Pelaku Industri Manufaktur Diharapkan Mempersiapkan Diri Menghadapai Era Industry 4.0, Manufacturing Indonesia 2017 Secara Resmi Dibuka

opening_ceremony_equipina_1

Belakangan ini, industri manufaktur Indonesia menunjukan tren yang menggembirakan. Menurut data Kementerian Perindustrian pertumbuhan sektor manufaktur mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan Year-on-Year (YoY) sebesar 5,49% pada kuartal III tahun 2017. Sementara pertumbuhan industri kumulatif YoY sektor ini di kuartal III 2017 telah mencapai 4,71%. Kenaikan pangsa pasar industri manufaktur nasional ini berdampak pada naiknya peringkat daya saing sektor manufaktur dibandingkan sektor ekonomi lainnya yang naik ke peringkat 9 sepanjang tahun 2015 – 2017,dari sebelumnya di posisi 12 pada tahun 2014.

Tingkat pertumbuhan ini disinggung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Riris Marhadi, dalam sambutannya pada pembukaan pameran Manufacturing Indonesia 2017 dan Machine Tools Indonesia 2017, 2 pameran yang diselenggarakan Pamerindo Indonesia yang sekaligus menjadi pameran penutup di tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia.

Manufacturing Indonesia 2017 dan Machine Tools Indonesia 2017 berlangsung pada 6 – 9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Kedua event yang menempati area seluas 36.000 m2 ini menghadirkan 1600 perusahaan dari 30 negara dengan menampilkan beragam teknologi terkini kepada para pelaku industri manufaktur di Indonesia. Diharapkan melalui 2 pameran ini bisa terjadi pertukaran teknologi dan informasi sekaligus menjalin hubungan bisnis yang akan berdampak positif terhadap sektor manufaktur di Indonesia.

Namun, dibalik pertumbuhan yang menggembirakan ini, Riris juga mengingatkan para pelaku bisnis manufaktur untuk terus melakukan perbaikan dan membuka diri terhadap perkembangan yang terjadi di dunia saat ini. Seperti kita ketahui saat ini di berbagai belahan dunia sedang terjadi tren pergeseran menuju Industry 4.0, yaitu industri yang berbasis digital.

“Pemerintah berharap para pelaku industri manufaktur bisa mengembangkan Internet of Things (IoT) dimana proses produksi bisa dikontrol melalui internet yang membuat proses produksi menjadi lebih efisien.” jelas Riris. Ia juga menyambut baik pelaksanaan pameran seperti ini karena memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk membandingkan apa yang sudah dicapai dan dilakukannya dengan para pelaku industri mancanegara. “Industri dalam negeri harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan bagi Bangsa Indonesia,” tambahnya.

Hal ini senada dengan yang disampaikan  oleh Manara Lodewijk Hutapea, Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES) yang turut mengisi kegiatan pameran dengan Welding Contest. Manara melihat industri manufaktur di Indonesia secara perlahan mulai membaik, seiring masuknya berbagai investor ke Indonesia. Namun hal ini juga harus diwaspadai, para pelaku industri di Indonesia juga harus mempersiapkan diri terhadap tren baru yang mulai bergeser ke era digitalisasi dan robotik.

opening_ceremony_equipina

Dalam sambutannya, Dadang Asikin selaku Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA), mengapresiasi pelaksanaan pameran seperti ini karena bisa mendorong pelaku industri lokal dalam mengembangkan produk-produknya.  Ia berharap, para pelaku industri dapat mengembangkan produknya dengan menerapkan berbagai teknologi terkini.

Pada pameran kali ini, juga diisi oleh paviliun dari berbagai negara yang meliputi Jerman, India, Korea, Tiongkok, Singapura, Taiwan, Thailand dan Jepang. Berbeda dari pameran-pameran sebelumnya, pameran kali juga akan diisi dengan beberapa kompetisi seperti Welder Competition dan Contest yang berlangsung selama 4 hari pelaksanaan pameran, dan Spinning Tool Competition yang diselenggarakan oleh Indonesia Mold & Dies Industry Association (IMDIA).

Pameran Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibitions ini didukung oleh Kementerian Perindustrian, Indonesian Precision Tooling Industry Association (AIPPINDO), Indonesian Foundry Industries Association (APLINDO), Association of Metalwork and Machinery (ASPEP), Indonesian Automotive Parts & Components Industries Association (GIAMM), Federation of Indonesian Metalworks & Machinery Industries Association (GAMMA), The Indonesian Welding Engineering Society (IWES) dan Indonesian Mould & Die Industry Association (IMDIA).

 

(ES)

(Visited 44 times, 1 visits today)