ETF Mining Truck, Mining Truck Inovatif yang Berawal dari Indonesia

Bila kita menyimak perkembangan mining truck, kita bisa melihat perkembangan yang cukup signifikan baik dari bentuk, teknologi maupun ukurannya. Bila sekitar 100-an tahun yang lalu mining truck tidak ada bedanya dengan truk-truk yang digunakan sehari-hari. Pada saat ini kita bisa melihat berbagai truk mining dengan desain modern dan ukuran yang sangat besar. Namun mining truck yang kita lihat hari ini juga akan terlihat kuno dengan kehadiran mining truck besutan ETF ini. Yang lebih mengagetkan lagi, pengembangan ETF Mining Truck ini ide awalnya berasal dari Indonesia oleh seorang yang pernah tinggal dan menetap di Indonesia !!!

etf_dump_truck_equipina

ETF (European Truck Factor) adalah sebuah perusahaan asal Slovenia yang memproduksi ETF Mining Truck. Eddy de Jongh, CEO dari ETF , merupakan seorang warganegara Belanda yang pernah tinggal di Indonesia selama beberapa tahun. Periode 1994 – 1998, Eddy memimpin sebuah perusahaan yang menjadi representatif dari truk Ginaf di Indonesia, PT Ginaf Indonusa Perkasa. Sebagai informasi, Ginaf merupakan brand truk asal Belanda. Truk berkategori heavy duty truck ini dikenal sangat handal dan banyak digunakan di Eropa. Di Indonesia, truk-truk Ginaf pernah digunakan di Kaltim Prima Coal, Sangatta sebagai hauling truck.

Dari pengalaman di lapangan yang ditemukannya, Eddy mengamati Rigid Dump Truck (RDT) yang banyak digunakan di site-site pertambangan di Indonesia memiliki kelemahan saat melintasi medan buruk. Kelemahan ini makin nyata saat ban dump truck melindas batu besar pada sebuah sisi tebing. Mekanisme dari ban RDT yang kaku bisa menyebabkan RDT tergelincir yang tidak mustahil menyebabkan dump truck terjungkal ke jurang. Problem lainnya yang sering ia temukan, kegiatan operasional di mining area akan berhenti saat turun hujan karena dump truck akan harus berhenti beroperasi berkaitan dengan masalah safety. Di negara tropis seperti Indonesia yang frekuensi turunnya hujan sangat tinggi, kegiatan operasional di mining area akan banyak berhenti karena masalah cuaca ini.

Hal ini sangat mengganggu pikirannya. Periode 1998 – 2003, berturut-turut ia memimpin 2 perusahaan lainnya di Indonesia, sebelum ia hijrah ke Uni Emirat Arab, memimpin sebuah perusahaan manufaktur truk selama beberapa tahun. Di perusahaan inilah awal perkenalannya dengan ETF, sebuah pabrikan alat berat asal Slovenia, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke ETF.

Di bawah kepemimpinannya, ETF mendesain truk mining yang sangat berbeda baik secara desain maupun berbagai fitur yang disematkan pada truk ini. ETF Mining Truck sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 2014. Tanpa gembar-gembor yang menghebohkan ETF Mining Truck segera mendapat apresiasi dari berbagai perusahaan terkemuka dunia.

etf_dump_truck_equipina_1

Desain dari ETF Mining Truck sangat berbeda dari mining truck konvensional, kalau bisa dikatakan futuristik. Bercat hijau daun, ETF Mining Truck memiliki konsep desain yang menyatu antara kabin dan dump body. Ketimbang menggunakan 2 axle atau maksimum 3 axle, ETF Mining Truck menggunakan multi axle yang masing-masing terdiri dari 4 ban, 2 sisi kiri dan 2 sisi kanan. Bila rigid dump truck konvensional hanya bisa berbelok menggunakan axle depan, ATF Mining Truck bisa berbelok di semua rodanya secara independen.

Dengan kemampuan ini, ATF Mining Truck bisa berbelok di lokasi yang sempit dengan mudah. Selain itu truk ini masing-masing bannya bisa berosilasi menyesuaikan dengan kontur medan. Seperti problem yang sering dilihat oleh Eddy semasa di Indonesia, axle dari RDT yang kaku membuat ban-ban RDT tidak bisa berosilasi saat ban melindas batu yang berukuran cukup besar. Hal ini diperbaiki dengan mekanisme axle dari ETF Mining Truck yang fleksibel. Bahkan saat ada ban yang mengalami kempes atau pecah ban, ETF Mining Truck tetap bisa beroperasi dengan aman dan nyaman, berkat sistem traksi yang mengatur ketinggian ban yang mengalami problem untuk menyesuaikan dengan kontur jalan.

Sebagai sumber tenaga, truk ini menggunakaan 100% electric engine yang sumber tenaganya berasal dari batere-batere, sehingga truk ini memiliki kadar emisi 0%. tetapi walaupun menggunakan tenaga elektrik, nyatanya truk-truk mining ETF ini memiliki kemampuan sangat besar kalau bisa dikatakan merupakan truk-truk terbesar di dunia. Range produk-produk ETF Mining Truck dari mulai 180 ton (2 axle) sampai yang terbesar 774 ton (8 axle). Bahkan jika dibutuhkan kapasitas yang lebih besar, ETF Mining Truck bisa digandeng dengan unit lainnya seperti rangkaian lokomotif dan gerbong-gerbongnya.

 

(ES)