Mengenal Sistem Triple Boom dari All Terrain Crane Tadano

Pada pertengahan 2015, Tadano meluncurkan satu inovasi baru dengan meluncurkan teknologi triple boom. Teknologi ini dianggap sebuah lompatan besar pada mobile crane. Pada sistem lifting yang konvensional, all terrain crane menggunakan sistem boom teleskopik dimana saat terjulur untuk mengangkat beban, sebuah sistem boom suspension akan mengontrol dan memastikan defleksi boom. Adanya sistem boom suspension ini memiliki 2 fungsi, menghindarkan boom mengalami defleksi permanen dan sekaligus membuat operator merasa nyaman karena sistem boom suspension juga menyerap kejutan-kejutan yang disebabkan beban.

Namun sayangnya sistem boom suspension ini membutuhkan ‘effort’ lebih terutama pada mobile crane berkapasitas besar. Pada mobilisasi all terrain crane pada jarak yang cukup jauh, boom suspension ini harus diangkut secara terpisah karena memang berukuran cukup besar. Pada saat tiba di lokasi yang dituju, boom suspension kemudian dipasang kembali pada crane sebelum crane mulai bekerja.

Proses assembling-disassembling boom suspension ini memerlukan waktu yang cukup lama, disamping juga membutuhkan biaya ekstra untuk transportasinya.

Untuk mengatasi problem ini, Tadano memberikan tugas kepada Andreas Hofmann, Project Manager proyek pembuatan mobile crane 8 sumbu Tadano, yang kemudian melakukan riset bersama para enginer yang dipimpinnya. Tim ini akhirnya menemukan teknologi triple boom ini yang kemudian disematkan pada Tadano ATF600G-8, sebuah crane 8 sumbu berkapasitas 660 ton dan ditampilkan pertama kali kepada publik pada Bauma 2016. Teknologi yang telah dipatenkan ini kemudian diterapkan juga pada beberapa model all terrain Tadano.

tadano_triple_boom_equipina_1

Teknologi triple boom ini menggunakan 3 buah boom teleskopik yang bisa bergerak bersama-sama saat lifting cylinder mendorong boom. Sebuah boom standar berukuran lebih besar dari kedua boom lainnya berfungsi sebagai boom utama. Boom utama ini disokong 2 buah boom yang berukuran lebih kecil yang disatukan dengan semacam flange yang oleh Tadano dinamakan partisi.

Dengan adanya 3 buah boom teleskopik ini bisa membuat boom menjadi lebih kokoh dan stabil. Seperti kita ketahui, saat sebuah mobile crane mengangkat beban yang berat dalam keadaan boom yang terjulur, sangat rentan boom terdefleksi akibat ayunan beban mau pun beratnya beban. Kondisi ini menjadi lebih kritis saat crane beroperasi pada area yang berangin kencang. Untuk menjaga crane agar tidak mengalami kondisi yang fatal, misalnya teleskopik boom bengkok atau crane terguling, boom suspension memainkan fungsinya.

Walau menggunakan boom tambahan, bobot keseluruhan crane tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan mobile crane yang menggunakan sistem boom suspension. Sistem ini juga berhasil memangkas waktu assembling-disassembling boom suspension yang menghasilkan penghematan biaya.

 

(LK)

Leave a Comment