New Holland Melakukan Uji Coba Traktor Pertanian Autonomous T4.110F

New Holland Agriculture, produsen traktor pertanian asal Itali mengumumkan rencananya untuk melakukan uji coba traktor pertaniannya yang berteknologi  autonomous, T4.110F. Uji coba ini akan dilakukan pada lahan pertanian anggur yang dimiliki E. & J. Gallo Winery, sebuah perusahaan keluarga pemilik pertanian anggur terbesar di dunia asal Amerika Serikat, yang juga merupakan customer loyal New Holland.

Program uji coba ini berfokus untuk mengumpulkan data agronomi dan masukan dari operator terkait penggunaan teknologi autonomous pada operasional sehari-hari pertanian anggur. T4.110F merupakan sebuah traktor pertanian berukuran kompak yang telah mengaplikasikan teknologi autonomous yang dikembangkan New Holland: NHDrive. Namun unit ini bukanlah unit pertama yang diproduksi oleh New Holland yang telah mengaplikasikan teknologi NHDrive. Sebelumnya, pada ajang Farm Progess Show di Iowa, Amerika Serikat tahun 2016, New Holland telah memamerkan 2 produk traktor pertaniannya, T7 Heavy Duty dan T8 yang merupakan traktor-traktor pertanian berukuran besar yang telah mengaplikasikan teknologi NHDrive untuk kegiatan pemanenan berskala besar. Sebagai informasi teknologi NHDrive merupakan sebuah teknologi autonomous yang dikembangkan oleh program New Holland Autonomous Vehicle Program, yang menjadi mimpi besar dari New Holland Agriculture untuk menguasai teknologi autonomous.

Nantinya, setelah uji coba unit T4.110F ini New Holland telah menuntaskan uji coba teknologi NHDrive secara menyeluruh, dimulai dari traktor pertanian berukuran besar yang biasanya digunakan pada kegiatan pemanenan sampai dengan traktor pertanian berukuran kompak untuk aplikasi-aplikasi khusus.

Rencananya uji coba ini akan berlangsung di perkebunan anggur milik E. & J. Gallo Winery di California. Sebelumnya, New Holland telah melakukan riset pendahuluan dan melakukan pengembangan pada prototipe T4.110F yang akan dioperasikan. Fokus utama pengembangan adalah pada integrasi dari berbagai komponen, terutama pada bagian sensor penerima dan penerjemah sinyal. Sementara kegiatan uji coba akan difokuskan pada kegiatan pemeliharaan tanaman anggur dan pemanenan yang merupakan dua kegiatan di perkebunan anggur yang senantiasa berulang yang merupakan persyaratan dari penerapan teknologi autonomous.

Lingkup uji coba yang dilakukan sangat lengkap, dari mulai Operator Assisted Autonomy, dimana teknologi NHDrive akan memberikan support kepada operator di dalam kabin, Supervised Autonomy dimana operator berada di luar unit dan memberikan serangkaian perintah kepada NHDrive, sampai dengan Full Autonomy, dimana tidak ada campur tangan operator sama sekali pada pengoperasian unit.

Data dan informasi yang diperoleh dari uji coba ini akan berguna dalam penyempurnaan teknologi NHDrive dan bisa diaplikasikan pada lingkup yang lebih luas lagi. Riset ini sendiri nantinya akan terintegrasi dengan program-program solusi pelanggan yang sebelumnya telah dikembangkan New Holland: Precision Land Management (PLM) dan IntelliTurn

Carlo Lambro, presiden New Holland Agriculture menjelaskan, “Keberlangsungan dan inovasi merupakan DNA dari New Holland. Inilah sebabnya New Holland terus berupaya untuk memberikan solusi bagi customer-customer kami untuk mengefisienkan industri pertanian dan memberikan berbagai manfaat baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Kami yakin perkebunan anggur merupakan tempat yang sesuai untuk melakukan uji coba teknologi autonomous. Partner kami pada program ini, E. & J. Gallo Winery, memiliki kesamaan komitmen untuk mewujudkan keberlanjutan dan inovasi di bidang pertanian. Bersama, kami akan mewujudkan solusi autonomous yang berdampak pada pertanian di dunia.”

Pengoperasian traktor pertanian tanpa operator (autonomous) merupakan kunci untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan lingkungan karena dipercaya mampu mengefisienkan penggunaan sumber daya dengan meningkatkan akurasi pada pekerjaan yang berulang yang merupakan bagian terbesar dari bisnis pertanian. Dengan meningkatnya efisiensi pengoperasian, akan memungkinkan operator untuk melakukan berbagai pekerjaan yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi. Teknologi autonomous juga diyakini mampu mendorong peningkatan skill dari petani, yang dibutuhkan bagi pertanian di masa yang akan datang.

(TP)

 

Leave a Comment