Informasi Garansi Volvo Truck

Dalam investasi pembelian sebuah produk, salah satu pertimbangan penting adalah garansi. Garansi atau lazim pula disebut warranty adalah jaminan dari pihak produsen bahwa produk tersebut bebas dari kesalahan dalam produksi dan kegagalan material dalam jangka waktu tertentu. Garansi ini begitu pentingnya sehingga harus dimasukkan sebagai salah satu pertimbangan utama karena menggambarkan komitmen dari produsen dalam melayani pelanggannya. Semakin baiknya kebijakan garansi dari penjual akan mengurangi kerepotan yang dialami pembeli, sekaligus meminimalkan potensi biaya yang akan dikeluarkan.

Volvo Truck Corporation sebagai produsen truk kelas dunia menjamin semua produk-produk truk Volvo yang diproduksinya memiliki kualitas yang tinggi. Hal ini tidak terlepas dari komitmen produsen truk asal Swedia ini, sesuai dengan tagline-nya: Volvo for Life. Komitmen ini bukalah sekedar jargon marketing untuk kepentingan bisnis. Hal ini  tidak terlepas dari gaya hidup bangsa-bangsa Nordik, seperti Swedia, yang sangat mengutamakan kualitas hidup.

volvo_truck_garansi_equipina

Secara umum Volvo memberikan garansi pokok bagi produk-produk otomotifnya, termasuk truk, selama 12 tahun dan garansi driveline yang diperpanjang hingga 24 bulan terhitung sejak tanggal serah terima, tanpa pembatasan jarak tempuh. Pemberian garansi juga berlaku untuk berbagai perlengkapan yang tecantum di dalam kesepakatan pembelian. Pengecualian berlaku untuk perlengkapan dengan garansi khusus misalnya superstruktur, perlengkapan tambahan, ban, dan spare part lain yang telah dilindungi oleh garansi dari produsen yang bersangkutan.

Yang perlu diperhatikan, garansi 24 bulan berlaku untuk komponen driveline tertentu. Perpanjangan garansi 24 bulan memiliki batas jarak tempuh 200.000 km, sebagaimana dinyatakan dalam buklet garansi yang disertakan dengan truk. Hal yang lain, kebijakan garansi ini berlaku secara internasional yang berarti bahwa Volvo tidak memungut biaya apapun untuk perbaikan kegagalan material yang sudah dibuktikan atau kesalahan proses pekerjaan yang terjadi selama masa garansi.

Terlepas dari seberapa baik suatu produk, produk tersebut masih memerlukan servis berkala, penyetelan, dan penggantian suku cadang setelah masa pakai atau jarak tempuh tertentu. Hal ini dianggap sebagai koreksi keausan atau perawatan normal. Untuk koreksi atau perawatan normal seperti ini tidak termasuk dalam garansi yang berlaku.

Beberapa contoh pemeliharaan normal seperti penyetelan katup, peningkatan torsi dari hub roda, pegas, penyetelan dan service sistem kompresi udara, atau penyetelan bearing dan as roda. Sedangkan beberapa contoh keausan yang tidak termasuk garansi karena merupakan item yang habis terpakai adalah oli, gemuk, coolant, berbagai filter, sistem pembuangan (knalpot), lampu dan sekring, wiper, cakram kopling, kampas rem, peredam kejut, dll.

Untuk menghindari dibatalkannya garansi, hal-hal berikut harus diperhatikan setiap pemilik truk Volvo:

  • Menggunakan Spare Part Asli Volvo
    Anda harus memastikan truk Volvo Anda selalu menggunakan spare part asli Volvo. Pengecualian hanya diberikan jika menggunakan oli dan gemuk merek lain selama memenuhi Volvo Drain Specification (VDS).
  • Truk Harus Dirawat Sesuai Dengan Petunjuk Service yang Telah Ditetapkan
    Hal ini berarti pelaksanaan service berkala termasuk penggantian oli harus dilakukan sesuai dengan tanggal dan jarak tempuh yang terdokumentasi dalam buklet garansi.
  • Perbaikan Dalam Masa Garansi Harus Dilakukan oleh Bengkel Resmi Volvo

 

volvo_truck_garansi_equipina_1

Pembatalan Garansi

Garansi tidak berlaku atau batal jika pihak Volvo bisa menunjukkan terjadinya kerusakan material atau kesalahan dalam pengerjaan, seperti hal-hal berikut ini:

  • Truk digunakan secara tidak wajar atau telah dimodifikasi tidak sesuai dengan petunjuk dari Volvo yang berlaku.
  • Truk mengalami kelebihan beban
  • Truk pernah mengalami kecelakaan, penyalahgunaan atau hal lain yang diakibatkan sebab dari luar.
  • Truk dioperasikan tidak sesuai dengan petunjuk dari Volvo, misalnya tidak dilakukannya service sesuai dengan interval waktu atau jarak tempuh yang ditentukan.
  • Dilakukannya service atau perbaikan (termasuk penyetelan perangkat lunak) oleh bengkel tidak resmi.
  • Penggunaan spare part non genuine.
  • Penggunaan oli, bahan bakar (bahan bakar bio yang diizinkan maksimum B30), gemuk, atau coolant selain yang telah ditentukan.
  • Kelalaian pengemudi yang mengakibatkan kerusakan yang ada bertambah parah, misalnya pengemudi tetap mengoperasikan truk sekalipun indikator telah memberikan peringatan kerusakan.

 

(TP)