Tips Dasar Berkomunikasi

Berkomunikasi adalah bagian yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Karena mahluk sosial, manusia tidak boleh tidak harus berkomunikasi. Karena tidak bisa lepas dari berkomunikasi, sedemikian rupa, maka tidak berkomunikasi juga ternyata adalah berkomunikasi.

Tujuan komunikasi adalah menyampaikan pesan kepada orang lain. Manusia berkomunikasi itu bisa untuk menyampaikan informasi, mempengaruhi, mengaburkan situasi, meminta pendapat, merekomendasikan keputusan dan berbagai tujuan lainnya.

Komunikasi memiliki power atau kuasa. Melalui komunikasi, banyak orang bisa dipengaruhi. Hampir bisa kita sebutkan bahwa tidak ada pemimpin yang baik tanpa penguasaan komunikasi yang baik. Melalui komunikasi, manusia dipengaruhi. Esensi dari kepemimpinan adalah mempengaruhi. Tentu dalam berbagai kesempatan dalam organisasi, masyarakat, keluarga dan lainnya, kita perlu mempengaruhi orang lain. Media yang kita gunakan adalah komunikasi. Jadi penting sekali kemampuan berkomunikasi bagi manusia. Apapun pekerjaan kita, siapapun kita, dimanapun kita ada, peran komunikasi menjadi sangat sentral. Jadi bagaimana dan apa dasar kita agar kita berkomunikasi dengan baik?

3 hal mendasar dalam berkomunikasi yang harus kita perhatikan dalam setiap kesempatan.

  1. Pilihan Kata yang Sesuai. Pilihlah kata yang sesuai dengan tujuan komunikasi yang kita maksudkan. Gunakan kata-kata yang tidak bermakna ganda, langsung –to the point, jangan bertele-tele. Pelitlah dalam kata tetapi kaya dalam magna. Bisakah kita menggunakan bahasa daerah? Tentu sepanjang pendengar kita sesuai dengan bahasa daerah yang kita gunakan. Hindari juga menggunakan istilah-istilah yang terkesan modern. Hasil peneilian menunjukkan bahwa dampak dari pemilihan kata hanya berfungsi sebesar 7% dalam menyampaikan pesan. Ini artinya, pilihan kata yang bagus, belum tentu mencapai tujuan kita berkomunikasi.
  2. Penggunaan Intonasi yang Sesuai. Intonasi bisa berupa naik turunnya ritme suara, kecepatan pengucapan kata, penekanan kata dan pengulangan kata penting. Penyampaian yang mendatar, sangat tidak disarankan yang membuat pendengar merasa bosan dan tidak mau mendengar kelanjutan komunikasi. Gunakan variasi pengucapan sesuai dengan derajat kepentingan informasi yang mau kita sampaikan. Sesuatu yang penting, sebaiknya diucapkan dengan keras dan lambat. Hasil penelitan menunjukkan bahwa intonasi menyumbang 38% dalm penyampaian pesan. Cukup tinggi, namun masih kurang.
  3. Pakai Bahasa Tubuh yang Relevan. Bahasa tubuh menyumbang sekitar 55% dari berhasilnya pesan yang kita sampaikan atau tidak. Begitu besarnya persentasi tersebut, sehingga kalau mau berkomunikasi, poin-3 ini sangatlah sentral. Demikian besarnya persentasi ini, sampai tanpa keluar kata, kadang kita bisa menerima pesan dari orang lain dari hanya senyuman, tatapan mata atau dari cara berdiri atau berpakaian. Bahasa tubuh bisa dilihat dari kelompok penampilan (cara berpakaian, sisiran rambut, sepatu,dll), kelompok wajah (mata, bibir, kening, hidung dll), kelompok badan, kelompok kaki, kelompok tangan. Masing-masing kelompok ini memiliki bagian-bagian yang dapat berkomunikasi. Kelompok wajah misanya mata. Mata yang tidak berani menatap menunjukkan adanya kebohongan, atau hidung yang mengembang mengisyaratkan bohong.

Dari ketiga kelompok tersebut, ternyata urutan yang paling mudah kita kontrol adalah 1, 2 dan 3. Namun urutan persentasi keberhasilan adalah 3, 2 dan 1. Kesimpulannya adalah sesuatu yang sulit kita kontrol ternyata menyumbang paling besar untuk keberhasilan komunikasi.

Jadi supaya kita berhasil dalam komunikasi, mulailah berlatih dengan menggunakan pilihan kata yang sesuai, gunakan intonasi yang relevan dan dukung dengan bahasa tubuh yang baik.

(Sahala Sinurat)


Baca Juga

 

Leave a Comment