Teknologi Tanpa Galian, Solusi Efektif Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Sebagai negara yang sedang giat-giatnya membangun seperti Indonesia, persoalan efisiensi dalam berbagai proyek-proyek pembangunan infrastruktur menjadi hal yang sangat penting. Namun sayangnya, masih banyak pekerjaan-pekerjaan konstruksi yang menggunakan metode yang bisa dikatakan ketinggalan zaman yang berakibat pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak efisien, padahal kita ketahui ketidakefisienan erat kaitannya dengan pemborosan biaya dan waktu.

Salah satu ketidakefisienan pembangunan sarana konstruksi yang kita sering lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti berbagai penggalian di jalan-jalan di perkotaan yang sering diistilahkan dengan kegiatan bongkar pasang. Misalkan ada rencana pengembangan saluran pipa air bersih, atau pemasangan kabel telepon bawah tanah, hal yang paling sering kita lihat adalah penggalian trotoar atau badan jalan.

Penggalian seperti ini disamping sering menimbulkan kemacetan parah, juga mengakibatkan pemborosan biaya. Bayangkan, misalnya dengan melakukan penggalian untuk penanaman kabel, harus memindahkan saluran air bersih atau pipa gas yang sudah lebih dahulu ada. Tentunya waktu yang diperlukan untuk pengerjaan proyek itu menjadi lebih lama, belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pemindahan infrastruktur yang ada, serta kerumitan koordinasi antar instansi atau perusahaan pemilik infrastruktur itu.

Di berbagai negara maju di dunia yang menghadapi problem yang sama seperti di Indonesia, telah berkembang teknologi tanpa galian (trenchless) untuk melakukan berbagai pekerjaan konstruksi di kota-kota yang padat. Namun sayangnya, teknologi ini belum banyak dikenal di Indonesia. Tercatat baru pekerjaan pembangunan terowongan jalur MRT di Jakarta serta beberapa perusahaan pertambangan besar yang telah menggunakan teknologi ini.

teknologi_tranchless_equipina
Pekerja Sedang Memasang Sebuah Trenchless Equipment di Sebuah Proyek Konstruksi

Teknologi tanpa galian (trenchless) sejatinya adalah pembuatan saluran/terowongan dengan bantuan alat berat khusus (trenchless equipment), sehingga tidak diperlukan penggalian pada permukaan tanah. Adapun penggalian hanya diperlukan di bagian awal dan akhir dari proyek tersebut. Untuk proyek-proyek yang memiliki jarak yang jauh bisa dilakukan penggalian pada titik-titik tertentu. Hal ini jauh lebih efisien dibandingkan harus menggali permukaan tanah sepanjang proyek itu. Pada terowongan yang sudah dibuat kemudian dipasang pipa-pipa yang ditarik masuk mengisi terowongan dengan menggunakan trenchless equipment yang sama.

Dengan teknologi ini, berbagai infrastruktur yang ada di atas tanah atau permukaan tanah tidak terganggu

Pada penerapan teknologi trenchless ini, sebuah lubang galian (manhole) dibuat pada bagian ujung awal dari proyek. Penggalian lubang ini bisa dilakukan oleh alat berat seperti excavator atau menggunakan tenaga manusia. Ukuran lubang ini bervariasi, tergantung pada ukuran diameter terowongan yang akan dibuat, struktur material serta situasi medan di lokasi itu.

Pada umumnya lubang yang digali beurukuran 2 x 2 x 2 meter. Tujuan penggalian manhole ini adalah untuk melihat struktur lapisan tanah yang ada, sehingga bisa diketahui berapa tebalnya lapisan tanah dan batuan, jenis batuan dan kekerasannya serta material-material lain yang ada di situ. Pada situasi tertentu, pembuatan lubang cukup dilakukan seperti pada pembuatan sumur bor dengan menggunakan pipa-pipa.

Setelah manhole dibuat, trenchless equipment mulai diposisikan pada titik awal terowongan yang akan dibuat. Trenchless equipment bekerja dengan membor lapisan tanah dan batuan kemudian menarik material hasil pemboran untuk dibuang di tempat lain. Sebuah titik akhir pada segmen pemboran kemudian ditentukan dan dimasukkan pada sebagai record pada trenchless equipment. Data-data ini akan digunakan oleh operator trenchless equipment saat membor tanah.

method_new
Prinsip Teknologi Trechless

Untuk memandu pemboran tanah, seorang dispatcher akan memandu gerakan drilling bit dari trenchless equipment. Pada ujung alat bor (drilling bit) biasanya telah dilengkapi sensor yang secara simultan akan memancarkan sinyal yang ditangkap oleh sebuh alat penerima yang dipegang oleh dispatcher. Sinyal yang dipancarkan ini mampu menembus ketebalan lapisan tanah. Dengan adanya dispatcher dengan alat penerimanya bisa menghindarkan terjadinya kesalahan orientasi dari gerakan drilling bit. Dispatcher juga tetap berkoordinasi dengan operator trenchless equipment, sehingga bila terjadi kesalahan arah dari drilling bit bisa dikoreksi dengan cepat.

Setelah ujung drilling bit menembus permukaan tanah pada ujung akhir dari terowongan, pada drilling bit dipasang pipa khusus. Saat drilling bit ditarik kembali ke arah equipment, drilling bit ini juga akan menarik pipa untuk dimasukkan ke dalam terowongan sampai seluruh terowongan terpasang pipa.

Menurut salah seorang staf dari perusahaan yang memproduksi trenchless equipment asal Tiongkok yang ditemuai Equipina di sela-sela acara Trenchless Indonesia pada tanggal 30-31 Agustus 2017, kecepatan dari trenchless equipment cukup tinggi. Dalam 1 hari trenchless equipment bisa menggali terowongan sejauh 100-150 meter, lebih cepat dari pekerjaan penggalian yang dilakukan manusia yang bisa memakan waktu berminggu-mingguatau berbulan-bulan tergantung kerumitan proyek yang ada.

Tidak salah, bila salah satu peserta acara ini menyatakan, trenchless technology merupakan teknologi masa depan bagi Indonesia untuk mengatasi berbagai kerumitan di proyek-proyek konstruksi.

 

(ES)

 

Leave a Comment