Weichai dan Bosch Menandatangani Kerjasama Pengembangan Engine Hidrogen

weichai_bosch_equipina

Weichai Power, produsen engine, otomotif dan alat berat asal Tiongkok menjalin kolaborasi bersama Bosch, produsen komponen engine asal Jerman untuk mengembangkan engine berbahan bakar hidrogen. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama pada 21 November 2017 di Stuttgart, Jerman. Hadir pada penandatanganan kerjasama ini Li Qun, wakil gubernur Provinsi Shandong dimana Weichai berada, Tan Xuguang, presiden Weichai Power dan Dr. Volkmar Denner, Chairman dari Bosch Group.

Di bawah kerjasama ini kedua pihak sepakat untuk mengembangkan teknologi sel bahan bakar (fuel cell), termasuk spare part dan komponennya dan mengembangkan industri manufaktur kendaraan berteknologi sel bahan bakar, termasuk di dalamnya riset dan supply chain-nya, yang siap bersaing di kancah global.

Bosch juga akan membantu Weichai mengembangkan industri manufaktur cerdas berbasis digital pertama di Tiongkok yang diterapkan pada segala lini produksi,dari mulai sistem manajemen, manajemen cutting tool, line balancing dan global capacity balancing. Untuk diketahui, kerjasama antara Weichai Power dan Bosch telah berlangsung cukup lama, lebih dari 10 tahun Bosch menjadi penyuplai komponen-komponen untuk berbagai engine-engine Weichai.

Teknologi sel bahan bakar atau yang lebih populer dinamakan engine hidrogen adalah engine berupa sel-sel yang mirip seperti aki pada kendaraan yang didesain khusus untuk mengkonversi energi kimia dari bahan bakar menjadi energi listrik melalui serangkaian reaksi elektrokimia. Sebagai reaktan (bahan pereaksi) digunakan gas hidrogen bersama oksigen dan bahan pengoksidasi lainnya. Sel bahan bakar ini memiliki perbedaan mendasar dengan aki konvensional, dimana teknologi sel bahan bakar membutuhkan suplai hidrogen dan oksigen secara kontinyu agar reaksi kimia terus berlangsung untuk menghasilkan listrik. Pada aki-aki konvensional pada saat ini, energi kimia sudah ada pada aki berupa cairan aki. Sel bahan bakar dapat menghasilkan energi listrik secara terus menerus sepanjang suplai hidrogen dan oksigen tersedia.

Teknologi sel bahan bakar sudah mulai banyak digunakan merek-merek kendaraan penumpang terkemuka, seperti Mercedes-Benz, Toyota, Honda, Hyundai, dll. Namun untuk kendaraan komersial baru sedikit pabrikan yang telah mengaplikasikan teknologi sel bahan bakar ini. Sebut saja, Mercedes-Benz, Tata, Hyundai dan Skoda. Sementara untuk alat berat, belum ada informasi penerapan teknologi ini.

 

(HP)