Satu Lagi Pendatang Baru di Industri Alat Berat Indonesia : Powerplus

Pasar alat berat Indonesia semakin meriah dengan hadirnya brand-brand baru alat berat dari berbagai negara. Indonesia memang dipandang sebagai pasar yang potensial untuk memasarkan alat berat, disamping jumlah penduduknya yang besar, wilayah yang luas, belakangan ini pembangunan sedang digenjot oleh pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi.

Masuknya berbagai brand-brand baru ini tentunya akan membuat kompetisi semakin ketat. Namun di sisi lain, bagi customer-customer pengguna alat berat masuknya berbagai brand-brand ini akan menguntungkan karena harga akan semakin kompetitif sejalan dengan persaingan memberikan kualitas yang terbaik.

Salah satu brand alat berat yang baru memasuki pasar alat berat Indonesia adalah Powerplus. Brand yang keagenannya dipegang oleh PT. Jaya Trade Indonesia ini mengukuhkan kehadirannya pada Indonesia International Bus, Truck & Components Exhibition (IIBT) 2017 yang baru-baru ini berlangsung di kawasan JIExpo Kemayoran. Sebelumnya PT. Jaya Trade Indonesia dikenal sebagai dealer bagi forklift Yale.
Rentang produk Powerplus sendiri termasuk cukup banyak, mulai dari excavator, wheel loader, bulldozer, motor grader, berbagai jenis crane, farm tractor, dump truck, forklift sampai dengan produk-produk berkategori plant, seperti asphalt mixing plant, batching plant dan stone crusher, dan juga komponen seperti engine.

Yang mengejutkan, Powerplus merupakan sebuah brand alat berat yang berbasis di Singapura. Ya, Powerplus merupakan family business yang dimiliki oleh warganegara Singapura. Hal lain yang cukup mengagetkan, Powerplus dipimpin oleh seorang CEO yang usianya masih belia. Sampai di sini, mungkin ada sebagian orang yang memandang sebelah mata terhadap brand ini dan perusahaan yang berdiri di belakangnya. Namun bila kita melihat sepak terjang dari Powerplus, keraguan itu akan sirna. Betapa tidak, Powerplus sendiri bukanlah pendatang baru di industri alat berat.

Berawal dari berdirinya Powerplus Group Inc., USA, sebuah pabrikan alat berat dan lokomotif dengan merek Powerplus pada tahun 1973. Perusahaan yang berbasis di California ini terus eksis di tengah-tengah persaingan yang ketat dengan berbagai produsen alat berat, tidak hanya di Amerika melainkan di dunia. Pada tahun 1993, Datuk Derrick Ong, seorang warganegara Singapura yang telah memiliki banyak asam garam dalam bisnis rental alat berat dan penjualan spare part mendapat undangan dari pemerintah Tiongkok untuk berkunjung ke Tiongkok dan melihat berbagai pabrik dan fasilitas manufaktur wheel loader dan forklift milik Amerika yang telah ditinggalkan dan mati. Pemerintah Tiongkok menawarkan kepada Derick untuk mengambil alih aset itu dan membangunnya kembali. Namun melihat kulitas produk pada pabrik tersebut sangat buruk dan tidak memenuhi standar internasional, Derick menjadi ragu dan mengabaikan tawaran itu.

powerplus_equipina_1

Setelah beberapa tahun berlalu, Derick mulai memikirkan kembali tawaran itu dan pada awal 2000 ia kembali ke Tiongkok untuk melihat fasilitas pabrik-pabrik tersebut. Dari sini, Derrick melihat ada langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan untuk menghidupkan kembali pabrik-pabrik tersebut. Sekembalinya ia dari Tiongkok ia segera menyusun tim yang terdiri dari para engineer dari departemen R&D dari perusahaannya di Singapura yang diberi tugas untuk mempelajari berbagai teknologi paling maju untuk nantinya diterapkan pada pabrik-pabrik di Tiongkok.

Pada tahun 2004, Derick mendirikan Powerplus Group, Pte., Ltd. setelah sebelumnya mengakuisisi Powerplus Group Inc., USA. Powerplus di Amerika menjadi anak perusahaan dari perusahaan yang didirikannya dan berbasis di Singapura. Sementara pabrik di Tiongkok menjadi pabrik utamanya dengan memproduksi berbagai alat berat bermerek Powerplus. Ke depannya, Powerplus berencana untuk membuka pabrik baru di Brazil dan Uzbekistan.

Setelah 4 tahun membesarkan Powerplus, pada tahun 2008 Derrick yang saat itu berusia 55 tahun memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya di Powerplus Group, Pte., Ltd. kepada anak laki-lakinya yang pada saat itu berusia 22 tahun, Marcus Ong. Marcus Ong merupakan orang yang paling banyak membantu ayahnya saat proses awal Powerplus. Ia, yang merupakan lulusan internasional bisnis dari Universitas Curtin, Australia, sebelumnya adalah chairmant dari PowerPac, sebuah industri alat berat yang memproduksi berbagai alat berat konstruksi. Sebelumnya PowerPac merupakan sebuah divisi peralatan konstruksi jalan dari Powerplus Amerika.

Dalam usianya yang terhitung muda bagi sebuah manufaktur alat berat, Powerplus telah melebarkan pasarnya ke berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Saat ini Powerplus memiliki kantor perwakilan atau dealer di lebih dari 100 negara di 5 benua. Untuk mempromosikan produk-produknya, Powerplus tidak segan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk mengikuti berbagai expo terkemuka di dunia, salah satunya adalah Bauma Expo yang dianggap sebagai expo alat berat terbesar di dunia.Tidak heran dengan sepak terjangnya yang sedemikian ini, Powerplus berulangkali mendapat penghargaan dari pemerintah Singapura.

Powerplus merupakan salah satu contoh fenomenal sebuah perusahaan yang berasal dari Asia Tenggara yang dapat memasuki dan eksis di sebuah industri yang dianggap sebagai industri yang memiliki persaingan yang sangat keras.

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

PT. Jaya Trade Indonesia
Jl. Kramat Raya No. 144
Jakarta 10430
Telp. : 021 – 315 9999, 315 6344
Fax : 021 – 314 5888
Website : www.jayatrade.com

 

(HP)

 

Leave a Comment