Maintenance

Overhaul vs Repowering

engine_overhaul

Ketika alat berat anda kinerjanya mulai menurun, seiring dengan berjalannya waktu, problem-problem mulai bermunculan yang menyita waktu dan biaya operasional. Apabila masalah yang muncul semakin sering, itu saatnya untuk memutuskan tindakan yang harus dilakukan.

Umumnya problem yang muncul terkait dengan komponen-komponen powertrain, yaitu mesin, transmisi, maupun final drive, walaupun pada kasus-kasus tertentu problem yang muncul tidak terbatas pada komponen-komponen saja, melainkan keseluruhan unit alat berat. Tindakan yang dilakukan bisa bervariasi, dari mulai perbaikan yang bersifat parsial sampai dengan keputusan untuk men-scrap (membesituakan unit alat berat). Seringkali kita diperhadapkan dengan pilihan apakah akan melakukan overhaul atau repowering (penggantian komponen).

Kapan kita akan melakukan overhaul, kapan kita harus melakukan repowering? Tidak ada patokan yang baku yang dapat digunakan untuk memilih antara overhaul atau repowering. Overhaul jika dilakukan dengan persiapan yang baik dan keakuratan yang tinggi dapat menekan biaya yang dibutuhkan, namun jika terjadi kesalahan pada overhaul, baik berupa kesalahan estimasi part-part yang harus diganti, kesalahan dalam proses pengerjaan baik tidak mengikuti tahapan-tahapan pengerjaan, kurangnya tools dan alat bantu , maupun kesalahan dalam manajemen pengerjaan seperti jumlah mekanik yang dialokasikan, keterlambatan suplai spare part, akan menyebabkan membengkaknya biaya total yang dikeluarkan. Sebaliknya repowering pun tidak terbebas dari masalah, problem yang paling sering muncul adalah bagaimana memodifikasi komponen-komponen untuk dapat saling bekerjasama dengan baik. Contohnya antara mesin dengan transmisi, seringkali dimensi flywheel mesin dan housingnya tidak sesuai dengan dimensi housing transmisi, sehingga modifikasi adalah jalan keluarnya. Kesalahan dalam melakukan modifikasi akan menyebabkan kinerja komponen-komponen tidak seperti yang diharapkan, bahkan tidak mustahil akan timbul masalah seperti hancurnya salah satu atau kedua komponen.

Umumnya yang dipakai sebagai dasar dalam menentukan apakah akan melakukan overhaul atau repowering adalah biaya dan waktu. Overhaul akan tepat dilakukan bila biaya total yang akan dikeluarkan tidak melebihi 50% dari biaya yang dibutuhkan untuk melakukan repowering. Biaya yang perlu diperhitungkan adalah harga spare part secara keseluruhan untuk melakukan overhaul, baik spare part yang langsung terkait dengan pekerjaan overhaul, maupun spare part tambahan. Selain itu biaya tenaga kerja untuk melakukan overhaul, yang meliputi jumlah mekanik yang dibutuhkan, lama pengerjaan dalam jam dan biaya per jam dari setiap mekanik. Sehingga biaya total dari biaya tenaga kerja adalah hasil kali dari jumlah mekanik dikalikan lama pengerjaan (dalam jam) dan biaya per jam dari 1 orang mekanik. Pertimbangan waktu juga harus dimasukkan, misalnya apakah unit alat berat tersebut sangat mendesak dibutuhkan. Jika tidak, maka opsi overhaul dapat dipilih, namun bila sangat mendesak maka opsi repowering yang harus dipilih. (ES)

repowering

Leave a Reply