Safety, Health & Environment

Mengenal Fire Suppression System, Pelindung Alat Berat dari Kebakaran Fatal

Alat berat yang bekerja secara maksimal selama hampir 24 jam setiap hari, seperti di area pertambangan memiliki potensi terjadinya kebakaran. Alat berat yang bekerja terus menerus di wilayah yang suhu udaranya tinggi, terlebih lagi minim perawatan, akan membuat temperatur alat berat menjadi sangat tinggi. Bila ada sedikit pemicu saja, maka api bisa timbul yang jika tidak ditangani segera akan menimbulkan kebakaran dalam waktu singkat. Pemadaman secara manual dengan menggunakan APAR buka merupakan solusi yang tepat, karena kecepatan reaksi api mungkin lebih cepat dari upaya pemadaman yang dilakukan. Untuk itu fungsi Fire Suppression System bagi sebuah alat berat menjadi sangat vital.

Fire Suppression System, biasa disebut juga Fire Fighting System atau Fire Protection System, merupakan suatu sistem yang didesain untuk mencegah, dan atau memadamkan terjadinya kebakaran. Fire Suppression System merupakan kombinasi antara perangkat sistem pendeteksi dini dan perangkat sistem penindakan yang mampu bekerja secara bersamaan dan secara otomatis.

Setelah Fire Suppression System terpasang, maka secara otomatis sensor yang terintegrasi pada Fire Suppression System akan memantau kondisi yang ada berdasarkan standar setting yang dibuat. Bila ada asap atau sumber api, Fire Suppression System secara otomatis akan menyemburkan bahan pemadam untuk memadamkkan sumber api.

Tipikal sistem dari Fire Suppression System pada alat berat tergambar pada diagram berikut. Sebuah tabung kompresor (akumulator) yang terkoneksi dengan sistem alat berat yang berfungsi untuk mengakumulasikan tekanan gas, terpasang paralel dengan tabung pemadam yang berisi bahan pemadam (clean agent). Keduanya terhubung dengan detektor panas berupa pipa terbuat dari bahan polimer tahan panas dan terkoneksi dengan alarm dan lampu sirine.

Saat sensor panas mendeteksi adanya perubahan temperatur atau timbulnya asap, sistem akan langsung mengaktifkan alarm tanda bahaya dan lampu sirine. Pada saat yang sama, sistem juga akan membuka valve pada kompresor. Tekanan gas yang ditimbulkan akan mendorong bahan pemadam pada tabung yang segera mengalir menuju nozzle untuk disemburkan pada sumber api.

fire_suppression_system__system_diagram_ equipina

Bahan pemadam (clean agent) yang digunakan bermacam-macam, seperti : Clean Agent (FM200, Novec 1230, Inertgent System), Foam, CO2, Dry Chemical Powder, dll. Pemilihan bahan pemadam akan disesuaikan dengan situasi yang ada, seperti potensi sumber api, bahan-bahan yang berpotensi terbakar, luasnya area pemadaman dan ukuran dari benda-benda yang berpotensi terbakar. Kebanyakan produk-produk Fire Suppression System yang ada di pasaran menggunakan bahan pemadam yang berbasis Clean Agent karena memiliki keefektifan tinggi dan ramah dengan lingkungan, dibanding bahan pemadam konvensional seperti Foam, CO2, Dry Chemical Powder, dll.

FM200 merupakan merek dagang dari bahan pemadam inovasi dari DuPont. Merupakan bahan kimia berbentuk gas yang akan menyingkirkan elemen-elemen pemicu api: oksigen, panas dan bahan bakar. FM200 memiliki keunggulan dapat memadamkan sumber api dalam waktu kurang dari 10 detik dan hanya membutuhkan sedikit konsentrat, hanya 7,9-8,5%, sehingga hanya membutuhkan sedikit tabung penyimpanan.

Novec 1230 merupakan bahan pemadam yang ditemukan oleh 3M. Berbeda dengan FM200 yang berbentuk gas, Novec 1230 berbentuk cair. Novec 1230 memiliki kelebihan, bisa diaplikasikan pada area yang luas atau disemprotkan pada arah tertentu atau bisa digunakan secara portabel. Selain itu, Novec 1230 juga dikenal ramah lingkungan karena tidak melepas partikel-partikel yang bisa memicu penipisan ozon.

Inergen System adalah sebuah sistem yang dikembangkan oleh Ansul, sebuah perusahaan produsen fire suppression system yang berbasis di Wisconsin, AS, untuk pengendalian kebakaran api dalam ruangan yang menggunakan gas yang terdiri dari 52% Nitrogen, 40% Argon, dan 8% Karbon Dioksida. Inergen system memiliki keunggulan karena bersih, non toxin dan tidak meninggalkan residu saat aktif. Gas ini tidak mengandung Halocarbon, sehingga tidak memiliki potensi untuk membuat penipisan lapisan ozon dalam atmosfir. Gas pada Inergen system digunakan pada konsentrasi 35-50% untuk menekan oksigen yang ada pada area kebakaran.

Biasanya Fire Suppression System dipasang pada lokasi-lokasi yang berdekatan dengan potensi sumber api, misalnya di ruang engine. Namun terkadang, bila ruang yang tersedia tidak memadai untuk pemasangan Fire Suppression System, Fire Suppression System bisa dipasang pada lokasi yang terdekat dengan potensi sumber api. Pada rigid dump truck, Fire Suppression System biasanya dipasang di bagian luar ruang engine di samping kabin operator, serupa dengan excavator dan crane. Untuk wheel loader dan motor grader, pemasangan Fire Suppression System dilakukan dengan memasang bracket khusus untuk meletakkan tabung bahan pemadam pada sisi samping belakang bagian luar, berdampingan dengan engine.

fire_suppression_system_equipina_1

Untuk lokasi pemasangannya diusahakan memudahkan untuk pemasangan dan pemeliharaannya, terutama pada unit-unit alat berat berukuran besar yang membutuhkan tabung-tabung bahan pemadam berukuran lebih besar dan jumlah yang lebih banyak. Pemasangan Fire Suppression System yang tidak tepat justru akan menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti pemadaman api yang tidak efektif. Pemilihan sistem Fire Suppression System yang tepat, dikombinasikan penggunaan bahan pemadam yang efektif dan pemasangan yang benar akan menghindarkan kerugian besar akibat terbakarnya alat berat.

 

(TP)

Leave a Reply