Mengenal Berbagai Jenis Wheel Chock dan Penggunaannya

Dalam pengoperasian alat berat, wheel chock merupakan salah satu alat bantu keamanan yang umum digunakan. Prosedur keselamatan kerja dimanapun mewajibkan penggunaan  wheel chock bagi alat berat yang menngunakan roda (wheel), seperti dump truck, wheel loader, motor grader, dsb.

Wheel chock atau dalam bahasa awamnya ganjal berfungsi untuk memastikan truk atau alat berat tidak menggelinding (meluncur) dengan sendirinya saat berhenti atau parkir yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi orang-orang yang berada di sekitarnya. Dalam praktek sehari-hari kita bisa menemukan berbagai jenis wheel chock, dari mulai buatan sendiri yang terbuat dari balok kayu atau besi yang dilas, sampai dengan wheel chock buatan pabrik yang terbuat dari rubber, poluurethane, dll.

wheel_chock_types_equipina

Sangat disayangkan di Indonesia belum ada suatu peraturan atau undang-undang yang secara jelas mengatur penggunaan wheel chock. UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja maupun peraturan pemerintah di bawahnya tidak menyinggung mengenai wheel chock. Padahal Occupational Safety and Health Administration (OSHA), biro keselamatan dan kesehatan kerja federal AS mencatat setiap tahunnya di AS terjadi banyak kecelakaan kerja yang diakibatkan meluncurnya truk atau alat berat karena tidak menggunakan wheel chock. Begitu mendesaknya penggunaan wheel chock ini, dalam satu regulasinya OSHA menyatakan “The brakes of highway trucks shall be set and wheel chocks placed under the rear wheels to prevent the trucks from rolling while they are boarded with powered industrial trucks.”  Sebagaimana diketahui, di AS peraturan yang dikeluarkan OSHA bersifat mengikat baik terhadap perusahaan maupun individu, dengan konsekuensi penalti yang nilainya sangat besar.

Baca juga :
Menggunakan Wheel Chock Secara Benar, Menghindarkan Kecelakaan Kerja yang Tidak Perlu

Walaupun tidak ada ketentuan standar mengenai wheel chock di Indonesia, kita perlu mengetahui jenis-jenis wheel chock yang umum digunakan secara internasional yang notabene produksi pabrik, dengan asumsi wheel chock ini merupakan wheel chock yang sesuai dengan standar keselamatan internasional.

Di pasaran ada berbagai bentuk wheel chock dari berbagai merek dan warna. Bagi kita yang masih awam dengan wheel chock, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menentukan wheel chock yang akan dibeli:

  • Diameter Roda
    Wheel chock harus memiliki ukuran yang memadai dibandingkan dengan diameter roda truk atau alat berat
  • Permukaan Jalan
    Pilihlah wheel chock yang sesuai dengan jenis material jalan dimana truk atau alat berat berada. Sebagai informasi, ada beberapa jenis wheel chock yang hanya cocok digunakan pada material tertentu, misalnya aspal atau beton, tapi tidak untuk permukaan tanah atau kerikil. Hal ini perlu ditanyakan kepada penjualnya.
  • Bobot Kendaraan dengan Muatan Penuh (Gross Vehicle Weight)
    Wheel chock yang dipilih harus mampu menahan bobot kendaraan beserta muatan maksimumnya.

 

Selain hal-hal di atas, faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat pembelian wheel chock adalah material dan bentuknya. Di bawah ini beberapa bentuk wheel chock yang cukup umum digunakan:

wheel_chock_types_equipina_1

  1. Race Ramp Wheel Chock
    Wheel chock ini terbuat dari karet, bagian bawahnya ada yang rata namun ada juga yang bergerigi. Cocok digunakan di permukaan aspal atau beton untuk berbagai jenis truk dan bus maupun kendaraan khusus, seperti truk pemadam kebakaran, truk tangki, truk crane, dsb. yang berhenti untuk waktu yang tidak lama.
  2. All Terrain Wheel Chock
    Wheel chock jenis ini memiliki lapisan alumunium atau karet di bagian bawahnya. Terbuat dari polyurethane, wheel chock ini bisa diaplikasikan pada alat berat berukuran kecil sampai sedang, truk yang beroperasi di jalan raya yang ukuran menegah sampai besar maupun kendaraan-kendaraan khusus. Bisa digunakan untuk ban dengan diameter sampai 1,65 meter.
  3. All Terrain Heavy Duty Wheel Chock
    Terbuat dari polyurethane. Wheel chock jenis ini cocok untuk digunakan untuk alat berat dengan gross vehicle weight yang besar dengan diameter ban mencapai 3,6 meter. Bisa digunakan pada jalan beton, jalan berbatu/kerikil sampai dengan tanah dan cocok untuk digunakan pada alat berat yang berhenti pada waktu yang cukup lama.
  4. General Purpose Wheel Chock
    Wheel chock jenis ini terbuat dari Polyurethane. Bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis truk dan alat berat yang tidak menuntut persyaratan tertentu. Cocok digunakan untuk truk yang beroperasi di jalan raya, trailer, truk box, pickup, sampai dengan kendaraan operasional biasa. Diameter maksimum ban yang disarankan 2,4 meter.
  5. Ramp Heavy Duty Wheel Chock
    Terbuat dari Polyurethane, wheel chock ini memiliki 2 sisi pegangan (grip). Seperti tipe all terrain heavy duty, jenis ini cocok digunakan pada alat berat dengan gross vehicle weight yang besar. Diameter ban maksimum yangbisa menggunakan wheel chock jenis ini mencapai 4,2 meter. Wheel chock ini dilengkapi dengan lubang-lubang untuk mencegah ban tergelincir sehingga cocok digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan maintenance di workshop, namun juga bisa digunakan untuk pekerjaan lapangan.
  6. Pyramid Type Wheel Chock
    Wheel chock ini ditempatkan di antara 2 ban yang memiliki jarak berdekatan, seperti pada truk tronton, trailer, Articulated Dump Truck (ADT) atau motor grader. Fungsinya hanya untuk membantu wheel chock utama yang terpasang pada sisi depan atau belakang ban terluar. Terbuat dari karet. Ada beberapa ukuran dari wheel chock ini, sehingga untuk menentukan pilihannya harus memperhatikan diameter ban.

 

(HP)