Riggerman, Penjaga Gawang Keselamatan Kerja Pada Operasional Crane

Pekerjaan pengangkatan beban berat yang biasa dilakukan para proyek-proyek konstruksi dan pertambangan memiliki resiko yang tinggi. Berbagai peristiwa kecelakaan kerja sering terjadi karena pekerjaan pengangkatan beban berat.

Berikut ini cuplikan berita dari berbagai media online mengenai peristiwa kecelakaan kerja yang berkaitan dengan pengangkatan beban berat di beberapa wilayah di Indonesia. Dari peristiwa-peristiwa ini terjadi berbagai kerusakan benda, cidera bahkan korban jiwa.

Polisi Selidiki Penyebab Jatuhnya Girder Tol Depok-Antasari
Beton Girder yang Jatuh di Proyek Tol Pemalang-Batang untuk JPO
Kronologi Jatuhnya Beton Proyek MRT Menimpa Pengendara
Tim Puslabfor Datangi Lokasi Jatuhnya Launcher Girder Crane di Jatinegara

Dari semua peristiwa ini, ada satu hal penting yang perlu dicatat, setelah proses investigasi dilakukan didapatkan kesimpulan akar permasalahan dari terjadinya kecelakaan-kecelakaan ini adalah faktor kelalaian manusia (human error). Walaupun tidak jelas detil penyebab terjadinya peristiwa-peristiwa ini, namun dalam pekerjaan pengangkatan beban berat, faktor,manusia memang memegang peranan yang sangat penting, disamping tentu saja peralatan crane,kondisi lingkungan kerja dan faktor alam.

Seorang operator crane tentulah memiliki banyak keterbatasan dalam mengoperasikan cranenya. Ia tidak bisa mengontrol semua hal yang berada di luar lingkup kendalinya, seperti jarak pandang, gerakan beban, pergerakan benda lain di sekitarnya, pergerakan manusia, cuaca, dll, sehingga ia perlu dipandu untuk menggerakkan crane oleh seseorang yang berada di luar crane.

Untuk itu dalam pengangkatan beban diperlukan seseorang yang mengatur pekerjaan pengangkatan beban yang disebut riggerman. Seorang riggerman adalah seorang yang bertugas mempersiapkan berbagai hal sebelum pengangkatan dimulai dan memberikan komando kepada operator crane. Bila di banyak negara riggerman adalah sebuah profesi tersendiri, artinya seorang riggerman direkrut khusus untuk menjalankan fungsinya tanpa mengerjakan pekerjaan lain, sementara di Indonesia pekerjaan ini sering dirangkap oleh seseorang yang pekerjaan utamanya bukan riggerman, misalnya mekanik atau pengawas lapangan.

Di proyek-proyek pertambangan di Indonesia yang telah menerapkan aturan safety yang ketat, manakala ada pekerjaan pengangkatan beban berat, otomatis ada seseorang yang akan mengambil fungsi sebagai riggerman. Sayangnya di proyek-proyek konstruksi di Indonesia, hal ini tidak selalu terjadi. Sering terlihat seorang operator crane mengoperasikan crane untuk mengangkat sebuah benda berat hanya dibantu beberapa pekerja yang tidak memiliki pengetahuan memadai dalam memandu sebuah pekerjaan pengangkatan beban berat.

Seorang riggerman bertanggung jawab sejak sebuah pekerjaan pengangkatan beban akan dilakukan sampai dengan crane menyelesaikan pekerjaannya dan berpindah ke lokasi lain. Berikut ini adalah pekerjaan utama seorang riggerman:

  • Memastikan kesiapan lokasi pengangkatan beban, seperti kondisi tanah dan area udara di sekitar area pengangkatan termasuk membersihkan area bila diperlukan dan berkoordinasi bila di sekitar area pengangkatan ada pekerjaan lain yang sedang berlangsung. Hal ini termasuk juga dengan menyiapkan benda yang akan diangkat, seperti pengikatan benda agar aman saat diangkat dan menyiapkan peralatan pendukung bila diperlukan seperti plat-plat baja sebagai landasan, tali temali, safety line, papan peringatan, dll.
  • Mengatur posisi unit crane agar sesuai dengan posisi dari beban yang akan diangkat tanpa melampaui kapasitas crane. Pekerjaan ini termasuk juga dengan pengaturan outrigger dan memposisikannya pada area yang aman. Riggerman akan bekerjasama dengan operator crane untuk mengatur posisi crane.
  • Memasang hook dan rantai/sling pada benda yang akan diangkat, memastikan rantai-rantai pengangkat atau sling tidak terbelit satu dengan yang lain dan cukup layak digunakan (secara visual), serta memastikan kekuatannya, baik menggunakan tangan maupun power tools jika diperlukan.
  • Memberikan komando kepada operator crane selama kegiatan pengangkatan. Untuk itu seorang riggerman harus memahami kode-kode standar pemberian komando pada pengangkatan beban dengan crane (lihat chart di bawah).
  • Melepaskan hook, rantai/sling dan membersihkan area bekas dari benda-benda pendukung pekerjaan pengangkatan, seperti safety line, papan petunjuk/peringatan, tagging, plat besi landasan, dll.

signal_code_riggerman_equipina

 

(HP)

Leave a Comment