Solusi Untuk Pemeliharaan Shaft-Bearing & Bolt-Nut : Loctite Threadlocking

Tahukah Anda, mayoritas penyebab keausan shaft, bearing, bearing housing dan bolt-nut disebabkan karena hanya 50% saja permukaan thread (drat/ulir) yang saling bersentuhan? Mungkin kebanyakan kita menganggap penyebabnya karena penguncian yang terlalu kencang (over torque), sebagian lagi mungkin menganggap kualitas material yang rendah.

Berbagai penelitian mengungkapkan, ketidakrataan permukaan antar logam yang bersentuhan dan bergesekan dalam jangka waktu yang cukup lama akan memperkecil area kontak. Hal ini disebabkan selain karena pengikisan juga disebabkan kerusakan yang bertambah parah. Hal ini jika dibiarkan tanpa penanganan, pada jangka pendek akan menimbulkan kebocoran, baik fluida cair maupun gas. Pada jangka menengah akan menimbulkan kelonggaran ikatan antara kedua logam dan jangka panjang akan menimbulkan perkaratan. Tentunya hal ini akan menimbulkan timbulnya biaya perbaikan yang tergantung dari berat ringannya problem yang timbul.

loctite_threadlocking_equipina_1
Gambaran Kerusakan yang Bisa Timbul Akibat Gesekan 2 Permukaan Logam

Potensi masalah yang ditimbulkan akibat gesekan 2 permukaan logam bisa dihindari bila kedua permukaan logam bisa menempel dengan ketat. Disinilah fungsi dari Threadloacker untuk menutup celah-celah yang ada antara 2 permukaan logam, sehingga kedua logam bisa menempel dengan kuat dan meminimalkan gesekan keduanya.

Loctite Threadlocking adalah produk threadlocker yang diproduksi oleh Henkel AG & Company, KGaA, sebuah perusahaan yang berbasis di Jerman. Memiliki sejarah panjang, sejak 1876, Henkel yang berbasis di kota Dusseldorf ini memproduksi berbagai bahan kimia dan berbagai produk konsumer, salah satunya produk Loctite.

Berdasarkan fungsinya, produk-produk Loctite dibagi atas 3 kategori: Threadlocking, Retaining dan Gasketing. Untuk Threadlocking dibagi atas 4 kategori warna: merah, biru, hijau dan ungu. Masing-masing warna memliki fungsi yang berbeda.

Loctite Merah memiliki kekuatan paling tinggi di antara semua warna lainnya. Umumnya produk-produk Loctite merah akan mengering sempurna dalam jangka waktu 24 jam. Tersedia  dalam bentuk cair dan gel. Karena begitu kuatnya kemampuan menempelnya, untuk melepas logam yang menggunakan Loctite merah seringkali membutuhkan pemanasan.

Loctite Biru memiliki kekuatan medium. Sama seperti Loctite merah, Loctite biru akan mengering sempurna dalam waktu 24 jam. Tersedia dalam bentuk cair dan gel. Untuk melepas logam yang menempel dengan Loctite biru diperlukan hand tool.

Loctite Hijau digunakan untuk menyatukan sementara 2 permukaan logam sebelum dilakukan penyatuan secara permanen. Bisa dikatakan Loctite Hijau ini memiliki kekuatan medium-tinggi. Tersedia dalam bentuk cairan dan akan mengering sempurna dalam waktu 24 jam. Untuk melepas logam yang menempel dengan Loctite Hijau bisa digunakan pemanasan atau hand-tool.

Loctite Ungu yang juga dikenal dengan Loctite 222 memiliki kekuatan paling rendah, sehingga bisa diaplikasikan pada permukaan alumunium dan kuningan. Untuk melepas logam yang menempel dengan Loctite Ungu bisa digunakan hand-tool atau tangan. Disarankan untuk pengeringannya 24 jam untuk mendapatkan hasil maksimal.

loctite_threadlocking_equipina_2

PT. Henkel Indonesia, adalah representatif Henkel di Indonesia. Untuk kondisi Indonesia, PT. Henkel Indonesia memasarkan varian produk-produk Loctite Merah, yaitu Loctite 290 Threadlocker Cair, Loctite 243 (Oil Tolerance), Loctite 263 Threadlocker, Loctite 271 Threadlocker (Cair) dan Loctite 268 Threadlocker (Stick).

loctite_threadlocking_tabel_produk_equipina

 

(BW)

Leave a Comment