Safety, Health & Environment

Menghindarkan Kebakaran Pada Ruangan Genset

Beberapa hari yang lalu, masyarakat dikejutkan dengan berbagai berita mengenai terbakarnya Apartemen Cinere Bellevue di Depok, Jawa Barat. Walaupun tidak ada korban jiwa, kebakaran yang menghanguskan sebuah hypermaket, gudang, beberapa toko dan unit apartemen serta belasan orang terluka, merupakan peristiwa kebakaran ruang genset kesekian kalinya yang akhirnya melalap sebuah bangunan.

genset_room_arrangement_equipina

Beberapa peristiwa kebakaran ruang genset lainnya yang tercatat adalah sebagai berikut:

Musibah kebakaran melanda diding peredam suara ruang penyimpanan genset milik Rumah Sakit Isam (RSI) Muhammadiyah Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (23/07/2017) sekitar pukul 14.45 WIB sore tadi. (kumparan.com, 23 Juli 2017).

Genset milik Sentral Pasar Raya (SPR) di Blok A terbakar, tadi malam (11/11). Kendati tak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa itu, kejadian sekitar pukul 21.10 itu membuat warga sekitar membanjiri lokasi kejadian. … Ruci Yacobus, 38, Manager SPR mengatakan, dia mendapat kabar dari satpam ketika sudah berada di rumah. ”Satpam menelepon saya ada kebakaran di ruang genset,” cetusnya. Dia menduga kebakaran terjadi akibat percikan api. (lensa.id, 13 November 2017).

Gedung Direktorat Jenderal Pajak Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, terbakar pada Jumat (31/7). Kebakaran berasal dari ruang genset yang berada di lantai basement 2 gedung tersebut. “Kebakaran berasal dari ruang genset, kemudian api membesar hingga ke basement,” kata Kasubdit Humas Ditjen Pajak Ani Natalia di lokasi kebakaran. (kontan.co.id, 31 Juli 2015).

Hal ini belum termasuk beberapa peristiwa tewasnya 1 keluarga akibat menghirup asap genset yang terjadi baru-baru ini. Menarik untuk disimak, bagaimana sesungguhnya desain ruang genset yang ada di berbagai gedung serta prosedur pengoperasian genset yang dilakukan. Walaupun penyebab terjadinya kebakaran pada ruang genset bisa terjadi akibat berbagai faktor, namun kita perlu mengingat timbulnya kebakaran disebabkan 2 hal, adanya bahan  yang mudah terbakar dan adanya pemicu seperti temperatur tinggi.

Genset, baik yang dioperasikan sebagai sumber energi listrik utama (prime power) maupun sebagai backup listrik (standby) dalam beroperasinya akan menghasilkan panas yang tinggi berikut asap hasil pembakaran, disamping suara yang keras. Panas yang tinggi akibat proses pembakaran, termasuk asap yang dilakukan engine harus dibuang ke luar. Sebuah ruang genset yang baik harus memperhatikan aliran udara masuk dan keluar dengan menggunakan ventilasi udara yang cukup sehingga udara panas pada ruang genset akan segera digantikan udara segar dengan suhu yang lebih rendah.

Baca juga:
Hal-Hal ini Harus Diperhatikan Saat Mendesain Ruangan Genset

Ada 2 sumber udara panas yang dihasilkan oleh sebuah genset: udara panas yang dihasilkan oleh radiator dan udara panas di sekitar engine. Untuk mengalirkan udara panas dari radiator harus menggunakan saluran udara (ducting) yang terhubung dengan udara luar. Desain ducting yang baik memiliki ukuran 1,25 kali lebih besar dari bagian depan radiator core yang dilengkapi dengan blower untuk menghisap udara panas. Namun udara panas yang di sekeliling genset yang diakibatkan panas dari engine juga harus mendapat perhatian. Itu sebabnya ruang genset harus dilengkapi dengan ventilasi-ventilasi yang cukup.

genset_room_arrangement_equipina_1

Ada pendapat yang menyatakan jika udara panas dari radiator bisa dialirkan dengan baik, hal ini cukup untuk menjaga temperatur dari ruang genset. Walaupun hal ini ada benarnya, namun kita harus ingat beroperasinya genset dalam waktu yang cukup lama akan membuat akumulasi udara panas di ruang genset yang tidak cukup hanya mengandalkan putaran fan dari radiator plus dengan daya hisap dari blower. Bila ruang genset berada di bawah tanah, ventilasi udara harus dilengkapi dengan blower untuk menghisap udara panas.

Faktor lain yang tidak kalah penting diperhatikan adalah gas hasil pembakaran (exhaust). Engine yang beroperasi akan menghasilkan gas pembakaran yang selain berbahaya bagi kesehatan juga berperan menaikkan suhu udara di ruang genset. Untuk itu sistem ducting untuk menyalurkan gas hasil pembakaran perlu dipersiapkan dengan baik. Pipa-pipa exhaust harus memiliki jarak yang cukup jauh dari genset sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.

Namun,sebaik apapun desain ruang genset tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan disiplin tinggi dalam pengoperasian genset maupun pemeliharaannya. Berbagai bahan mudah terbakar seperti solar, oli, gemuk, dll harus diharamkan berada di ruang genset. Demikian juga operator genset dilarang keras untuk merokok atau menyalakan api di ruang genset.

Hal lain yang juga sangat penting adalah tersedianya peralatan pemadam kebakaran. Ruang genset yang baik idealnya dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran yang bisa beroperasi spontan begitu timbul nyala api atau kenaikan temperatur di atas normal. Walaupun tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan standar umum, namun sebaiknya ruang genset dilengkapi dengan fire supression system.

Baca juga:
Mengenal Fire Suppression System, Pelindung Alat Berat dari Kebakaran Fatal

 

(HP)