Scania Heavy Tipper, Solusi Cerdas Pengangkutan yang Efisien di Pertambangan

Dunia pertambangan Indonesia kembali bergairah pada waktu belakangan ini. Kenaikan harga batu bara menjadi pemicunya. Sempat menyentuh angka psikologis USD 40 per tonnya, harga batu bara mulai merangkak naik. Walau belum menyamai harga batu bara sebelum tahun 2012 yang pernah diatas USD 100 per ton, namun dengan harga batu bara di pasar internasional saat ini membuat bisnis alat berat yang bergantung pada sektor pertambangan kembali bergairah.

Dengan harga batu bara yang belum bisa dikatakan tinggi, perusahaan pertambangan harus memutar otak untuk mengefisienkan biaya operasionalnya agar bisnisnya tetap mendatangkan keuntungan. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam bisnis pertambangan adalah menekan biaya-biaya yang harus dikeluarkan, misalnya biaya maintenance, sekaligus meningkatkan output dengan produktivitas yang optimal.

Untuk menjawab kebutuhan ini, PT. United Tractors, Tbk. menghadirkan jajaran baru produk-produk peralatan pertambangan yang diageninya dengan menghadirkan Scania Heavy Tipper.

Baca juga:
United Tractors Meluncurkan Truk Tambang Scania Heavy Tipper

scania_heavy_tipper_equipina
Scania P 410 8×4 dengan Coal Body

Scania Heavy Tipper adalah produk truk Scania yang didesain untuk menjawab kebutuhan sektor pertambangan akan peralatan kerja yang kuat, efisien dan memiliki produktivitas tinggi. Terdiri dari 2 varian, Scania P 410 8×4 yang ditujukan untuk pengangkutan material-material densitas lebih rendah seperti batu bara dan Scania P 360 6×4 yang ditujukan untuk pengangkutan material dengan densitas lebih tinggi misalnya material OB (Over Burden) atau bebatuan.

Menggunakan dump body yang diproduksi oleh PT. United Tractor Pandu Engineering, dump body berwarna hitam ini didesain sangat pas digunakan pada kedua model truk Scania ini. Untuk P 410 dengan coal body mampu mengangkut batu bara 45 m3 (struck), sementara P 360 dengan OB body memiliki kemampuan mengangkut 20 m3 material OB (heaped). Untuk mengangkut muatan material seperti ini, kedua model ini memiliki front suspension berkapasitas 11 ton, sedangkan untuk kapasitas rear suspension P 410 40 ton, sedangkan P 360 30 ton. Sistemnya menggunakan per daun (parabolic springs) heavy duty yang dilengkapi peredam kejut dan anti-roll bar.

Namun, kemampuan suspensi menjadi tidak ada artinya jika tidak diimbangi sasis yang mumpuni. Karenanya, Scania merancang kedua model truk ini menggunakan frame ganda kualitas tinggi yang memiliki ketebalan 9,5 mm. Untuk memperkuat frame utama ini, sebuah frame internal dengan ketebalan 8 mm. Material frame ini mampu menahan tekanan sampai dengan 500 MPa sebelum terdefleksi (bengkok). Frame ini juga dilapisi dengan anti karat khusus berupa bubuk yang sangat efektif melindungi dari perkaratan.

Sebagai sumber tenaganya menggunakan engine Scania D13 (13 liter), yang masing-masing mampu menghasilkan output sebesar 360 Hp (P 360) dan 410 Hp (P 410) pada putaran 1900 rpm dan torsi maksimum 1750 Nm pada putaran engine 1000-1350 rpm. Dengan standar emisi Euro III, engine-engine ini dilengkapi dengan kontroler Engine Management System (EMS) yang mampu melakukan injeksi bahan bakar tekanan tinggi secara akurat, sehingga pemakaian bahan bakar pun menjadi lebih efisien.

scania_heavy_tipper_equipina_1
Scania P 360 dengan OB Body

Untuk transmisi menggunakan transmisi 12 percepatan otomatis yang dilengkapi dengan 2 gear overdrive dan 2 gear mundur. Agar perpindahan gigi berlangsung secara cepat dan halus, transmisi ini dilengkapi dengan layshaft brake, seperti yang umum ditemui pada kendaraan penumpang.

Terakhir, putaran engine disalurkan pada kedua axle belakang yang menggunakan sistem hub reduction dengan rasio 7,63, yang membuat roda-roda belakang mampu berputar secara bertenaga dengan kecepatan sedang. Walaupun dioperasikan dengan mengangkut muatan yang berat pada medan-medan pertambangan yang buruk, kedua truk ini tetap dapat beroperasi dengan sempurna berkat propeller shaft dan wheel hub yang diperkeras (reinforced).

 

(HP)