Safety, Health & Environment

Menggunakan Wheel Chock Secara Benar, Menghindarkan Kecelakaan Kerja yang Tidak Perlu

Bagi Anda yang lahir dan besar pada periode 1960 sampai dengan 1980-an dan tinggal di Sumatera, Anda tentu sangat mengenal nama perusahaan bus antar kota jarak jauh ini, Sibualbuali. Perusahaan bus yang pernah begitu merajai jalur-jalur angkutan penumpang di wilayah Sumatera ini dikenal dengan bus-busnya yang unik dan sopir-sopirnya yang punya nyali sangat tinggi. Berbagai jalan-jalan di Sumatera yang pada waktu itu kondisinya masih sangat buruk bisa dilalap, walaupun memang tidak mudah. Ada satu kata yang sangat dikenal oleh para penumpang, saat Bus Sibualbuali menghadapi jalur tanjakan curam dengan kondisi jalan yang buruk, apalagi kalau bukan teriakan …ganjal… ganjal… yang diteriakan sopir kepada keneknya. Sang kenek dengan sigap melompat turun dari bus membawa sebuah potongan balok kayu besar dan segera melempar balok kayu itu ke bagian belakang dari ban belakang bus, sehingga bus tidak mundur dan menghindarkan terjadinya kecelakaan.

Istilah ganjal juga dikenal pada alat berat. Ganjal atau bahasa kerennya wheel chock merupakan salah satu peralatan safety yang digunakan pada operasi alat berat. Namun berbeda dengan penggunaan ganjal pada bus Sibualbuali, wheel chock digunakan untuk mengganjal alat berat yang berhenti, misalnya saat adanya pekerjaan perbaikan di workshop atau ada suatu sebab sehingga alat berat harus dihentikan di lokasi kerja.

Memang, walaupun alat berat memiliki sistem pengamanan yang dapat mencegah alat berat bergerak saat kondisi berhenti, namun wheel chock tetap diperlukan untuk menjaga kemungkinan yang tidak terduga. Misalnya, dump truck dengan muatan ratusan ton material harus dihentikan di sebuah jalan yang menanjak atau menurun, karena beratnya muatan dapat mengakibatkan dump truck bergerak, atau cuaca hujan membuat kondisi jalan menjadi licin, dapat membuat alat berat yang terparkir bergeser posisinya.

wheel_chockWheel chock modern yang saat ini digunakan pada alat berat terbuat dari material yang ringan, misalnya plastik atau alumunium namun memiliki kekuatan untuk menahan gerakan dan bobot alat berat. Penggunaannya pun sederhana hanya ditempatkan pada bagian roda. Namun karena sederhananya, seringkali pemasangannya tidak menjadi perhatian.

  1. Sebelum memasang wheel chock selalu pastikan parking break dalam keaadan aktif dan alat berat telah dimatikan (shutdown)
  2. Pemasangan wheel chock yang tidak benar berpotensi menimbulkan bahaya bahkan mungkin kecelakaan fatal. Apa yang akan terjadi jika mekanik sedang bekerja di bagian bawah alat berat dan tiba-tiba alat berat bergerak karena pemasangan wheel chock yang tidak benar? Untuk itu, simak beberapa hal berikut ini:
  3. Selalu perhatikan kondisi permukaan jalan dan arah dari alat berat sebelum memasang wheel chock. Jika permukaan jalan datar (A), tempatkan wheel chock pada bagian depan roda depan dan bagian belakang roda belakang. Jangan memasang wheel chock pada bagian belakang roda depan dan/atau bagian depan roda belakang.
  4. Bila posisi jalan menurun searah dengan arah alat berat (B), selalu tempatkan wheel chock pada bagian depan roda depan dan belakang.
  5. Sebaliknya jika jalan menanjak searah dengan alat berat (C), tempatkan wheel chock pada bagian belakang roda depan dan roda belakang.
  6. Pastikan wheel chock menempel pada roda dengan arah yang sejajar dengan roda, jangan memasang wheel chock secara asal-asalan misalnya posisinya miring sehingga hanya bagian pojok wheel chock yang menempel pada roda.
  7. Bila alat berat memiliki masing-masing 2 roda pada sisi kiri dan kanan, usahakan menggunakan wheel chock dengan jumlah yang sama dengan jumlah roda. Jika jumlah wheel chock tidak mencukupi, pasanglah wheel chock pada roda terluar pada masing-masing sisinya.
  8. Dalam kondisi darurat, dimana tidak ada wheel chock atau ada, tapi jumlahnya tidak memadai. Gunakan benda-benda yang ukurannya cukup besar namun cukup kokoh, misalnya batu atau potongan batang pohon. Perhatikan kondisi benda yang digunakan, jangan menggunakan batu yang rapuh dan gampang pecah atau kayu yang lapuk. Tempatkan benda-benda ini di bagian titik pusat dari roda.
  9. Saat akan melepas wheel chock selalu pastikan parking break dalam kondisi aktif.

Kecelakaan sering terjadi bukan karena kondisi alam atau alat berat yang buruk, namun faktor kelalaian dari manusianya. Selalu berhati-hati dalam menjalankan pekerjaan akan menghindarkan kita dari kecelakaan yang tidak diinginkan. Keep safety.

wheel_chock_equipina_1

 

(TM)

Leave a Reply