Maintenance

Penggunaan Kain Majun Dalam Maintenance Alat Berat

Kain majun alias kain lap adalah kain yang digunakan untuk membersihkan kotoran. Kain majun bisa digunakan untuk membersihkan berbagai kotoran seperti air, oli, debu, lumpur maupun kotoran hasil sebuah proses. Dalam berbagai kegiatan maintenance alat berat fungsi kain majun sangat penting dan dianggap sama pentingnya dengan berbagai tools maupun peralatan safety.

kain_majun_equipina

Umumnya kain majun terbuat terbuat dari potongan kain sisa dari industri garmen. Kain limbah ini kemudian dijual dalam bentuk potongan tidak beraturan maupun disambung-sambung dan dijahit sebelum dijual dalam bentuk karungan atau bal-balan. Harga kain majun yang murah membuat di berbagai workshop alat berat maupun mekanik field yang bertugas di lapangan, memperlengkapi tools yang digunakan dengan kain majun.

Sifat kain majun yang praktis, dapat dibuang begitu sudah digunakan, membuat kain majun lebih disukai ketimbang menggunakan kain lap yang harus dibersihkan apabila selesai digunakan. Walaupun tentunya hal ini bisa menimbulkan masalah lingkungan jika limbah kain majun yang telah terkontaminasi bahan-bahan berbahaya seperti oli, gemuk maupun berbagai bahan kimia tidak dikontrol pembuangannya.

Namun, kita harus memahami jenis-jenis kain majun dan kapan menggunakannya. Fungsi kain majun yang sepele dan sering cuma dianggap sebagai pelengkap sering menjadi penyebab timbulnya masalah yang fatal bagi alat berat. Berikut adalah berbagai jenis kain majun beserta fungsinya.

Kain Majun Asalan, merupakan kain majun sisa garmen tanpa proses penjahitan. Potongan-potongan kain langsung dijual sehingga ukurannya sangat bervariasi, dari mulai potongan kecil sampai lembaran yang agak besar. Pengguna untuk jenis kain majun ini adalah bengkel, industri atau bidang usaha yang memiliki keterkaitan dengan bahan-bahan kimia. Harga kain majun ini relatif murah dan disukai karena penggunaannya hemat. Untuk membersihkan kotoran berupa spot cukup menggunakan potongan kain yang kecil.

Kain Majun Warna Jahit, memiliki lebar ukuran berkisar 25×25 sampai dengan 30×30 cm, berupa gabungan beberapa potong kain limbah yang ditumpuk menjadi 2-3 lapis dengan jahitan melingkar sehingga kain majun menyatu dengan kuat karena jahitannya yang melingkar seperti spriral kecil kemudian membesar. Kain majun jenis ini ini adalah salah satu produk favorit karena banyak digunakan oleh berbagai industri. Dengan beberapa lapis kain, kain majun ini cukup favorit karena sangat efektif digunakan sebagai lap pembersih terutama untuk membersihkan kotoran yang berukuran lebih besar misalnya genangan oli.

Kain Majun Putih Jahit, memiliki lebar ukuran berkisar 25×25 sampai dengan 30×30 cm. Terbuat dari potongan kain sisa bahan kaos yang dijahit menjadi satu dalam bentuk lembaran. Walaupun harganya lebih mahal dari kain majun asalan maupun kain majun putih jahit, kain majun jenis ini cukup favorit digunakan pada pekerjaan-pekerjaan yang relatif ‘bersih’ seperti membersihkan lapisa dempul yang telah diamplas sebelum dilakukan pengecatan.

Kain Majun Campuran adalah gabungan kain majun yang dikemas dalam karung dengan ukuran 50 kg yang diisi dengan kain majun dengan lebar 1-2 jari dicampur dengan kain majun yang lebarnya berukuran 2-3 jari.

kain_majun_equipina_1

Kain Majun Putih Lembaran Tanpa Jahitan adalah kain majun warna putih dengan bahan kaos dalam ukuran tertentu (tergantung produksi konveksi atau garment tersebut). Kain majun jenis ini bisa berasal dari kain sisa produksi atau sengaja diproduksi menjadi lembaran kain majun. Karena bentuknya berupa lembaran tanpa jahitan, harganya relatif lebih mahal dari jenis lainnya. Kain majun jenis ini sangat cocok untuk menghaluskan permukaan logam yang baru dicat.

Yang perlu diperhatikan, ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang tidak cocok menggunakan kain majun terutama yang berasal dari kain sambungan, misalnya pekerjaan overhaul engine atau perbaikan pompa hidraulik, motor, dll. Sifat dari kain majun dengan serpihan kain, benang maupun debu-debu kain sangat rentan memasuki komponen-komponen mesin. Bayangkan jika potongan benang jahit masuk di sela-sela liner dan piston. Belum lagi faktor kealpaan misalnya ada potongan kecil kain terjepit di sela-sela silinder blok tentunya akan berpotensi menimbulkan problem yang fatal.

Tidak heran, sebagian perusahaan alat berat sudah mengganti penggunaan kain majun dengan majun yang terbuat dari bahan khusus seperti katun yang dilapisi oleh latex atau Polyurethane terutama untuk pekerjaan-pekerjaan sensitif seperti repair maupun overhaul engine.

Beberapa produk dari merek tertentu menggunakan majun yang terbuat dari Polyurethane, tanpa bahan katun. Bentuknya menyerupai lembaran tissu berwarna putih dengan ukuran 40×40 cm. Harga majun khusus seperti ini tentunya relatif mahal, namun sebanding dengan resiko kerugian yang bisa dikurangi akibat penggunaan kain majun konvensional.

Kain majun memang sangat dibutuhkan, namun penggunaannya harus dikontrol dan dimaksimalkan sehingga berbagai pekerjaan maintenance bisa dilakukan dengan biaya yang efisien.

 

(HP)