Operation

Mengenal LNG, Bahan Alternatif Pengganti Solar Bagi Heavy Duty Truck

Manusia dengan segala aktivitasnya membutuhkan energi sebagai tenaga penggerak agar kehidupan bisa terus berlangsung. Kita mengetahui jumlah penduduk dunia semakin meningkat dari waktu ke waktu dengan semakin meningkatnya kesejahteraan dan perbaikan di bidang kesehatan. Pertambahan jumlah penduduk ini mengakibatkan kebutuhan manusia akan energi pun semakin meningkat. Di sisi lain, Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini menjadi bahan bakar utama, cadangannya semakin menipis. Tanpa ada upaya penghematan, diperkirakan beberapa puluh tahun lagi, cadangan minyak bumi di seluruh dunia akan habis.

Berbagai upaya penghematan konsumsi BBM maupun pencarian sumber-sumber cadangan minyak baru terus dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik canggih. Tidak heran dengan semakin berkurangnya cadangan minyak dan semakin canggihnya teknologi yang digunakan untuk menghasilkan minyak menyebabkan harga minyak cenderung akan meningkat. Walaupun beberapa waktu yang lalu harga BBM di Indonesia dan di seluruh dunia menuru, namun hal ini tidak menggambarkan situasi sesungguhnya. Fakta bahwa cadangan minyak bumi terus menurun tidak bisa terbantahkan.

Bahan Bakar Gas (BBG) merupakan alternatif terdekat sebagai pengganti minyak bumi karena gas memiliki karakter yang paling mendekati BBM. Pada alat berat, solar sudah lama menjadi satu-satunya sumber energi. Namun sekarang LNG merupakan alternatif energi yang dikembangkan untuk menggantikan BBM.

LNG atau Liquefied Natural Gas merupakan gas alam yang dipompa dari perut bumi kemudian dimampatkan sehingga wujudnya berubah menjadi cair. Pengubahan wujud ini berfungsi untuk memudahkan dalam transportasinya. Dari sisi harga, harga jual LNG masih lebih murah dari BBM, hal ini tidak terlepas dari jumlah cadangannya yang masih berlimpah dan proses produksinya yang lebih mudah.

Pada waktu belakangan ini berbagai produsen otomotif dan alat berat gencar melakukan riset untuk mengaplikasikan LNG pada alat-alat berat yang diproduksinya. Beberapa sudah memasuki taraf produksi masal. Di Indonesia sendiri, sudah ada produsen asal Tiongkok yang melakukan uji coba pada heavy duty truck yang diproduksinya. Beberapa pabrikan seperti Volvo juga sudah mulai memproduksi truk berbahan bakar LNG, namun karena masih adanya kesulitan dalam suplai LNG, truk-truk ini belum masuk pasar Indonesia.

LNG sendiri memiliki karakter yang mendekati karakter solar. Penggunaan LNG sangat cocok diaplikasikan pada alat berat atau heavy duty truck dibanding saudaranya, Compressed Natural Gas (CNG) karena seperti yang kita ketahui alat berat dan heavy duty truck membutuhkan energi besar dalam pengoperasiannya. Namun LNG membutuhkan tangki penyimpanan besar dan berat, sehingga pada saat ini baru heavy duty truck yang dianggap cocok menggunakan LNG. Untuk diketahui, tangki LNG terbuat dari logam khusus yang dapat menahan tekanan tinggi, tekanan maksimum pada tangki LNG mencapai 20 MPa, alias sekitar 45x tekanan ban mobil.

lng_truck_equipina_1

Untuk bisa digunakan sebagai bahan bakar, LNG yang berbentuk cairan harus dipompa dari tangki. Pada tahap ini LNG juga dinaikkan suhunya (pada saat di tangki, LNG cair memiliki suhu -1620 C) dengan menggunakan heat exchanger dan berubah wujud menjadi gas. Barulah gas bisa dialirkan ke ruang bakar engine. Semua proses sejak LNG dikeluarkan dari tangki sampai dengan masuk dalam ruang bakar dikontrol dengan ‘computerized system’. Engine yang digunakan pun adalah engine yang didisain khusus.

Bila anggapan banyak orang, engine yang berbahan bakar gas rentan untuk meledak, hal ini berbeda dengan LNG. Saat terjadi kebocoran, LNG akan langsung berubah menjadi gas yang terbawa dengan udara. Faktor resiko terbesar adalah pada saat pengisian LNG ke tangki (refueling). Gas LNG memiliki suhu yang sangat rendah (-1620 C), benda apapun yang terkena gas LNG akan langsung membeku. Bisa dibayangkan bila saat refueling terjadi kebocoran dan mengenai bagian tubuh.

Penggunaan gas LNG bagi heavy duty truck memang memiliki plus dan minusnya. Namun dengan berbagai kelebihannya, LNG patut dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti solar.

 

(LK)

Leave a Reply