Foto : Melihat Lebih Dekat Bus Listrik Produksi Mobil Anak Bangsa

Pada ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 yang berlangsung pada tanggal 1 – 4 Maret 2018 yang lalu, PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) menampilkan 2 prototipe bus listrik yang diproduksinya. Ide bus listrik ini sendiri digagas oleh Jendral TNI (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan RI, yang juga merupakan pendiri PT. Mobil Anak Bangsa.

Penampilan bus-bus listrik yang sedang menjalani tahap uji coba ini merupakan penampilan perdananya di depan publik. Prototipe pertama sudah menjalani ribuan kilometer dari Jakarta ke Jawa Tengah melalui jalan-jalan menanjak dan menurun serta cuaca yang ekstrim. Rencana berikutnya akan dilakukan uji coba kembali ke Jawa Timur. Setelah keduanya lulus pengujian secara internal, rencananya akan dilakukan pengajuan izin beroperasi di Indonesia kepada pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Walaupun masih dalam tahap uji coba, bus listrik ini telah mendapat sambutan positif dari pasar. Terbukti pada Sabtu, 3 Maret 2018 yang lalu telah ditandatangani penandatanganan pemesanan 150 unit bus oleh PO Pahala Kencana dan 50 unit bus dengan PO Sabar Subur, serta PT. Steady Safe, Tbk.. Dalam kesempatan ini PT MAB diwakili oleh Direktur Teknik PT. Mobil Anak Bangsa, Bambang Tri Sasongko, Komisaris PT. Mobil Anak Bangsa, Stephen K. Sulistyo dan disaksikan oleh Founder PT. Mobil Anak Bangsa, Jendral TNI (Purn) Moeldoko. Nantinya, PT. Infinity Mitra Utama akan menjadi dealer dari unit-unit bus MAB, sedangkan PT. MAB akan berfokus pada produksi dan pengembangan. Penandatanganan kerja sama juga dilakukan antara PT. MAB dengan PT. Angkasa Pura II (Persero). Kerja sama ini mengenai perencanaan kerja sama uji coba layanan operasi bus listrik MAB di Bandara Soekarno-Hatta.

Simak penampilan mobil listrik MAB ini dari dekat.

Bus MAB memiliki dimensi panjang 12 m, lebar 2,5 m dan tinggi 3,72 m dengan jarak sumbu roda 5,95 m. Bus dengan nomer seri MD255-XBE1 ini menggunakan motor elektrik HYQ 800-1200 sebagai penggeraknya. Motor ini dapat menghasilkan tenaga hingga 268 Hp dan torsi maksimal 2.400 Nm. Sedangkan sumber tenaganya berasal dari baterai berkapasitas 259,2 kWh yang bobotnya mencapai 2.290 kg.
Karoseri bus ini dibuat oleh New Armada asal Magelang. Penggunaan komponen produksi dalam negeri diklaim mencapai hampir 40%. Beberapa komponen penting seperti batere dan motor listrik masih diimpor dari Jepang. Transmisinya menggunakan transmisi ZF dari Jerman. Menurut pihak MAB, ke depannya kandungan lokal dari bus ini akan terus ditingkatkan.
Bus berkategori low deck ini memiliki ground clearence 250 mm sehingga cukup ramah bagi kaum difabel. Kaum difabel bisa menaiki bus ini dengan mudah tanpa bantuan orang lain, cukup dengan sebuah plat baja yang dipasang miring. Sebagai informasi, seluruh desain bus listrik ini dilakukan sendiri oleh anak bangsa.
Jika dibandingkan dengan bus yang menggunakan BBM, bus listrik ini memiliki efisiensi yang tinggi. Jika bus yang menggunakan BBM biaya bahan bakar per km-nya Rp. 2000, maka bus listrik MAB hanya menghabiskan biaya Rp 800 per km-nya. Tidak hanya itu, bus listrik juga dikenal sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang (zero emission). Bus listrik ini juga bebas maintenance karena tidak membutuhkan oli seperti bus-bus konvensional yang menggunakan BBM. Dari sisi keselamatan, seperti pada KRL, bus ini mampu dihentikan seketika manakala terjadi situasi yang membahayakan tanpa pengereman mekanikal seperti bus konvensional. Pengereman cukup dilakukan dengan memanfaatkan arus balik (arus Eddy) yang bebas dari efek kegagalan pengereman.
Bus listrik MAB dilengkapi batere 259,2 kW buatan Jepang. Proses pengisiannya memakan waktu 2 - 2,5 jam. Setelah batere terisi penuh bus bisa melaju menempuh jarak 250 - 300 km (tergantung kondisi jalan). Kecepatan maksimumnya dibatasi hanya 70 km/jam.
Kapasitas angkut penumbang bus ini 60 orang, dengan komposisi penumpang duduk 39 orang dan sisanya berdiri. Dengan interior yang mewah, bus ini utamanya ditujukan sebagai bus angkutan di bandara-bandara. Untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang, bagian dalam bus ini dilengkapi beberapa layar HDTV. Sedangkan untuk pendingin udara yang digunakan yaitu TSD-LE Sanden dengan spesifikasi 400-800 VDC.

Leave a Comment