Pahami Jenis-Jenis Kerusakan Pada Belt Berikut Ini

worn-drive-belt1

Timing belt atau belt pada engine merupakan bagian yang sangat penting, timing belt berfungsi mensinkronkan putaran crankshaft dengan camshaft, sehingga katup (valve) engine bisa membuka dan menutup pada saat yang tepat dengan naik turunnya piston pada langkah intake dan exhaust.  Sayangnya banyak yang menganggap enteng  kerusakan pada belt. Bahkan pada beberapa kasus maintenance di alat berat, belt yang sudah mulai mengalami kerusakan dibiarkan saja tidak diganti pada saat dilakukan service berkala. Hal yang sering menjadi alasan adalah belt tersebut masih bisa dipakai, jadi belum perlu diganti.

Padahal kerusakan belt dapat memicu masalah lain yang lebih fatal sampai dengan terjadinya kecelakaan. Misalnya, akibat putusnya belt, piston dan menumbuk valve karena tidak sinkronnya gerakan piston dan valve. Atau, putusnya belt saat seseorang membuka ruang engine saat engine sedang berputar dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Pengetahuan mengenai jenis-jenis kerusakan pada belt sangat penting karena dari situ kita dapat mendiagnosa ketidaknormalan yang terjadi, yang mungkin menjadi awal dari kerusakan bagian lain dari engine.

Mari kita simak beberapa jenis kerusakan yang umum terjadi pada belt berikut ini secara visual dan solusi yang perlu dilakukan :

normal_wearKerusakan Normal

Disebabkan oleh pemakaian secara normal tanpa adanya masalah pada engine. Ciri dari kerusakan tipe ini adalah bentuk gerigi dari belt lebih menyerupai huruf "U" dari yang sebelumnya berbentuk huruf "V".

Solusi :
Lakukan penggantian belt.
rib_wearMisalignment

Disebabkan keausan pulley/idler bearing, keausan bearing water pump, tidak ratanya putaran pulley power steering atau aksesori pulley lainnya, atau gagal berfungsinya harmonic balancer pulley.

Solusi :
Lakukan koreksi untuk semua kemungkinan tidak ratanya putaran, sebelum dilakukan penggantian belt.
abrasionAbrasion

Tingkat kekencangan belt tension yang tidak sesuai dapat menyebabkan slip dan keausan pada permukaan belt. Kemungkinan lain adalah masuknya partikel asing ke dalam sistem drive belt.

Solusi :
Pastikan tidak adanya partikel asing yang tersangkut pada sistem drive belt, periksa kekencangan belt pada belt tensioner dan lakukan penggantian belt.
crackingCracking

Disebabkan oleh longgarnya belt dalam waktu yang cukup lama, yang diperparah dengan suhu yang tinggi akibat gesekan belt pada pulley atau komponen lainnya. Meskipun pada kerusakan tipe ini, belt masih dapat berfungsi, namun bila robeknya belt menjalar ke lapisan kawat dari belt, maka putusnya belt hanya tinggal menunggu waktu.

Solusi :
Lakukan penggantian belt.
chunk_outChunk Out

Disebabkan keretakan belt yang parah (lihat pada masalah cracking di atas). Keretakan belt yang dibiarkan terus menerus, akan menyebabkan masalah ini. Kondisi ini makin diperparah dengan timbulnya panas yang berlebihan akibat gesekan belt.

Solusi :
Lakukan penggantian belt. Selalu lakukan pengecekan tensioner, pulley dan drive alignment.
pillingPilling

Ciri dari kerusakan tipe pilling ini, adalah bagian dalam dari gerigi belt terlihat mengkilat. Hal ini disebabkan deposit material belt yang terkikis dan mengeras akibat tidak ratanya putaran pulley, adanya bagian yang kasar atau tajam dari pulley, kurangnya tegangan belt, pulley yang dicat/diberi lapisan pada permukaannya atau putaran engine yang tidak stabil.

Solusi :
Semua kondisi putaran yang tidak rata harus diperbaiki terlebih dahulu, pulley harus dibersihkan, pulley yang mengalami kerusakan harus diganti, lakukan perbaikan terhadap putaran engine yang tidak stabil. Jika semua masalah ini telah diperbaiki, lakukan penggantian belt.

 

(ES)

Leave a Comment