Foto : Berbagai Produk Articulated Dump Truck (ADT) Kelas 60 Ton

Articulated Dump Truck (ADT) merupakan salah satu jenis alat berat yang paling banyak digunakan di area pertambangan di Indonesia saat ini. Meningkatnya popularitas ADT terlihat dari jumlah populasi ADT di pertambangan yang terus meningkat. Dari sisi produk, kepopuleran ADT terlihat dari semakin besarnya kapasitas angkut ADT, yang mungkin suatu saat nanti akan menyamai kapasitas Rigid Dump Truck. Perkembangan terakhir, ADT dengan kelas 60 ton mulai diproduksi oleh berbagai merek alat berat terkemuka. Simak produk-produk berikut ini.

Nama besar Volvo untuk alat berat berjenis Articulated Dump Truck ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebagai pionir dari ADT, Volvo selalu yang terdepan dari sisi teknologi dan inovasi dengan selalu meluncurkan produk-produk ADT yang sukses di pasaran. Kemunculan pertama kali A60H di Bauma 2016 segera menyedot perhatian berbagai kalangan. Desainnya yang futuristik ditambah berbagai fitur yang disematkan pada A60H ini membuat Volvo A60H menjadi salah satu bintang pada Bauma 2016. Menggunakan engine Volvo, 16 liter, 663 Hp, A60H menawarkan fitur-fitur unggulan khas Volvo: 100% differential lock, boggie yang cocok untuk berbagai kondisi medan, hidro mechanical steering dan suspensi depan bersistem active hydraulic yang mampu membuat unit melaju lebih cepat pada medan-medan yang ekstrim.
Diluncurkan pertama kali pada Bauma Africa 2013 di Johannesburg, Afrika Selatan, sesungguhnya Bell B60E merupakan ADT kelas 60 ton pertama di dunia untuk kategori pertambangan terbuka, namun saat itu gaungnya belum begitu terdengar. Barulah setelah Bauma 2016 di Jerman, Bell B60E makin mendapat perhatian dari masyarakat dunia. Menggunakan engine Mercedes-Benz 577 Hp, 6 silinder segaris dengan transmisi Allison 7 percepatan. Sedikit berbeda dengan ADT pada umunya dengan konfigurasi drive 6x6, Bell B60E menerapkan konfigurasi 4x4 seperti pada Rigid Dump Truck (RDT) namun dengan kemampuan mengatasi medan-medan ekstrim yang menjadi ciri khas sebuah ADT. Rencananya dalam waktu dekat, PT. Hexindo Adiperkasa, sebagai dealernya akan meluncurkan Bell B60E ini.
Jauh sebelum tren berbagai merek alat berat berat memproduksi ADT kelas 60 ton, Caterpillar sudah terlebih dahulu memproduksi ADT berkapasitas 60 ton. Namun berbeda dengan ADT 60 ton dari merek-merek lain, ADT 60 ton dari Caterpillar ini, Cat AD60, ditujukan untuk underground mining. Diluncurkan pada tahun 2012, Cat AD60 ini mempunyai tampilan lebih pendek dari ADT yang beroperasi di pertambangan terbuka, sesuai tuntutan operasi di pertambangan bawah tanah.
Diam-diam negara Tirai Bambu, Tiongkok, tidak mau kalah dengan pabrikan alat berat terkemuka lainnya dengan memproduksi ADT kelas 60 ton. XCMG merupakan pionir dari antara merek-merek Tiongkok yang memproduksi ADT kelas terbesar saat ini, dengan XDA60E. Unit ini merupakan ADT pertama yang menerapkan teknologi AC Drive sebagai pengganti mekanikal driveline, disamping pengereman yang menggunakan sistem elektrikal.