Fenomena Blank Firing Pada Pengoperasian Hydraulic Breaker

Hydraulic breaker atau breaker merupakan tools untuk pekerjaan penghancuran (demolition) yang paling umum dan murah pada berbagai pekerjaan konstruksi, pertambangan atau quarry. Berbagai merek breaker bisa diperoleh dengan mudah. Pengoperasiannya juga cukup mudah, tinggal dipasangkan sebagai attachment pada alat berat seperti excvator atau skid steer loader, breaker sudah langsung bisa digunakan.

Namun penggunaan breaker yang umum yang tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik akan menyebabkan kerusakan breaker yang ujung-ujungnya biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan meningkat. Breaker seperti attachment alat berat pada umumnya membutuhkan cara pengoperasian yang tepat agar breaker tersebut bisa bertahan lama. Salah satu fenomena yang sering timbul pada pengoperasian breaker adalah Blank Firing.

Blank firing adalah situasi dimana breaker tetap bekerja/difungsikan dengan tidak ada material yang hydraulic_breaker_blank_firing_equipinadihancurkan. Situasi ini bisa disebabkan banyak hal, antara lain material keras yang dihancurkan memiliki retak-retak sehingga saat chisel (ujung dari breaker) menyentuh material, chisel relatif tidak menemukan penghalang karena dengan gaya tumbukan yang rendah saja, material langsung hancur sehingga breaker menumbuk ruang kosong. Contoh situasi lain terjadinya blank firing adalah pada saat pengoperasian breaker, operator meninggalkan unit alat berat karena ada suatu keperluan dan membiarkan breaker tergantung di udara sementara waktu dengan breaker dalam mode bekerja.

Efek dari terjadinya blank firing pada breaker adalah kerusakan inner part dari breaker, bahkan bila dibiarkan terjadi dalam waktu yang lebih lama tidak mustahil excavator atau alat berat yang digunakan mengalami kerusakan.

Mungkin Anda bertanya, mengapa breaker yang sedang tidak bekerja memukul material bisa mengalami kerusakan? Padahal seperti yang kita ketahui rusaknya sebuah produk, apapun produknya, kebanyakan disebabkan karena penggunaannya. Dengan bekerja secara maksimum dan terus menerus, sebuah produk akan mengalami kerusakan. Namun pada blank firing ini, sekalipun breaker bekerja namun bisa dikatakan tidak menumbuk material keras. Untuk memahami itu kita perlu memahami cara bekerja sebuah breaker.

hydraulic_breaker_blank_firing_equipina_1

Sebuah breaker bekerja dengan menggunakan gaya hidrodinamik yang dihasilkan dari unit alat berat. Oli hidraulik dipompa oleh sebuah pompa hidraulik sehingga menghasilkan tekanan (pressure). Oli hidraulik ini kemudian masuk ke dalam breaker melalui sebuah in-port dan mengisi sebuah chamber. Masuknya oli hidraulik memenuhi ruangan chamber akan mendorong sebuah piston, dimana piston ini pada bagian ujungnya mendapatkan gaya dorong dari gas Nitrogen (N2) pada ujung lainnya pada arah yang berlawanan. Karena gaya dorong dari oli hidraulik lebih besar dari gas N2 menyebabkan piston terdorong dan membuka sebuah spool valve, oli hidraulik pun mengalir melalui valve dan mendorong chisel. Inilah yang menyebabkan terjadinya gerakan chisel menumbuk material keras.

Pada saat terjadinya tumbukan, material memberikan gaya reaksi (reverse force) yang mendorong chisel bergerak kembali ke atas. Gerakan chisel ke atas menyebabkan tekanan balik terjadi pada oli hidraulik dan mengalir kembali melalui valve dan mendorong piston ke bawah. Sebuah akumulator yang mengakumulasikan tekanan selama proses berlangsung akan memperbesar tekanan yang mendorong piston. Proses kembali berulang.

Selama proses tumbukan dan rilis tekanan, energi tumbukan yang dihasilkan ditransmisikan pada material keras yang ditumbuk. Namun pada situasi blank firing, karena tidak adanya energi yang berpindah menyebabkan terjadinya akumulasi energi. Sesuai dengan hukum kekekalan energi, energi ini akan dikembalikan ke sistem breaker yang wujudnya berupa tekanan balik yang besar pada piston, valve,akumulator, dll. Besarnya energi ini mampu merusak piston dan bagian-bagian lain berupa hentakan keras. Hentakan inilah yang bisa merusak part-part internal dari breaker bahkan bisa memberikan tekanan balik (pressure back) pada sistem hidraulik alat berat yang bisa mengakibatkan kerusakan.

Untuk menghindari terjadinya blank firing, operator harus berkonsentrasi pada pekerjaannya, sehingga saat terasa breaker menumbuk ruang kosong, ia bisa dengan cepat menonaktifkan breaker. Bila dengan sangat terpaksa sang operator harus meninggalkan unit alat berat, ia harus memastikan breaker sudah dinonaktifkan.

hydraulic_breaker_operation_equipina

Beberapa produk breaker keluaran terbaru dari merek-merek tertentu sudah memproduksi breaker yang telah dilengkapi fitur anti blank firing yang secara otomatis akan merilis tekanan dari oli hidraulik yang berlebihan, sehingga fenomena blank firing ini tidak akan merusak breaker. Yang perlu diperhatikan oleh operator, saat akan mengoperasikan sebuah breaker adalah memastikan ada tidaknya fitur ini disamping mengontrol breaker dengan baik saat beroperasinya.

 

(TP)