Mengenal Berbagai Jenis Skema Sertifikasi Profesi

Dalam menjalankan bisnisnya, kemampuan sumberdaya manusia yang handal merupakan salah satu kunci sukses suatu perusahaan. Betapapun kuatnya permodalan yang dimiliki, kecanggihan sarana dan sistem yang dimiliki perusahaan, tanpa didukung sumberdaya manusia yang handal, kelebihan itu tidak akan berarti dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.

Namun sayangnya banyak perusahaan yang tidak melakukan identifikasi kemampuan profesional yang dimiliki karyawan-karyawannya. Penyebabnya bisa beragam, seperti ketidakpahaman mengenai pentingnya mengetahui kemampuan yang dimiliki karyawan, ketidakpedulian terhadap kemampuan karyawan, atau tidak adanya budget dana untuk mengidentifikasi kemampuan karyawan. Padahal, dengan mengetahui tingkat kemampuan dari setiap karyawannya, sebuah perusahaan bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya secara lebih akurat yang akan berpengaruh terhadap setiap rencana bisnis perusahaan.

Skema Sertifikasi merupakan persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan khusus yang sama, serta prosedur yang sama. Sedangkan tujuan sertifikasi profesi sendiri adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang teklah didapat melalui proses pembelajaran baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja.

Menurut Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebuah lembaga nasional yang bertanggungjawab dalam membuat dan mengaplikasikan standar profesi bagi angkatan kerja yang ada di Indonesia, ada 5 jenis skema sertifikasi yang berlaku bagi semua profesi, yaitu:

Skema Sertifikasi Profesi Kerangka Kualifikasi Nasional

Merupakan sertifikasi profesi berdasarkan kualifikasi nasional suatu negara. Di Indonesia BNSP menerapkan 9 level sertifikasi pada setiap profesi. Sertifikasi jenis ini menekankan pada kompetensi yang harus dimiliki sebuah fungsi, misalnya pelatihan, pengawasan, dll. Sertifikasi profesi ini sekaligus juga menjadi satu ukuran bagi seorang karyawan mengenai tingkat kompetensinya secara nasional sekaligus pada pasar kerja internasional.

Skema Sertifikasi Profesi Kualifikasi Okupasi Nasional

Sertifikasi ini menekankan pada kompetensi yang harus dimiliki sebuah jabatan, misalnya mekanik, storeman, dll. Walaupun berasal dari industri yang berbeda, standar kompetensi seseorang yang memegang sebuah jabatan bisa diukur, misalkan seorang sales pada sebuah perusahaan alat berat dan sales pada bisnis properti.

jenis_sertifikasi_profesi_equipina_1

Skema Sertifikasi Profesi Paket (Cluster)

Sertifikasi profesi jenis ini merupakan penjabaran yang lebih detil dari Skema Sertifikasi Profesi Kualifikasi Okupasi Nasional di atas. Jenis sertifikasi ini menekanakan pada kompetensi seseorang pada suatu industri yang spesifik. Misalnya, seorang supervisor service pada sebuah perusahaan alat berat. Setelah melalui assesment, ia bisa mengetahui tingkat kompetensinya sebagai seorang supervisor di industri alat berat secara nasional.

Skema Sertifikasi Profesi Unit Kompetensi

Sertifikasi jenis ini mirip seperti standar kompetensi yang diterapkan berbagai perusahaan untuk suatu kompetensi tertentu. Misalkan seorang senior mekanik di sebuah perusahaan alat berat perlu memiliki kompetensi untuk melakukan daily maintenance sebuah unit alat berat, melakukan service berkala, maupun melakukan troubleshooting, disamping mampu mengoperasikan alat berat untuk keperluan maintenance. Bila assesment yang dilakukan sebuah perusahaan hanya mengukur kemampuan seorang karyawan sesuai dengan produk dan sistem yang berlaku di situ, dengan Skema Sertifikasi Profesi Unit Kompetensi, seorang senior mekanik bisa mengetahui tingkat kemampuannya dalam melakukan daily maintenance, dll pada alat berat secara nasional.

Skema Sertifikasi Okupansi

Berbeda dengan keempat jenis sertifikasi di atas yang menekankan pada kemampuan dasar seseorang, pada jenis Sertifikasi Okupansi, seseorang diukur berdasarkan tingkat keahliannya pada sebuah bidang yang spesifik dan industri yang spesifik. Misalkan seorang manager di sebuah perusahaan alat berat, seberapa tingkat kompetensi yang dimilikinya. Kriteria yang ditetapkan pada uji kompetensi yang dilakukan pun berbeda dengan keempat jenis sertfikasi sebelumnya. Untuk sertifikasi jenis ini ukurannya bisa serupa dengan basic, intermediate atau advance.

 

(BW)

Leave a Comment