Hitachi EX8000-6, Produktivitas Raksasa Berdasarkan Teori Evolusi Hitachi

Apa yang terlintas di benak Anda saat membaca judul di atas? Apakah Hitachi membuat teori evolusi baru? Apakah Hitachi yang dikenal sebagai ‘tycoon’ alias sebuah group konglomerasi raksasa di dunia di bidang teknologi ini membuat terobosan teknologi untuk membuktikan kebenaran teori itu? Sama sekali bukan.

Teori evolusi yang dikemukakan Charles Darwin beberapa ratus tahun yang lalu yang mengundang kontroversi tidak saja pada zaman itu, melainkan sampai dengan saat ini. Salah satu bagian dari teori evolusi ini menyatakan yang bisa memenangkan kompetisi bukanlah individu yang terkuat atau yang paling cerdas, melainkan individu yang paling bisa beradaptasi mengikuti perubahan lingkungan dan meneruskan kelanjutan generasinya. Tentunya Anda sepakat, terlepas dari kebenaran dari Teori Evolusi Darwin, di bagian ini cukup relevan dengan situasi pada saat ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bagian inilah yang diadopsi oleh Hitachi Corp., induk dari Hitachi Construction Machinery yang memproduksi berbagai alat berat Hitachi, yang salah satunya giant excavator EX8000-6.

hitachi_ex_8000_equipina

EX8000-6 merupakan produk alat berat terbesar yang diproduksi oleh Hitachi. Bisa dikatakan EX8000-6 ini merupakan salah satu alat berat terbesar yang diproduksi manusia hingga saat ini. Namun seperti kita ketahui, tidak saja Hitachi yang memproduksi excavator berbobot lebih dari 800 ton seperti ini. Beberapa brand alat berat terkemuka dunia juga memproduksi excavator sekelas ini. Namun ketimbang memfokuskan diri mendesain giant excavator yang paling besar dan kuat serta paling cerdas, Hitachi memfokuskan diri memproduksi excavator yang bisa mengikuti kebutuhan penggunanya. Dengan kata lain, excavator yang paling bisa beradaptasi.

EX8000-6 menggunakan 2 buah engine Cummins QSKTA60-CE yang masing-masing mampu memberikan output 1940 Hp pada putaran 1800 rpm. Excavator ini memiliki 2 varian: front shovel dan backhoe. Untuk front shovel, volume bucket-nya 40 – 43 m3, sedangkan varian shovel memiliki volume bucket 38 – 43 m3. Dengan volume bucket sebesar ini, excavator ini bisa dipasangkan dengan dump truck kelas 220 ton dengan loading material sebanyak 4 phase atau dump truck kelas 300 ton dengan loading 4-5 phase.

Komitmen Hitachi untuk berfokus pada pada adaptasi terhadap tuntutan pekerjaan pada sektor pertambangan skala besar diterapkan pada fitur-fitur inovatif pada unit ini. Berbagai fitur canggih ini diaplikasikan pada 2 hal terpenting dari sebuah alat berat: operasional dan maintenance. Sebut saja fitur E-P Control yang mensinkronkan dan mengatur putaran engine dan pompa hidraulik sesuai dengan berat ringannya pekerjaan. Dengan mengoptimalkan kerja engine dan pompa hidraulik, sistem berbasis komputer ini mampu mengoptimalkan energi yang dihasilkan engine sehingga konsumsi bahan bakar pun bisa dihemat.

Fitur E-P Control ini didukung oleh fitur Flow-Assisting Circuit yang mengontrol control valve dan pompa hydraulik sehingga aliran oli hidraulik menuju silinder-silinder boom, arm dan bucket menjadi optimal. Alhasil dengan beban operasional yang dinamis, seperti saat melakukan digging dan dumping material ke atas dump truck, pergerakan silinder menjadi mulus.

Fitur-fitur operasional ini masih ditambah dengan Remote Machine Management (RMM). RMM ini merupakan fitur yang disediakan oleh Hitachi untuk unit-unit alat beratnya, tidak hanya bagi EX8000-6. Ini merupakan sistem monitoring unit alat berat berbasis satelit. Walaupun sistem sejenis juga banyak diterapkan oleh berbagai merek alat berat, namun yang membedakan RMM ini dibanding sistem sejenis adalah penggunaan komunikasi satelit yang menjadi standar dari unit-unit alat berat Hitachi.

hitachi_ex_8000_equipina_1

Sisi maintenance juga menjadi fokus dari Hitachi. Seperti kita ketahui maintenance erat hubungannya dengan operasional yang berdampak langsung terhadap biaya operasional dan availability unit. Salah satu fitur yang menjadi andalan Hitachi adalah Constant Correct Track Tension. Sistem yang menggunakan gas Nitrogen ini akan mengontrol ketegangan track melalui tekanan Nitrogen pada akumulator. Jika tekanan melebihi batas yang diizinkan, maka sekalipun excavator sedang bergerak (berpindah) maka excavator akan otomatis berhenti. Hal ini akan mengindarkan track mengalami ketegangan berlebih yang akan berpengaruh terhadap usia undercarriage dan komponen-komponennya.

Fitur penting lainnya yang berpengaruh terhadap maintenance adalah Flow Retarding Control yang bekerja pada akhir dari cylinder stroke dengan mengurangi efek kejutan saat silinder arm dan bucket mencapai batas maksimum atau minimumnya. Dengan fitur ini pergerakan dari silinder-silinder arm dan bucket menjadi lebih terkontrol dan memperpanjang usia dari silinder-silinder tersebut.

 

(ES)