Events

Exclusive Seminar : Human Resources as Strategic Corporate Business Partner

Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci keberhasilan setiap perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Pengelolaan sumber daya manusia harus menjadi perusahaan. Konsep lama yang menganggap karyawan adalah aset apalagi sebagai alat produksi, pelan-pelan mulai ditinggalkan. Bahkan belakangan ini konsep human capital yang beberapa tahun yang lalu dianggap sebagai konsep yang paling maju maju dalam memandang sumber daya manusia, mulai bergeser menjadi human engine.

Pada saat ini, yang menjadi tantangan bagi setiap perusahaan adalah bagaimana membuat karyawan bekerja dengan maksimal untuk memberikan kontribusi bagi perusahaan. Untuk itu peranan praktisi HR (Human Resources), di suatu perusahaan sangat vital, karena proses penerimaan karyawan yang dimulai dari HR. Seorang HR harus bekerja dengan visi, apakah karyawan yang akan direkrut ini akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun sayangnya praktisi HR di perusahaan-perusahaan kebanyakan belum berorientasi bisnis, sehingga seringkali proses rekruitmen menjadi sekedar pemenuhan kebutuhan perusahaan.

Menyadari akan pentingnya hal itu, INTA Institute, sebuah divisi di bawah Intraco Penta Group, yang memfokuskan kepada upaya pengembangan sumber daya manusia mengadakan Exclusive Seminar yang bertema Human Resources as Strategic Corporate Business Partner pada hari Jumat, 31 Maret 2016. Sebagai narasumber dari seminar ini adalah Bapak Moh. Effendi Ibnoe, Direktur dan Chief Human Energy Officer Intraco Penta Group dan Ibu Indra Prastomiyono, Direktur/GGOD MNC Media Group. Seminar yang berlangsung di Hotel Amaris Pancoran ditujukan bagi praktisi-praktisi HR dari berbagai perusahaan untuk memberikan wawasan tentang konsep HR yang penting untuk diperhatikan, sehingga diharapkan nantinya dapat dikembangkan di masing-masing perusahaan dimana mereka bekerja.

Menjelang pukul 13.00, para peserta mulai berdatangan dan melakukan registrasi di meja resepsionis. Panitia menyambut para peserta dengan ramah dan profesional, untuk dibimbing memasuki ruangan seminar.

IMG_20160331_125020

Setelah melalui serangkaian kata sambutan dan ditutup dengan doa, Bapak Effendi Ibnoe memulai seminar dengan membawakan topik mengenai Talent Management. Bapak Effendi memaparkan contoh yang diterapkan di Intraco Penta Group. Konsep Talent Management yang ada di INTA Group mengadopsi konsep yang diterapkan di General Electric yang dinamakan Session C. Hal ini tidak mengherankan, karena Bapak Effendi pernah menjabat sebagai HR Director di GE Indonesia. Bapak Effendi menyampaikan perlunya interaksi yang dimulai dari top management ke level-level di bawahnya dalam menjaring karyawan-karyawan yang sangat potensial untuk dimasukkan dalam Talent Pool, untuk itu sistem penilaian karyawan yang sistematis dan terintegrasi menjadi kuncinya. Dengan peranan setiap manager dari mulai level terendah sampai tertinggi akan menghasilkan sejumlah karyawan-karyawan yang memiliki rating di atas rata-rata yang layak untuk dipersiapkan untuk tanggung jawab yang lebih besar. Untuk itu, seorang atasan adalah juga seorang mentor bagi bawahannya dan keberhasilan seorang atasan dalam mementori bawahannya juga menjadi dasar penilaian bagi dirinya apakah layak untuk dipromosikan.

DSCN2240

Ibu Indra Prastomiyono melanjutkan seminar dengan topik Human Resources Business Partner Role. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Bapak Effendi, Ibu Indra menyatakan “Good people dibentuk oleh inkubator”, dengan kata lain seorang pemimpin harus melalui serangkaian proses pengembangan sehingga nantinya layak untuk dipromosikan. Pendekatan bertingkat (cascading) perlu dilakukan dari mulai level tertinggi sampai dengan level terendah. Disini harus disediakan ruang untuk memberikan upan balik (feedback) dari bawahan kepada atasan. Berdasakan pengalaman Ibu Indra, pada saat diberikan kesempatan untuk memberikan feedback, beliau tidak pernah menemukan karyawan yang tidak setuju dengan sistem penilaian karyawan. Ketidakpuasan pasti ada, namun adanya kepuasan dan ketidakpuasan justru merupakan indahnya dinamika organisasi, yang terpenting segala sesuatu harus transparan dan terukur. Penilaian karyawan harus dapat menghasilkan penilaian yang berbeda bagi setiap individu dan sudah menjadi tugas bagi perusahaan untuk memberikan penghargaan yang berbeda tergantung kinerja yang diberikan oleh setiap karyawan.

Menjelang akhir seminar, peserta diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada kedua narasumber. Dengan antusias para peserta mengajukan pertanyaan yang dijawab secara bergantian oleh Ibu Indra maupun Bapak Effendi.

DSCN2243DSCN2244

 

 

 

 

 

 

 

Pada pukul 17.00 seminar pun ditutup dengan foto bersama. Terlihat wajah-wajah puas di setiap peserta yang telah mendapatkan wawasan baru untuk diterapkan di perusahaan masing-masing, sehingga mereka dapat membawa perubahan di tempat bekerjanya yang akan membuat bisnisnya menjadi lebih baik lagi.

 

(ES)

 

 

Leave a Reply