Memilih Air Compressor yang Tepat, Menghindarkan Anda dari Kesulitan yang Tidak Perlu (Bagian 1)

doosan_compressor_p185_equipina

Air compressor merupakan satu jenis equipment yang sangat penting. Berbagai jenis pekerjaan di bidang konstruksi, pertambangan, oil & gas, dll, termasuk maintenance memerlukan air compressor. Air compressor bisa menghemat waktu, karena air compressor digunakan berbagai pneumatic tools seperti impact driver, jack hammer, disc cutter, paint sprayer, dll., mampu membantu mempercepat pekerjaan ketimbang dengan cara manual.

Sebelum kita membeli air compressor, kita perlu menentukan pneumatic tools apa yang akan kita gunakan, sebelum menentukan air compressor yang paling sesuai dengan tools tersebut. Tentunya, jarang sekali air compressor digunakan hanya untuk satu tools, dalam prakteknya air compressor sering digunakan untuk berbagai jenis tools. Sebaiknya kita bisa mengestimasikan jenis pekerjaan apa saja yang paling sering dilakukan. Jika memungkinkan gunakan data historis yang dimiliki dan gunakan metode ilmiah, misalnya metode pembobotan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendekati situasi sebenarnya.

Kita juga perlu melakukan pengecekan dan mendata kebutuhan dari masing-masing tools, baik yang dimiliki maupun yang akan dibeli, karena tidak menutup kemungkinan sebuah air compressor digunakan untuk beberapa tools sekaligus. Jangan lupa memasukkan faktor efisiensi air compressor yang diperoleh dengan menentukan kebutuhan air flow (CFM) dan pressure dari tangki (PSI). 2 parameter itu menunjukkan gambaran efisiensi dari sebuah kompressor pada berbagai setting. Satu patokan untuk menghindarkan terjadinya kurangnya tenaga tool (underpower) adalah menentukan kompresor yang menghasilkan air flow minimal antara 1,25 – 2,5 CFM. Lebih tinggi lebih baik, namun hindarkan juga memilih air compressor yang menghasilkan air flow jauh di atas kebutuhan tool karena hal ini berarti ada efisensi yang hilang.

Setelah kebutuhan total dari tools yang akan menggunakan air compressor didapatkan, kita siap untuk masuk pada tahap penentuan air compressor yang tepat.

Selain patokan-patokan di atas, pertimbangkan juga faktor-faktor lain dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

Portable vs stationary air compressor?

Masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk portable air compressor tentunya kelebihannya adalah kemampuan mobilitasnya. Sementara jenis stationery memiliki keunggulan, dimana output CFM and PSI-nya lebih besar.

Bahan bakar yang digunakan?

Saat ini di pasaran, kita bisa menemukan berbagai merek dan model air compressor dengan bahan bakar yang digunakan. Berbagai jenis bahan bakar bisa menjadi sumber energi air compressor, seperti bensin, solar, gas dan listrik. Pertimbangan yang perlu dilakukan adalah kemudahan mendapatkan sumber bahan bakar bagi compressor.

Single stage air compressor vs two stage air compressor?

Compressor bekerja menghisap udara dan memampatkannya di dalam tangki kompresor. Ada 2 jenis metode pemampatan udara: single dan two (double) stage. Semua single stage compressor memiliki kemampuan memampatkan udara sampai dengan 155 PSI, dengan rating air flow mencapai 50 point di atas angka CFM-nya. Sementara two stage compressor memiliki kemampuan lebih tinggi, dengan kemampuan pemampatannya mencapai 175 PSI dan rating air flow bisa mencapai 100 PSI di atas angka CFM. Single stage compressor bekerja memampatkan udara dalam satu tahap, sedangkan two stage compressor akan memompa udara dua kali di setiap tahapnya sebelum tekanan akhir tercapai.

doosan_compressor_p185_equipina_1

Luas Area?

Faktor luas area menjadi sangat penting bila pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan berada di ruangan yang sangat terbatas. Tentunya Anda perlu menyesuaikan ukuran kompresor dengan ketersediaan ruangan. Namun ukuran kompresor akan berpengaruh terhadap kapasitas yang dimiliki kompresor itu.

Oiled atau Oil Free

Beberapa kompresor membutuhkan pelumasan sementara yang lain tidak memerlukan. Kompresor yang membutuhkan pelumasan merupakan kompresor yang parts-nya bergerak. Tanpa adanya pelumasan bisa dipastikan akan terjadi keausan dari part-part yang bekerja terus menerus. Kompresor dengan pelumasan lebih berat dari kompresor tanpa pelumasan. Kompresor-kompresor yang tidak membutuhkan pelumasan berukuran lebih kecil dan ringan. Kompresor-kompresor tanpa pelumasan banyak digunakan di rumah sakit, laboratorium, pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan ruangan yang bersih dimana kebutuhan udara yang bersih menjadi hal yang sangat kritikal.

 

(TM)

(Visited 16 times, 1 visits today)