Product Review

Unimog U 5000 4×4 Rigid, Truk Multi Fungsi Untuk Angkutan Logistik di Area Off-Road

Pada ajang Mining Indonesia 2017 yang lalu, di booth outdoor dari Mercedes Benz terlihat sebuah kendaraan Unimog berwarna putih pada deretan unit-unit yang didisplay. Walaupun lokasinya di bagian belakang, namun kendaraan ini mampu menarik perhatian pengunjung yang berkeliling di area pameran.

Nama Unimog di Indonesia tiba-tiba menjadi populer pada 2014 yang lalu. Kala itu beberapa truk Unimog 1300L digunakan sebagai kendaraan pada satu demo di Jakarta. Sebelumnya Unimog lebih banyak dikenal kalangan militer maupun kalangan off-roader. Memang Unimog banyak digunakan sebagai kendaraan taktis oleh militer berbagai negara di dunia.

Namun Unimog masuk Indonesia pertama kali bukanlah untuk keperluan militer. Menurut Indomiliter.com, Unimog didatangkan ke Indonesia pertama kalinya pada tahun 1958 sebagai kendaraan angkut Bulog. Barulah pada tahun 1976, Unimog didatangkan kembali ke Indonesia untuk Departemen Hankam/ABRI.

unimog_equipina

Nama besar Unimog tidak terlepas dari kemampuan kendaraan ini mengatasi medan-medan off-road yang ekstrim. Mulai dari protype pertamanya yang dibangun pada tahun 1946, awalnya Unimog diproduksi sebagai truk pertanian. Salah satu tonggak penting eksistensi Unimog adalah ajang Rally Paris Dakar, dimana beberapa kali Unimog memenangkan rally dalam kategori truk.

Menggunakan engine Mercedes Benz OM 924 LA, diesel engine 4,8 liter, 4 langkah 4 silinder segaris, direct injection dengan turbocharger dan intercooler, engine ini mampu menghasulkan daya output 218 Hp pada 2200 rpm. Engine ini memang didesain untuk beroperasi pada medan-medan off-road, hal ini terlihat dari torsi maksimum yang dihasilkan mencapai 810 Nm. Lebih tinggi dari rata-rata engine sekelas, bahkan dengan engine-engine dengan volume yang lebih besar. Seperti kita ketahui, pada medan-medan buruk, torsi lebih berperan ketimbang horsepower.

Tenaga besar ini kemudian disalurkan pada transmisi manual produksi Mercedes Benz, dengan sistem full-synchromesh reversing dengan 8 percepatan maju dan 6 percepatan mundur. Dengan sistem ini, pergantian gear (persneling) bisa berlangsung secara halus namun tetap bertenaga. Namun bila dikehendaki, unit ini bisa dilengkapi transmisi otomatis elektrik (opsional).

Dengan spesifikasi seperti ini, Unimog U 5000 4×4 Rigid sangat cocok digunakan sebagai angkutan logistik dengan muatan berat pada medan-medan off-road yang tidak mampu dilakukan oleh truk-truk biasa. Unimog dilengkapi dengan flexible frame yang terdiri atas 2 buah U-shaped frame yang diperkuat dengan cross member berbentuk tubular. Upperstructure dipasangkan pada frame ini pada 3 titik bearing yang membuat unit ini bebas dari kemungkinan terpelintir framenya saat membawa beban berat dengan osilasi medan yang beragam.

Axle-nya menggunakan differential lock depan dan belakang, sementara suspensinya menggunakan per daun, peredam kejut teleskopik dan stabilizer pada axle depan dan belakang, sehingga Unimog U 5000 4×4 Rigid truk mampu mengangkat muatan sebesar 12 ton (axle depan dan belakang).

Untuk melalui medan-medan buruk, unit ini sangat handal karena ground clearance yang dimiliki cukup tinggi. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan, ground clearance ini bisa diubah dengan menggunakan ukuran ban yang berbeda-beda. Unimog U 5000 4×4 Rigid menggunakan ukuran ban standar 365/80 R 20, yang bisa diubah minimum menggunakan ban ukuran 14.5R20 dan maksimum 455/70 R24.

Berbagai fitur-fitur ini membuat Unimog U 5000 4×4 Rigid bisa diandalkan sebagai angkutan logistik. Kualitas produk plus dengan dukungan layanan purna jual yang baik menjadi jaminan kehandalan produk ini.

Design06_08_UnimogDatasheetU5000

 

(BW)