Pemilihan Alat Berat : Memahami Bucket Digging Force dan Arm Stick Force pada Excavator

Keputusan pembelian alat berat bagi sebuah perusahaan termasuk keputusan strategis bagi perusahaan itu, karena menyangkut nilai investasi yang tidak kecil dan berkaitan dengan strategi perusahaan. Di banyak perusahaan, pembelian alat berat akan melibatkan berbagai departemen yang berkaitan sebelum diambil keputusan final pembeliannya oleh top manajemen.

Saat ada rencana investasi alat berat, ada 2 aspek yang harus dipertimbangkan yaitu aspek komersial dan aspek komersial. Aspek komersial berkaitan dengan segala nilai uang, baik harga penawaran alat berat, cara pembayaran, financing, paket ‘ikutan’ seperti maintenance, spare part, dll. Sedang aspek non komersial berkaitan dengan hal-hal non teknis, seperti spesifikasi alat berat yang akan dipilih, teknologi, merek, siapa dealernya, termasuk maintenance-nya.

Dalam banyak situasi, pertimbangan lebih banyak mengarah ke aspek-aspek komersial, padahal aspek-aspek non komersial adalah faktor yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan. Aspek-aspek non komersial akan berpengaruh pada saat pembelian sudah dilakukan dan digunakan pada operasional. Kata kuncinya adalah efisiensi. Pemilihan alat berat yang secara aspek non komersial kurang memadai akan menggerogoti efisiensi perusahaan. Kita pun tahu bahwa efisiensi berhubungan erat dengan nilai uang. Semakin tidak efisien alat berat yang digunakan akan mengakibatkan produksi yang rendah dan meningkatnya berbagai biaya.

Banyak hal yang mendasari mengapa aspek non komersil sering kurang menjadi prioritas. Salah satu diantaranya adalah minimnya pemahaman mengenai teknis alat berat. Hal ini disebabkan berbagai faktor, misalnya brosur-brosur kebanyakan berbahasa Inggris dan mengandung istilah-istilah yang cukup asing bagi kebanyakan orang. Disamping itu presentasi atau penjelasan dari sales-sales lebih berfokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki alat berat yang ditawarkan. Istilahnya, apa pun kebutuhan Anda bisa terjawab oleh alat berat yang ditawarkan.

Equipina akan menjabarkan berbagai hal hal non komersial yang perlu Anda pahami dari berbagai alat berat, dalam ulasan yang berbeda-beda. Kali ini kami akan membahas mengenai istilah yang ada pada excavator dan alat berat sejenisnya, yaitu bucket digging force dan arm stick force.

Di setiap brosur-brosur atau spec sheet excavator, umumnya selalu dicantumkan mengenai bucket digging force dan arm stick force, walaupun beberapa produk mungkin menggunakan istilah yang berbeda, namun pengertiannya sama. Bucket digging force merupakan besarnya tenaga yang dihasilkan excavator tersebut untuk menggerakkan bucket-nya untuk memecah material. Pada umumnya, besarnya bucket digging force dinyatakan dengan satuan kN atau kg. Untuk mudahnya membayangkan bucket digging force, bayangkanlah seekor ayam yang sedang mematuk. Tentunya kekuatan patukan seekor anak ayam dengan seekor ayam jago berbeda. Tenaga patukan paling besar pada ayam itulah yang dinamakan bucket digging force pada excavator.

Bucket digging force dibutuhkan untuk menekan dan memecah material misalnya tanah, sebelum dimuat pada bucket. Semakin besar angka bucket digging force berarti semakin besar kekuatan excavator itu untuk menggali material. Namun, tidak selalu excavator yang memiliki angka bucket digging force lebih baik dari excavator dengan bucket digging force yang lebih kecil. Kita harus memastikan material yang akan dikerjakan oleh excavator itu membutuhkan angka bucket digging force yang besar atau tidak. Sebagai contoh, untuk material tanah berpasir yang tidak padat, tidak memerlukan bucket digging force yang besar. Sebaliknya, bila excavator itu bekerja menggali tanah liat (clay) yang kering dan padat diperlukan bucket digging force yang besar.

excavator_bucket_digging_force_equipina_1

Bucket digging force pada gambar di atas (FB) merupakan angka hasil perhitungan dengan suatu formula yang tidak perlu kita bahas di sini karena terlalu kompleks.

Sementara arm stick force (FS) merupakan tenaga maksimum yang bisa dihasilkan excavator tersebut untuk menarik material setelah digali. Sama seperti bucket digging force, arm stick force dinyatakan dengan satuan kN atau kg. Untuk membayangkan arm stick force, bayangkanlah 2 orang yang sedang beradu panco. Pada adu panco, masing-masing meletakkan sikunya pada permukaan meja dan berusaha untuk mengalahkan tenaga lawannya dengan menjatuhkan tangan lawannya hingga menempel pada meja. Tenaga yang dikeluarkan untuk menjatuhkan tangan lawan pada adu panco itulah yang serupa dengan arm stick force pada excavator.

Semakin besar angka arm stick force berarti semakin besar kekuatan excavator itu untuk menarik material. Menarik untuk dipahami, tidak selalu excavator dengan angka arm stick force yang lebih besar lebih baik dari excvator dengan arm stick force yang lebih kecil. Kita harus memperhatikan karakteristik material yang dikerjakan excavator tersebut. Bila excavator digunakan untuk menggali material berupa batuan hasil peledakan (blasting) tentunya tidak memerlukan angka arm stick force yang besar. Namun bila excavator itu digunakan untuk mencabut tunggul pohon yang sudah mati, diperlukan angka arm stick force yang besar. Pemilihan excavator dengan arm stick force yang tepat akan membuat pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

Namun perlu diingat, bucket digging force dan arm stick force hanya 2 faktor yang perlu dipertimbangkan saat akan memilih sebuah excavator. Ada faktor-faktor lain yang juga harus diperhatikan karena berkaitan dengan produktivitas, misalnya swing speed alias kecepatan excavator berputar untuk menumpahkan material. Bucket digging force dan arm stick force yang besar tidak akan ada artinya jika swing speed excavator tersebut terhitung lambat.

Tabel di bawah ini merupakan contoh dari bucket digging force dan arm digging force dari 3 merek excavator pada kelas yang sama.

excavator_bucket_digging_force_equipina_2

Terlihat pada tabel itu, excavator A memiliki bucket digging force yang terbesar, sedangkan excavator B memiliki arm stick force yang terbesar. Kita bisa menyimpulkan excavator A sangat cocok untuk menggali material yang padat dan keras, sedang excavator B sangat baik untuk ‘menggaruk’ material yang padat dan keras. Namun apakah excavator C performance-nya paling buruk? Belum tentu. Karena bisa terjadi justru excavator C memiliki swing speed yang tercepat. Untuk penggalian dan pemuatan material seperti batu bara yang sudah diledakkan, bisa jadi excavator C justru kemampuannya lebih baik.

Dari ulasan ini, Anda bisa mempertimbangkan excavator yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pemilihan excavator yang tepat akan membuat produktivitas meningkat sekaligus mengefisienkan biaya operasional dan maintenance yang dibutuhkan.

 

(ES)

 

Leave a Comment