Jobs on the Go

Maintenance Planner. Periksa, Jadwalkan dan Eksekusi

Alat berat memegang peranan vital pada berbagai pekerjaan. Supaya alat berat tetap handal diperlukan maintenance yang teratur dan terencana. Tanpa adanya maintenance yang baik, sebuah alat berat hanya tinggal menunggu waktu untuk mengalami berbagai permasalahan, dari kecil sampai besar. Namun kesibukan yang ada seringkali membuat alat berat tidak terpelihara dengan baik, sehingga diperlukan seseorang yang bertugas untuk memastikan maintenance alat berat bisa dilakukan tepat waktu. Disinilah fungsi seorang Maintenance Planner sangat vital.

Pada hirarki organisasi sebuah perusahaan yang banyak menggunakan alat berat, seperti perusahaan pertambangan, konstruksi atau forestry, umumnya fungsi Maintenance Planner berada di bawah koordinasi Departemen Plant atau Maintenance. Namun pada sebuah organisasi yang sangat besar, terkadang Maintenance Planner berada di bawah departemen tersendiri, misalnya Departemen Planning dengan otoritas untuk mengambil keputusan tersendiri. Hal ini juga bisa terjadi bila perusahaan itu sangat mengedepankan pemeliharaan alat-alat beratnya.

Untuk menjadi seorang Maintenance Planner, seseorang perlu memiliki persyaratan khusus, karena besarnya tanggung jawab yang diembannya. Persyaratan pertama, seorang Maintenance Planner harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai aspek teknikal berbagai alat berat. Pada beberapa perusahaan, seorang Maintenance Planner berasal dari latar belakang mekanik senior yang dirotasi, walaupun tidak menutup kemungkinan berasal dari seorang yang tidak pernah ‘ngolong’.

maintenance_planner_equipina

Namun tidak hanya memiliki pengetahuan memadai mengenai teknikal alat berat, seorang Maintenance Planner juga harus suka mempelajari berbagai hal baru. Seperti kita ketahui, perkembangan teknologi alat berat sangat pesat. Berbagai teknologi baru diterapkan pada alat-alat berat keluaran terbaru, untuk itu pengetahuan dasar seseorang tidaklah cukup untuk mengikuti berbagai kemajuan teknologi itu.

Pengertian belajar di sini bukan hanya belajar di ruangan kelas/training, namun dari berbagai sumber misalkan dari literatur-literatur seperti service manual, part catalog, workshop manual, dll, disamping tentu saja dari internet. Untuk itu, seorang Maintenance Planner juga haruslah rajin berdiskusi dengan mekanik yang melaksanakan pekerjaan maintenance bahkan juga mengikuti dan mengamati mekanik yang sedang bertugas baik diworkshop maupun di lapangan.

Karena hal ini juga, seorang Maintenance Planner harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan mekanik maupun fungsi-fungsi lain, misalnya spare part maupun sales/marketing. Dan tidak kalah penting, seorang Maintenance Planner harus memiliki penguasaan komputer yang baik karena dalam pekerjaannya, ia akan banyak menggunakan berbagai aplikasi komputer, bukan saja aplikasi-aplikasi standar seperti Microsoft Excel, Word dan Powerpoint serta email, namun juga berbagai aplikasi tambahan misalnya, software project management, termasuk software-software khusus yang berkaitan dengan merek alat berat tertentu.

Tugas rutin seorang Maintenance Planner adalah mengumpulkan data kondisi alat berat. Data-data ini diperoleh dari pengecekan rutin setiap saat, melalui daily maintenance, service rutin, sampai dengan repair. Data-data ini kemudian digabungkan dengan data historis semua alat berat yang dimiliki. Terkadang data historis ini tidak ada atau tidak terdokumentasi dengan baik di masa lalu. Bila tidak ada, menjadi tugas seorang Maintenance Planner untuk mengumpulkan data-data ini dan menggabungkannya menjadi data-data unit yang bisa diakses dengan mudah kapanpun.

Data-data ini kemudian disusun menjadi jadwal maintenance alat berat secara keseluruhan. Dalam penyusunan jadwal maintenance ini, seorang Maintenance Planner harus berkoordinasi dengan tim mekanik (service), spare part dan juga pihak user yang menggunakan alat-alat berat bersangkutan. Umumnya sebagai user adalah Departemen Operasional. Pada perusahaan pertambangan pengguna alata berat adalah Departemen Produksi/Mining(bergantung pada nama yang digunakan pada perusahaan tersebut). Hal ini bertujuan, agar semua jadwal maintenance bisa terlaksana dengan baik, alat-alat berat harus bisa distop beroperasi dan dilakukan pekerjaan maintenance.

maintenance_planner_equipina_1

Terkadang sebuah rencana maintenance pada satu atau beberapa unit tidak bisa terlaksana, misalnya spare part belum tersedia, banyak mekanik yang mengambil cuti, alat berat digunakan untuk mengejar target produksi atau suatu alat berat mengalami kondisi darurat misalnya mengalami breakdown yang fatal atau accident. Disinilah seorang Maintenance Planner harus bisa berkordinasi dengan baik dengan berbagai pihak untuk menyesuaikan jadwal maintenance yang sudah disusun.

Bila jadwal maintenance sebuah alat tidak bisa dilakukan sesuai jadwal, sang Maintenance Planner perlu mencari waktu yang dirasa tepat untuk melakukan rencana maintenance yang tertunda. Dalam beberapa situasi terkadang seorang Maintenance Planner terlihat berdebat dengan sengit dengan bagian spare part, foreman atau supervisor dari mekanik, atau Departemen Produksi/Operasi agar jadwal maintenance yang telah disusun tidak bergeser terlalu lama. Disinilah kemampuan majerial seorang Maintenance Planner akan terasah.

 

(LK)