Technology Update

Engine HDPI, Engine Masa Depan?

Penggunaan bahan bakar minyak bumi yang masif semenjak Revolusi Industri telah menyebabkan cadangan minyak bumi semakin menipis. Kebutuhan energi dunia yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya taraf kehidupan manusia, membutuhkan energi yang besar. Sayangnya kebutuhan yang meningkat ini tidak dibarengi dengan pengembangan energi alternatif yang terbarukan, sehingga konsumsi minyak bumi terus meningkat. Karakteristik bahan bakar minyak bumi yang memiliki nilai bakar tinggi menyebabkan energi ini disukai. Bisa dikatakan, hampir semua mesin-mesin yang ada pada saat ini menggunakan bahan bakar minyak.

hdpi

Namun pada waktu belakangan ini, didorong oleh kesadaran mengenai kelangkaan energi yang mungkin pada suatu saat nanti bisa menimbulkan krisis energi dunia, mendorong beberapa pabrikan engine untuk mengembangkan engine yang dapat menggunakan energi alternatif. Salah satunya adalah Westport, Inc, pabrikan asal Kanada yang juga dikenal dengan produk-produk inovatifnya, mengembangkan engine-engine berteknologi baru yang dinamakan HDPI. HDPI merupakan kepanjangan dari High Pressure Direct Injection. Engine HDPI ini menggunakan campuran gas LNG dan solar untuk menghasilkan pembakaran pada saat yang hampir sama. Bisa dikatakan inilah engine dual fuel murni.

Engine diesel yang berbahan bakar solar menghasilkan tenaga yang besar, sehingga engine ini disukai untuk digunakan pada aplikasi-aplikasi yang membutuhkan tenaga yang besar, seperti pada aplikasi alat berat. Di sisi lain engine gas, memiliki karakteristik biaya operasi yang rendah karena murahnya harga gas, namun memiliki kelemahan yaitu tenaga yang dihasilkan tidak sebesar mesin diesel. Untuk itu, engine HDPI ini menggabungkan kelebihan mesin diesel, yaitu tenaga besar yang dihasilkan, dengan kelebihan engine gas yaitu berbiaya rendah.

Engine HDPI prinsip bekerjanya adalah sebagai berikut :

hdpi2hdpi4

 

 

 

 

 

 

 

Saat piston mencapai Top Dead Center (TDC) pada langkah kompresi, solar disemprotkan dengan injector khusus. Disini pembakaran yang ditimbulkan adalah pembakaran seperti mesin diesel pada umumnya yang menggunakan tekanan tinggi. Pembakaran ini menyebabkan piston terdorong ke bawah. Saat piston mencapai posisi 5% dari TDC, gas LNG disemprotkan ke ruang bakar dengan injector yang sama. Gas yang disemprotkan mempunyai tekanan 300 bar yang sekaligus merupakan bahan bakar utama. Saat gas disemprotkan, busi yang didisain khusus untuk engine HDPI memercikkan api yang langsung membakar gas yang sudah ada di ruang bakar dan mendorong piston hingga mencapai titik Below Dead Center (BDC) dan memutar crankshaft. Proses ini kembali berulang dengan piston kembali bergerak ke atas dan terjadi secara simultan pada semua piston.

Untuk mengembangkan teknologi ini, Westport bekerjasama dengan 2 produsen engine, yaitu Cummins dan Weichai. Pengembangan engine ini saat ini memasuki masa uji coba, dimana Weichai selangkah lebih maju dengan sudah menguji coba pada truk komersial di Tiongkok.

hdpi_trial

Namun dengan kondisi harga minyak bumi yang menurun, menyebabkan perbedaan harga antara solar dengan gas tidak terlalu besar, menyebabkan proyek ini masih ‘wait and see’ untuk masuk dalam tahap produksi masal.

Kita tunggu saja, akankah engine berteknologi ini akan menjadi engine masa depan.

 

(ES)

Leave a Reply