Pergerakan Ekonomi Dorong Permintaan Kendaraan Niaga

Aktivitas ekonomi di beberapa sektor industri mendorong peningkatan penjualan kendaraan niaga. Pelaku industri otomotif optimistis penjualan kendaraan niaga akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

”Kenaikan impor bahan baku berarti ada pergerakan di sektor-sektor industri. Kebutuhan kendaraan niaga, seperti truk, yang mendukung pun akan ikut naik,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Soegiarto menuturkan, banyak faktor yang memengaruhi penjualan kendaraan niaga. ”Salah satunya harga komoditas,” katanya.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan kendaraan kategori pikap periode Januari-April 2018 sebanyak 49.056 unit atau tumbuh 11 persen dibandingkan dengan Januari-April 2017. Penjualan kendaraan kategori truk sebanyak 38.365 unit atau meningkat 40 persen dari Januari-April 2017 sebanyak 27.329 unit.

Director Sales and Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Mitsubishi Fuso) Duljatmono mengatakan, penjualan kendaraan niaga dalam empat bulan pertama 2018 meningkat 29,9 persen.

”Penjualan pada Januari-April tahun ini sekitar 36.800 unit. Pada periode yang sama tahun lalu sekitar 28.300 unit,” katanya.

Berlanjut

Menurut Duljatmono, tren peningkatan penjualan kendaraan niaga tahun ini merupakan kelanjutan dari tahun lalu. Peningkatan permintaan kendaraan niaga tahun lalu terutama didukung pertumbuhan sektor konstruksi, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan batubara.

”Prediksi kami, tren penjualan akan tetap naik. Apalagi, perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh,” katanya.

Duljatmono menambahkan, pangsa pasar Mitsubishi Fuso hingga April 2018 sebesar 45,4 persen dari total pasar kendaraan niaga nasional. Mitsubishi Fuso menargetkan pangsa pasar 46-47 persen pada akhir tahun ini.

Menurut Duljatmono, penjualan kendaraan niaga sangat dipengaruhi aspek pembiayaan. ”Boleh dibilang 90 persen didukung pembiayaan atau kredit. Jadi dukungan di sisi finansial, seperti suku bunga dan uang muka, akan sangat membantu pertumbuhan kendaraan niaga,” katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira, mengatakan, dampak kenaikan harga komoditas relatif akan langsung terasa pada kinerja penjualan kendaraan niaga. Adapun dampak terhadap penjualan kendaraan pribadi akan ada jeda 5-6 bulan.

(Sumber : Kompas.id)

Leave a Comment