Owning & Operating Cost : Hal-Hal ini Harus Anda Perhatikan Dalam Melakukan Maintenance Alat Berat

Bagi praktisi industri alat berat, istilah Owning & Operating Cost (O&O Cost) bukan sesuatu yang asing, paling tidak pernah mendengar istilah ini. O&O Cost banyak digunakan apabila akan melakukan investasi pembelian alat berat. Baik calon pembeli alat berat maupun dealer alat berat membutuhkan angka O&O Cost untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Bagi calon pembeli alat berat, angka O&O Cost menentukan apakah biaya yang dikeluarkan selama umur ekonomis alat berat akan lebih rendah dari kontribusi pendapatan yang diberikan alat berat tersebut. Selain itu, O&O Cost juga dapat menjadi dasar untuk menentukan biaya rental yang pantas, jika perusahaan memilih untuk meakukan rental. Sementara bagi dealer alat berat, O&O bisa menjadi ukuran, seberapa kompetitif produk yang dipasarkannya bila dibandingkan dengan produk kompetitor.

Sayangnya, O&O Cost ini belum banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang bergelut di bidang maintenance. Padahal O&O Cost dapat menjadi gambaran seberapa efisien proses kerja yang telah ada, baik service maupun spare part. Dengan mengetahui kontribusi dari fungsi maintenance yang diembannya, bisa menjadi awal untuk membenahi proses yang ada, yang pada akhirnya akan mengurangi porsi maintenance pada O&O Cost. Dengan kata lain, akan menurunkan nilai O&O Cost secara keseluruhan.

Untuk dapat mengetahui maintenance cost, kita harus terlebih dahulu memahami struktur perhitungan O&O Cost. O&O Cost dinyatakan dalam cost/hour. Umumnya digunakan mata uang USD dalam menyatakan besarnya cost, walaupun kita juga bisa menggunakan mata uang lain, misalnya Rupiah. Ada 2 component utama pada O&O Cost yaitu Biaya Kepemilikan (Owning Cost) dan Biaya Operasi (Operating Cost). Biaya maintenance suatu unit alat berat ada di bagian Operating Cost.

oo_cost_table_equipina

Komponen-komponen biaya maintenance pada biaya operasional terdiri dari Biaya Pelumasan dan Biaya Perbaikan. Biaya Pelumasan meliputi biaya kebutuhan oli dan grease selama umur alat. Biasanya untuk perhitungan digunakan umur alat 5 tahun. Hal ini bisa diperkirakan menggunakan schedule maintenance, berapa nilai total berbagai jenis oli dan grease selama 5 tahun. Dalam praktek, bisa digunakan tabel-tabel yang mengkalkulasi berapa kebutuhan oli dan grease setiap service berkala, misalnya pada service 250 jam, 500 jam, dst. selama 5 tahun. Berapa volume kebutuhan oli dan grease kemudian dikalikan dengan harga per liter oli dan grease. Tentunya jika ingin lebih akurat, harus diperhitungkan kemungkinan kenaikan harga oli setiap tahun.

Tentunya, disamping harga oli dan grease, juga harus diperhitungkan biaya mekanik (labor cost) untuk melakukan penggantian oli atau penambahan grease. Untuk labor cost ini bisa dimasukkan dalam Biaya Perbaikan.

Biaya Perbaikan meliputi biaya mekanik dan spare part, baik dalam service berkala, midlife service sampai dengan overhaul dalam rentang 5 tahun. Untuk biaya overhaul, masing-masing pabrikan memiliki standar hourmeter overhaul berbeda-beda, misalnya 12.000 jam atau 15.000 jam. Jika rekomendasi pabrik untuk hourmeter overhaul lebih tinggi dari 5 tahun, maka biaya overhaul tidak perlu dimasukkan dalam perhitungan.

oo_cost_equipina_1

Ada biaya yang juga harus dimasukkan dalam biaya perbaikan, yaitu Repair Cost alias biaya yang munculnya tidak terduga karena adanya kerusakan pada satu bagian dari alat berat. Contohnya biaya yang muncul akibat premature failure pada transmisi, atau engine karena satu sebab mengalami kerusakan.  Memang untuk menghitung Repair Cost ini tidak mudah, karena kita tidak mengetahui kerusakan apa saja yang bisa terjadi di waktu yang akan datang. Namun kita bisa menggunakan asumsi, misalnya persentase biaya dikalikan dengan harga komponen, misalnya biaya repair untuk kerusakan engine adalah 60% dari harga engine untuk model tersebut saat ini. Jika kita memiliki catatan histori yang baik, kita dapat memperkirakan Repair Cost ini lebih akurat.

Dari sedikit gambaran struktur biaya operasional, kita bisa menyimpulkan, setiap terjadi hal yang abnormal pada unit yang membutuhkan perbaikan, akan membuat nilai Biaya Operasional ini meningkat. Di sinilah peran Anda sebagai orang yang bekerja di bidang maintenance untuk menekan biaya perbaikan, dengan cara menyusun program maintenance yang baik dan dilaksanakan secara konsisten. Kegagalan dalam menyusun jadwal maintenance yang baik akan mengakibatkan munculnya biaya tidak terduga yang akan mempengaruhi struktur O&O Cost secara keseluruhan.

 

(ES)

Leave a Comment