truk. Selain itu, untuk membuang material waktu yang dibutuhkan side dump lebih cepat dari end dump karena untuk membuang material tidak membutuhkan ketinggian yang cukup tinggi seperti pada end dump. Pada beberapa aplikasi, dump trcuk bisa membuang material dengan truk tetap berjalan, satu hal yang hampir mustahil dilakukan truk-truk bertipe end dump.

Namun perlu diperhatikan, material yang diangkut truk-truk bertipe side dump sebaiknya adalah material dengan tingkat kohesif yang rendah. Jangan menggunakan side dump untuk mengangkut material yang lengket, misalnya tanah basah, tanah liat, ash (debu hasil pembakaran batu bara), atau material tanah pada pertambangan nikel adalah contoh-contoh material yang diharamkan diangkut oleh truk-truk bertipe side dump, karena material akan sulit terbuang.

Dari sisi harga, harga dump body betipe side dump cenderung lebih mahal dibanding end dump karena membutuhkan persyaratan-persyaratan khusus saat pembuatannya. Namun biaya investasi yang lebih mahal ini akan tertutupi dengan usia pakai side dump yang lebih panjangdibanding end dump, karena friksi antara material yang diangkut dengan material dump body lebih kecil dibanding friksi yang terjadi pada end dump.

(TM)

Leave a Comment